- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Antara Pelayanan, Dedikasi, dan Kesan Mendalam
Antara Pelayanan,
Dedikasi, dan Kesan Mendalam
Oleh : Sutoyo
__________________
Bayangkan
seorang penyuluh datang malam hari kesebuah pertemuan yang digelar oleh
kelompok tani, atau hadir disaat hari libur untuk membantu prosesi tanam.
Disana tidak ada tambahan gaji atau insentif resmi, tetapi ada investasi yang
jauh lebih berharga: kepercayaan dan hubungan batin dengan masyarakat
tani.
Seiring Sejalan dengan “Gratis, Ambil Saja”
1. Pelayanan Tulus = Penyuluhan Tulus
Seperti halnya dengan minuman gratis di sebuah bengkel di
pinggiran kota, penyuluhan dimalam hari adalah bentuk pengorbanan waktu yang
akan dirasakan langsung manfaatnya. Petani akan melihat sosok penyuluh bukan
sekadar pegawai atau petugas, tetapi mitra sejati, bahkan dianggap bagian dari
keluarga.
2. Membangun Loyalitas dan Kepercayaan Sosial
Sama seperti pelanggan bengkel yang loyal karena minuman gratis,
petani akan loyal dan terbuka pada penyuluh yang hadir saat dibutuhkan, bukan
saat “waktu dinas” saja. Ini sangat penting karena keberhasilan penyuluhan
sering bergantung pada trust.
3. Efek Word of Mouth dan Sosial
Petani akan menceritakan kebaikan penyuluh itu ke orang lain,
bahkan mungkin ke pemangku kebijakan. Ini menciptakan branding
personal penyuluh, dan bisa berdampak pada citra lembaga.
Pentingnya Kedekatan dalam Dunia Penyuluhan
1.
Chambers, Robert. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA):
Challenges, Potentials and Paradigm. Dalam tulisannya, Chambers menekankan
pentingnya penyuluh turun ke masyarakat di waktu masyarakat “beraktivitas”,
termasuk dimalam hari atau dihari libur.
2.
FAO (Food and Agriculture Organization) dalam laporannya
(2017) tentang Effective Extension Services menekankan
bahwa flexibility in time adalah salah satu indikator
penyuluhan yang efektif dan berdampak.
“Extension agents should be present when farmers need them, not
just when it is convenient for the system.” – FAO (2017)
Tips Praktis untuk Penyuluh:
1.
Jadwal Fleksibel, Efek Maksimal
Tidak harus tiap malam atau tiap minggu, tapi menyesuaikan waktu
petani seperti malam saat panen, libur saat tanam, adalah effort yang
akan menunjukkan komitmen.
2.
Bawa “Gratis” Juga Saat Penyuluhan
Misalnya: bawa contoh benih, alat sederhana, atau modul ringkas,
dan katakan: “Ini gratis, ambil saja.” Efek psikologisnya akan sangat kuat,
seolah memberikan “bonus” pelayanan.
3.
Bangun Narasi “Saya Hadir karena Peduli
Jangan sampai petani merasa kehadiran penyuluh hanya karena
perintah atasan. Sebaliknya, bangun kesan: “Saya hadir karena memang ini tugas
moral saya.”
Menjadi Penyuluh Berhati Pelayan
Sama
seperti minuman gratis itu bukan semata strategi dagang, penyuluhan diwaktu
malam hari bukan soal mencari pujian atau SKP. Ini adalah soal nilai
diri, dedikasi, dan membangun ikatan sosial yang membuat penyuluh menjadi sosok
yang dirinduka, bukan hanya ditunggu saat ada proyek.
“Pelayanan terbaik adalah yang dilakukan dluar kewajiban, tapi
dari lubuk hati.” – Adaptasi Prinsip Servant Leadership, Robert
Greenleaf (1970).
____________________






