- Kelompok Tani Rukun Tani dan Sumber Harapan, Panen Varietas Unggulan dengan Tantangan Cuaca dan Harga
- SELEKSI TENAGA FASILITATOR LAPANGAN KEGIATAN RJIT 2026
- Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren
- DKPP PURWOREJO SALURKAN BANTUAN PANGAN CPPD KE SEJUMLAH BNBA TERDAMPAK PUSO DAN KEKERINGAN DI DESA/KELURAHAN KECAMATAN PURWOREJO
- Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh
- Pemeriksaan Ketat Bahan Pangan Asal Hewan: Langkah Nyata Wujudkan Keamanan Konsumen
- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
Antara Pelayanan, Dedikasi, dan Kesan Mendalam
Antara Pelayanan,
Dedikasi, dan Kesan Mendalam
Oleh : Sutoyo
__________________
Bayangkan
seorang penyuluh datang malam hari kesebuah pertemuan yang digelar oleh
kelompok tani, atau hadir disaat hari libur untuk membantu prosesi tanam.
Disana tidak ada tambahan gaji atau insentif resmi, tetapi ada investasi yang
jauh lebih berharga: kepercayaan dan hubungan batin dengan masyarakat
tani.
Seiring Sejalan dengan “Gratis, Ambil Saja”
1. Pelayanan Tulus = Penyuluhan Tulus
Seperti halnya dengan minuman gratis di sebuah bengkel di
pinggiran kota, penyuluhan dimalam hari adalah bentuk pengorbanan waktu yang
akan dirasakan langsung manfaatnya. Petani akan melihat sosok penyuluh bukan
sekadar pegawai atau petugas, tetapi mitra sejati, bahkan dianggap bagian dari
keluarga.
2. Membangun Loyalitas dan Kepercayaan Sosial
Sama seperti pelanggan bengkel yang loyal karena minuman gratis,
petani akan loyal dan terbuka pada penyuluh yang hadir saat dibutuhkan, bukan
saat “waktu dinas” saja. Ini sangat penting karena keberhasilan penyuluhan
sering bergantung pada trust.
3. Efek Word of Mouth dan Sosial
Petani akan menceritakan kebaikan penyuluh itu ke orang lain,
bahkan mungkin ke pemangku kebijakan. Ini menciptakan branding
personal penyuluh, dan bisa berdampak pada citra lembaga.
Pentingnya Kedekatan dalam Dunia Penyuluhan
1.
Chambers, Robert. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA):
Challenges, Potentials and Paradigm. Dalam tulisannya, Chambers menekankan
pentingnya penyuluh turun ke masyarakat di waktu masyarakat “beraktivitas”,
termasuk dimalam hari atau dihari libur.
2.
FAO (Food and Agriculture Organization) dalam laporannya
(2017) tentang Effective Extension Services menekankan
bahwa flexibility in time adalah salah satu indikator
penyuluhan yang efektif dan berdampak.
“Extension agents should be present when farmers need them, not
just when it is convenient for the system.” – FAO (2017)
Tips Praktis untuk Penyuluh:
1.
Jadwal Fleksibel, Efek Maksimal
Tidak harus tiap malam atau tiap minggu, tapi menyesuaikan waktu
petani seperti malam saat panen, libur saat tanam, adalah effort yang
akan menunjukkan komitmen.
2.
Bawa “Gratis” Juga Saat Penyuluhan
Misalnya: bawa contoh benih, alat sederhana, atau modul ringkas,
dan katakan: “Ini gratis, ambil saja.” Efek psikologisnya akan sangat kuat,
seolah memberikan “bonus” pelayanan.
3.
Bangun Narasi “Saya Hadir karena Peduli
Jangan sampai petani merasa kehadiran penyuluh hanya karena
perintah atasan. Sebaliknya, bangun kesan: “Saya hadir karena memang ini tugas
moral saya.”
Menjadi Penyuluh Berhati Pelayan
Sama
seperti minuman gratis itu bukan semata strategi dagang, penyuluhan diwaktu
malam hari bukan soal mencari pujian atau SKP. Ini adalah soal nilai
diri, dedikasi, dan membangun ikatan sosial yang membuat penyuluh menjadi sosok
yang dirinduka, bukan hanya ditunggu saat ada proyek.
“Pelayanan terbaik adalah yang dilakukan dluar kewajiban, tapi
dari lubuk hati.” – Adaptasi Prinsip Servant Leadership, Robert
Greenleaf (1970).
____________________






