Berkah La Nina: Kelompok Tani Pangenjurutengah Manfaatkan Curah Hujan Ekstrem untuk Sukseskan Tanam Padi Ketiga

By DINPPKP 10 Sep 2025, 10:07:51 WIB Penyuluhan
Berkah La Nina: Kelompok Tani Pangenjurutengah Manfaatkan Curah Hujan Ekstrem untuk Sukseskan Tanam Padi Ketiga

Berkah La Nina: Kelompok Tani Pangenjurutengah Manfaatkan Curah Hujan Ekstrem untuk Sukseskan Tanam Padi Ketiga

 

Saat sebagian petani khawatir dengan dampak La Nina, Kelompok Tani "Pangen Makmur" di Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo,  justru melihatnya sebagai berkah. Dengan strategi cerdas, mereka sukses memanfaatkan curah hujan tinggi untuk menanam padi musim ketiga, sebuah langkah inovatif yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.

Biasanya, petani di wilayah ini hanya menanam padi dua kali setahun. Namun, intensitas hujan yang terus-menerus akibat fenomena La Nina memberikan peluang cerah. Alih-alih mengkhawatirkan banjir, para petani di bawah bimbingan Ketua Kelompok Tani Pangen Makmur, Bapak Jumadi, berinisiatif menanam padi di lahan tadah hujan yang biasanya kering di musim kemarau.

"Kami menyadari bahwa La Nina membawa tantangan, tapi juga kesempatan," ujarnya. "Dengan adanya hujan yang stabil, kami bisa mempercepat siklus tanam dan menanam padi untuk ketiga kalinya. Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan hasil panen tahunan kami", tambahnya. Langkah ini bukan tanpa tantangan. Petani harus mengelola risiko genangan air dan hama yang cenderung meningkat di musim hujan. Namun, berkat pendampingan dari PPL, mereka menerapkan teknik budidaya yang lebih adaptif, termasuk penggunaan varietas padi yang tahan genangan dan sistem drainase yang lebih baik.

Penyuluh Pertanian Lapangan Wilayah Pangenjurutengah Arnita Eky Cahyani menambahkan bahwasanya petani harus melakukan percepatan tanam dengan menggunakan teknik pertanian cerdas iklim untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. "Ini adalah contoh nyata bagaimana adaptasi dan inovasi bisa mengubah tantangan menjadi peluang," tegasnya. "Peningkatan hasil panen ini tidak hanya akan memperbaiki ekonomi petani, tetapi juga berkontribusi pada stok pangan kita. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja sama, kita bisa menghadapi tantangan iklim dan mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat” tambahnya.

Untuk MT 3 ini, petani  menggunakan varietas padi Inpari 49 yang merupakan benih bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dan ada juga yang menanam varietas mentik wangi. Perkiraan luas areal pertanaman padi MT 3 kurang lebih 15 hektar. Petani diharapkan untuk selalu melakukan pengamatan dan pengendalian terhadap hama dan penyakit karena musim tanam sebelumnya ada serangan tikus dan wereng. Selain itu, penyuluh pertanian juga menyampaikan pentingnya penggunaan pupuk berimbang, mengingat curah hujan tinggi bisa menyebabkan unsur hara mudah tercuci dari tanah.

Panen padi musim ketiga ini diharapkan akan dimulai pada Bulan Desember. Keberhasilan Kelompok Tani Pangen Makmur di Pangenjurutengah diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di Purworejo dan sekitarnya untuk terus berinovasi demi masa depan pertanian yang lebih sejahtera.

Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari Dinas terkait, fenomena La Nina kali ini justru menjadi berkah bagi petani di Kelurahan Pangenjurutengah. Mereka berhasil mengoptimalkan potensi alam untuk memperpanjang musim tanam, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan keluarga tani. Jika kondisi ini terus berlanjut dan pengelolaan air dilakukan dengan baik, tidak menutup kemungkinan MT 3 akan menjadi praktik umum di tahun-tahun mendatang.

Disusun Oleh : Arnita Eky Cahyani (BPP Purworejo)

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung