- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Bangkit dari Keterpurukan: Inspirasi Dua Generasi Petani Cabai

Bangkit dari Keterpurukan:
Inspirasi Dua Generasi Petani Cabai
_____________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian,
Pegiat literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno semakin menyala
______________
Bruno, 4 Maret 2025 – Ungkapan
"pengalaman adalah guru terbaik" benar-benar dirasakan oleh Pak
Sulis, seorang petani cabai dari Desa Plipiran. Pernah mengalami kegagalan
total akibat kerugian besar, ia hampir menyerah. Namun, semangat untuk bangkit
kembali muncul ketika melihat peluang di tengah naiknya harga cabai rawit yang
mencapai Rp80.000 per kg.
Kebangkitan Pak Sulis tidak
terjadi begitu saja. Atas inisiatif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ia
diperkenalkan dengan Rizal, petani muda
dari Desa Gowong yang baru terjun ke dunia hortikultura sejak akhir 2023. Meski
tergolong pendatang baru, Rizal mampu menerapkan strategi yang efektif dalam
budidaya cabai rawit.
Pertemuan yang difasilitasi oleh
PPL langsung di kebun milik Rizal, Pak Sulis dan Mas Rizal berbagi pengalaman
tentang tantangan dan peluang dalam bertani cabai. Rizal yang lebih muda
memberikan wawasan baru tentang teknik dan strategi pasar, sementara Pak Sulis
membagikan pengalaman bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
"Kalau cuma mengandalkan
satu kali tanam dan gagal, kita bisa rugi besar. Makanya saya coba sistem tanam
bertahap ini, meskipun lahan terbatas," ujar Rizal.
Sementara itu, Pak Sulis mengakui
bahwa pendekatan ini memberinya harapan baru. "Ternyata kita harus terus
belajar. Saya dulu berpikir bertani cabai itu untung-untungan, tapi setelah
melihat strategi Mas Rizal, saya sadar ada cara yang lebih efektif,"
katanya.
Perjalanan Rizal dan Pak Sulis
menunjukkan bahwa sukses di dunia pertanian bukan hanya soal modal dan lahan
luas, tetapi juga mental yang kuat. Ketahanan menghadapi kegagalan dan
keberanian mencoba strategi baru menjadi faktor penentu keberhasilan mereka.
Pengalaman seperti ini tidak
diajarkan dalam pendidikan formal, tetapi tumbuh dari keberanian mencoba,
beradaptasi, dan saling berbagi ilmu di antara sesama petani. Pertemuan antara
generasi tua dan muda inilah yang menjadi kunci kemajuan pertanian di
desa-desa.
Dengan semangat pantang menyerah,
diharapkan semakin banyak petani yang mampu bangkit dari keterpurukan dan
menciptakan inovasi baru dalam dunia pertanian.






