- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Bangga! Kades Bedonokarangduwur Terima Tidak Hanya Satu Tapi Dua Penghargaan dari Dirjen Hortikultura dan Kementan

Bangga! Kades Bedonokarangduwur Terima Tidak Hanya Satu Tapi Dua Penghargaan dari Dirjen Hortikultura dan Kementan
KEMIRI KEREN NEWS –– Suasana Kementerian Pertanian RI pagi itu begitu meriah. Aula besar dipenuhi para petani dari berbagai daerah yang datang dengan penuh semangat, mengenakan batik dan busana khas daerah masing-masing. Semuanya hadir untuk mengikuti acara pemberian penghargaan petani berprestasi dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Hal tersebut diungkapkan Pak Arifin saat ditemui di kediamannya, pada Selasa, 26 Agustus 2025 (26/08/2025).
Di tengah riuh tepuk tangan, nama Pak Arifin disebut sebagai penerima 2 penghargaan sekaligus sebagai Petani Hortikultura Berprestasi dari Direktorat Jenderal Hortikultura dan Kementrian Pertanian. Wajah beliau terlihat sumringah, langkahnya mantap menuju panggung, meski raut rendah hati khas beliau tak pernah lepas.
Pak Arifin bukan sosok baru bagi masyarakat Bedonokarangduwur. Ia dikenal sebagai kepala desa yang selalu blusukan ke sawah dan kebun, bukan hanya mengurus administrasi di balai desa. Saban pagi, beliau kerap terlihat memeriksa tanaman sayur dan buah, memberi contoh langsung kepada warga cara merawat tanaman hortikultura dengan teknik sederhana tapi efektif. Dari situ, Bedonokarangduwur perlahan berubah menjadi desa yang hijau, produktif, dan punya ciri khas di bidang pertanian hortikultura.
Acara semakin terasa khidmat karena penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa perjuangan petani desa mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian juga menegaskan bahwa petani seperti Pak Arifin adalah pahlawan pangan bangsa, yang menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan semangat gotong royong.
Bagi warga Bedonokarangduwur, kabar ini tentu menjadi kebanggaan besar. “Pak Arifin itu tidak hanya memimpin dari kantor, tapi juga dari sawah. Beliau mau turun langsung, jadi kami termotivasi. Wajar kalau akhirnya beliau mendapat penghargaan,” ujar salah satu warga yang ikut mendengar berita tersebut.
Kini, nama Bedonokarangduwur makin dikenal di kancah nasional. Prestasi Pak Arifin diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda untuk tidak malu bertani, karena dari pertanianlah pangan bangsa bisa terjaga.






