Beri Semangat Ke Medik Veteriner DKPP Purworejo, Kepala BBVet Wates Hadiri Rapat Koordinasi

By DINPPKP 08 Jan 2025, 09:08:34 WIB Peternakan dan Keswan

Beri Semangat Ke Medik Veteriner DKPP Purworejo, Kepala BBVet Wates Hadiri Rapat Koordinasi

 

Perayaan tahun baru 2025 diikuti dengan mencetusnya kembali Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) di berbagai daerah. Dirasa perlu untuk memperkuat koordinasi Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan rapat koordinasi terkait wabah PMK dan LSD pada Hari Jumat (03/01/2025). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D.

Penyampaian materi rapat dipapar oleh drh. Amri mengenai Sejarah PMK pertama kali masuk di Purworejo pada Bulan Juni 2022 di Desa Depok, Kecamatan Ngombol sedangkan LSD masuk pada Bulan Desember 2023 pertama kali di Desa Girimulyo, Kecamatan Kemiri. Banyak kendala dalam penangan PMK pertama kali yaitu tidak adanya Obat-obatan, Desinfektan, Alat Kesehatan dan kurangnya SDM Dokter Hewan, dibandingkan dengan tahun ini untuk prasarana yang lebih memadai dan SDM yang sudah cukup, diharapkan dapat meminimalisir timbulnya wabah penyakit LSD dan PMK. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dalam Rapat Koordinasi menyampaikan, untuk medik dan paramedic veteriner dapat berkreasi dan menuangkan ide-ide dalam mencegah terjadinya wabah, baik dengan kegiatan desinfeksi, Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada peternak ataupun pedagang ternak, dan bahkan membantu swadaya peternak dalam vaksinasi PMK dan LSD.

Bapak Kepala BBVet Wates dalam Rapat Koordinasi menyampaikan pentingnya KIE terhadap peternak dan pedagang ternak untuk membatasi lalu-lintas ternak, karena hal tersebut merupakan faktor utama mewabahnya sebuah penyakit. Desinfeksi pada pasar hewan juga penting, dapat dilakukan ketika pasar hewan sedang tidak beroperasi dan ketika pasar beroperasi terdapat petugas yang menjaga agar ternak sakit tidak masuk ke area pasar. Pada kasus PMK terbaru terdapat infeksi sekunder dari bakteri yang dapat memperberat infeksi PMK itu sendiri, akibatnya tingkat mortalitas meningkat. Drh Hendra berpesan supaya tenaga medik tetap kompak dan dapat menjaga PMK dan LSD tidak mewabah di Kabupaten Purworejo.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung