- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Beri Semangat Ke Medik Veteriner DKPP Purworejo, Kepala BBVet Wates Hadiri Rapat Koordinasi
Beri
Semangat Ke Medik Veteriner DKPP Purworejo, Kepala BBVet Wates Hadiri Rapat
Koordinasi
Perayaan tahun baru 2025 diikuti dengan mencetusnya kembali Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) di berbagai daerah. Dirasa perlu untuk memperkuat koordinasi Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan rapat koordinasi terkait wabah PMK dan LSD pada Hari Jumat (03/01/2025). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D.
Penyampaian
materi rapat dipapar oleh drh. Amri mengenai Sejarah PMK pertama kali masuk di
Purworejo pada Bulan Juni 2022 di Desa Depok, Kecamatan Ngombol sedangkan LSD
masuk pada Bulan Desember 2023 pertama kali di Desa Girimulyo, Kecamatan
Kemiri. Banyak kendala dalam penangan PMK pertama kali yaitu tidak adanya
Obat-obatan, Desinfektan, Alat Kesehatan dan kurangnya SDM Dokter Hewan,
dibandingkan dengan tahun ini untuk prasarana yang lebih memadai dan SDM yang
sudah cukup, diharapkan dapat meminimalisir timbulnya wabah penyakit LSD dan
PMK. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam
Rapat Koordinasi menyampaikan, untuk medik dan paramedic veteriner dapat
berkreasi dan menuangkan ide-ide dalam mencegah terjadinya wabah, baik dengan
kegiatan desinfeksi, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada peternak ataupun
pedagang ternak, dan bahkan membantu swadaya peternak dalam vaksinasi PMK dan
LSD.
Bapak
Kepala BBVet Wates dalam Rapat Koordinasi menyampaikan pentingnya KIE terhadap
peternak dan pedagang ternak untuk membatasi lalu-lintas ternak, karena hal
tersebut merupakan faktor utama mewabahnya sebuah penyakit. Desinfeksi pada pasar
hewan juga penting, dapat dilakukan ketika pasar hewan sedang tidak beroperasi
dan ketika pasar beroperasi terdapat petugas yang menjaga agar ternak sakit
tidak masuk ke area pasar. Pada kasus PMK terbaru terdapat infeksi sekunder
dari bakteri yang dapat memperberat infeksi PMK itu sendiri, akibatnya tingkat
mortalitas meningkat. Drh Hendra berpesan supaya tenaga medik tetap kompak dan
dapat menjaga PMK dan LSD tidak mewabah di Kabupaten Purworejo.






