Bangkit dari Keterpurukan: Inspirasi Dua Generasi Petani Cabai

By DINPPKP 04 Mar 2025, 13:16:28 WIB Penyuluhan
Bangkit dari Keterpurukan: Inspirasi Dua Generasi Petani Cabai

Bangkit dari Keterpurukan: Inspirasi Dua Generasi Petani Cabai 

_____________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno semakin menyala

______________

Bruno, 4 Maret 2025 – Ungkapan "pengalaman adalah guru terbaik" benar-benar dirasakan oleh Pak Sulis, seorang petani cabai dari Desa Plipiran. Pernah mengalami kegagalan total akibat kerugian besar, ia hampir menyerah. Namun, semangat untuk bangkit kembali muncul ketika melihat peluang di tengah naiknya harga cabai rawit yang mencapai Rp80.000 per kg.

 

Kebangkitan Pak Sulis tidak terjadi begitu saja. Atas inisiatif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ia diperkenalkan dengan Rizal, petani  muda dari Desa Gowong yang baru terjun ke dunia hortikultura sejak akhir 2023. Meski tergolong pendatang baru, Rizal mampu menerapkan strategi yang efektif dalam budidaya cabai rawit.

 

Pertemuan yang difasilitasi oleh PPL langsung di kebun milik Rizal, Pak Sulis dan Mas Rizal berbagi pengalaman tentang tantangan dan peluang dalam bertani cabai. Rizal yang lebih muda memberikan wawasan baru tentang teknik dan strategi pasar, sementara Pak Sulis membagikan pengalaman bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

 

"Kalau cuma mengandalkan satu kali tanam dan gagal, kita bisa rugi besar. Makanya saya coba sistem tanam bertahap ini, meskipun lahan terbatas," ujar Rizal.

 

Sementara itu, Pak Sulis mengakui bahwa pendekatan ini memberinya harapan baru. "Ternyata kita harus terus belajar. Saya dulu berpikir bertani cabai itu untung-untungan, tapi setelah melihat strategi Mas Rizal, saya sadar ada cara yang lebih efektif," katanya.

 

Perjalanan Rizal dan Pak Sulis menunjukkan bahwa sukses di dunia pertanian bukan hanya soal modal dan lahan luas, tetapi juga mental yang kuat. Ketahanan menghadapi kegagalan dan keberanian mencoba strategi baru menjadi faktor penentu keberhasilan mereka.

 

Pengalaman seperti ini tidak diajarkan dalam pendidikan formal, tetapi tumbuh dari keberanian mencoba, beradaptasi, dan saling berbagi ilmu di antara sesama petani. Pertemuan antara generasi tua dan muda inilah yang menjadi kunci kemajuan pertanian di desa-desa.

 

Dengan semangat pantang menyerah, diharapkan semakin banyak petani yang mampu bangkit dari keterpurukan dan menciptakan inovasi baru dalam dunia pertanian. 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung