Antara Pelayanan, Dedikasi, dan Kesan Mendalam

By DINPPKP 05 Agu 2025, 15:19:07 WIB Penyuluhan

Antara Pelayanan, Dedikasi, dan Kesan Mendalam

Agustus 05, 2025

 

Oleh : Sutoyo

__________________

Bayangkan seorang penyuluh datang malam hari kesebuah pertemuan yang digelar oleh kelompok tani, atau hadir disaat hari libur untuk membantu prosesi tanam. Disana tidak ada tambahan gaji atau insentif resmi, tetapi ada investasi yang jauh lebih berharga:  kepercayaan dan hubungan batin dengan masyarakat tani.

Seiring Sejalan dengan “Gratis, Ambil Saja”

1. Pelayanan Tulus = Penyuluhan Tulus

Seperti halnya dengan minuman gratis di sebuah bengkel di pinggiran kota, penyuluhan dimalam hari adalah bentuk pengorbanan waktu yang akan dirasakan langsung manfaatnya. Petani akan melihat sosok penyuluh bukan sekadar pegawai atau petugas, tetapi mitra sejati, bahkan dianggap bagian dari keluarga.

2. Membangun Loyalitas dan Kepercayaan Sosial

Sama seperti pelanggan bengkel yang loyal karena minuman gratis, petani akan loyal dan terbuka pada penyuluh yang hadir saat dibutuhkan, bukan saat “waktu dinas” saja. Ini sangat penting karena keberhasilan penyuluhan sering bergantung pada trust.

3. Efek Word of Mouth dan Sosial

Petani akan menceritakan kebaikan penyuluh itu ke orang lain, bahkan mungkin ke pemangku kebijakan. Ini menciptakan branding personal penyuluh, dan bisa berdampak pada citra lembaga.

Pentingnya Kedekatan dalam Dunia Penyuluhan

1. Chambers, Robert. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Challenges, Potentials and Paradigm. Dalam tulisannya, Chambers menekankan pentingnya penyuluh turun ke masyarakat di waktu masyarakat “beraktivitas”, termasuk dimalam hari atau dihari libur.

2. FAO (Food and Agriculture Organization) dalam laporannya (2017) tentang Effective Extension Services menekankan bahwa flexibility in time adalah salah satu indikator penyuluhan yang efektif dan berdampak.

“Extension agents should be present when farmers need them, not just when it is convenient for the system.” – FAO (2017)

Tips Praktis untuk Penyuluh:

1. Jadwal Fleksibel, Efek Maksimal

Tidak harus tiap malam atau tiap minggu, tapi menyesuaikan waktu petani seperti malam saat panen, libur saat tanam, adalah effort yang akan menunjukkan komitmen.

2. Bawa “Gratis” Juga Saat Penyuluhan

Misalnya: bawa contoh benih, alat sederhana, atau modul ringkas, dan katakan: “Ini gratis, ambil saja.” Efek psikologisnya akan sangat kuat, seolah memberikan “bonus” pelayanan.

3. Bangun Narasi “Saya Hadir karena Peduli 

Jangan sampai petani merasa kehadiran penyuluh hanya karena perintah atasan. Sebaliknya, bangun kesan: “Saya hadir karena memang ini tugas moral saya.”

Menjadi Penyuluh Berhati Pelayan

Sama seperti minuman gratis itu bukan semata strategi dagang, penyuluhan diwaktu malam hari bukan soal mencari pujian atau SKP. Ini adalah  soal nilai diri, dedikasi, dan membangun ikatan sosial yang membuat penyuluh menjadi sosok yang dirinduka, bukan hanya ditunggu saat ada proyek.

“Pelayanan terbaik adalah yang dilakukan dluar kewajiban, tapi dari lubuk hati.” – Adaptasi Prinsip Servant Leadership, Robert Greenleaf (1970).

____________________ 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung