- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Berkolaborari dengan OPD lain, DKPP Laksanakan Pembinaan Peternak Babi

Berkolaborari dengan OPD lain, DKPP Laksanakan Pembinaan Peternak Babi
Pada hari Rabu, 16 Juli 2025, tim gabungan dari Bidang Keswan DKPP, PPL dari BPP Pituruh, Polres Purworejo,Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Badan Kesbangpol, didampingi tim Kecamatan Pituruh dan Babinkamtibmas desa Dlisenwetan, mengadakan kegiatan kunjungan dan pendampingan ke lokasi peternakan babi milik bapak Marsinggih di desa Dlisenwetan, Pituruh. Kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut adanya Surat dari Kepala Desa Dlisenwetan, Kecamatan Pituruh mengenai Pembinaan Usaha Peternakan Babi. Sebelum melakukan kunjungan lapangan, diadakan rapat koordinasi di DKPP dilanjutkan ke kantor kecamatan Pituruh, dan bersama dengan tim Kecamatan menuju ke balai desa Dlisenwetan, setelah berkoordinasi dengan kepala desa, tim langsung menuju lokasi kandang babi milik Bapak Marsinggih.
Peternakan babi milik bapak Marsinggih ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun, dari awalnya hanya memelihara 2 ekor,saat ini jumlah babi yang dipelihara ada 44 ekor. Beberapa bulan terakhir ada laporan dari warga sekitar yang merasa terganggu atas adanya bau dari limbah pakan dan kotoran dari peternakan babi, sekitar 3 bulan yang lalu sudah dilakukan kunjungan dari tim dinas LH dan Bidang Keswan DKPP, disarankan untuk segera untuk memenuhi persyaratan perijinan, tidak membuang limbah di saluran irigasi, dan membuat septik tank tertutup untuk pembuangan limbah kotoran.
Dilokasi kandang babi, tim langsung bertemu dengan pemilik, kondisi waktu itu sedang dilakukan aktivitas pembersihan kandang. Pembuangan limbah kotoran babi sudah tidak dialirkan ke saluran irigasi, limbah cair dibuang ke kolam yang rencananya mau di buat septik tank tertutup, sedangkan limbah padat dibuatkan tempat penampungan yang tertutup. Pada saat itu peternak sedang melakukan proses pembuatan septik tank tertutup untuk pembuangan limbah kotoran babi. Dari tim terpadu meminta agar penyelesaian pembuatan septik tank dalam waktu 10 hari. Pakan yang digunakan dengan bekatul dicampur dengan sisa makanan. Dari sisi perijinan, pemilik sudah mengurus ijin NIB di dinas PMPTSP. Terdapat Beberapa saran dari tim terpadu yang diberikan kepada Peternak supaya lingkungan peternakannya tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar yaitu :
- untuk segera menyelesaikan pembuatan septik tank tertutup
- menguras kolam yang akan dijadikan septik tank agar bersih dari endapan kotoran babi yang dibuang disitu
- tidak mengalirkan limbah cair dan kotoran babi ke saluran irigasi






