- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Berkah Musim Kemarau Basah: Ketahanan Pangan Tanpa Pompanisasi di Desa Blimbing

Berkah Musim Kemarau Basah: Ketahanan Pangan Tanpa Pompanisasi di Desa Blimbing
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
______________
Blimbing, Bruno, 22 Mei 2025__ Pertemuan rutin Kelompok Tani (KT) Subur Makmur Desa Blimbing, Kecamatan Bruno, pada 22 Mei 2025 menjadi momentum penting dalam membangun optimisme petani menghadapi musim tanam. Bertempat di rumah salah satu anggota, kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna. Tema yang diangkat kali ini, “Berkah Musim Kemarau Basah” menjadi refleksi bahwa setiap perubahan alam jika disikapi dengan bijak dapat membawa manfaat besar bagi pertanian.
Pertemuan ini dipandu oleh PPL WIBI Blimbing, Martina Dewi Kusumawati, S.P yang mengajak petani untuk melihat fenomena kemarau basah sebagai peluang, bukan hambatan. Curah hujan yang masih turun di tengah kemarau memungkinkan percepatan tanam tanpa harus mengandalkan pompanisasi. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi dan pemeliharaan lingkungan.
Dalam diskusi disepakati bahwa momen ini harus dimanfaatkan untuk mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) yang menjadi program strategis Pemerintah. Dengan air hujan yang masih tersedia dan tanah yang cukup lembab, para petani didorong untuk melakukan tanam lebih awal agar mampu memanen dua hingga tiga kali dalam satu tahun. PPL Martina menekankan bahwa “air dari langit” yang hadir di musim kering ini adalah anugerah, dan petani yang tanggap akan lebih mudah menyesuaikan kalender tanam.
Tidak hanya aspek teknis, pertemuan ini juga menggarisbawahi pentingnya membangun pikiran positif. Suasana guyub yang tercipta dalam pertemuan menumbuhkan semangat saling mendukung diantara sesama petani. Ketua kelompok menuturkan bahwa “petani yang bersyukur dan berpikiran jernih akan memetik hasil yang lebih dari sekadar panen—mereka akan memanen berkah".
Pertanian desa adalah benteng terakhir dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Langkah kecil yang dilakukan oleh KT Subur Makmur mulai dari pertemuan rutin, penguatan kerja sama, hingga adaptasi terhadap cuaca, sesungguhnya adalah strategi besar dalam menjaga ketersediaan pangan lokal. Tanpa harus bergantung pada teknologi berat seperti pompa, desa Blimbing menunjukkan bahwa harmoni dengan alam adalah kunci keberlanjutan.
Dari pertemuan sederhana ini, terpancar semangat besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang dimulai dari bawah. Apa yang dilakukan oleh KT Subur Makmur patut menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain: bahwa ketika alam memberi berkah, manusialah yang harus menyambutnya dengan kerja keras, rasa syukur, dan kebersamaan.






