- Bangun Semangat Baru, Gapoktan Sido Makmur Gelar RAT dan Reorganisasi Pengurus PUAP 2026–2031
- Kunjungan Study Tiru Petani Blora ke Desa DKrandegan, Bayan
- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
- MENGHADIRI PERESMIAN PROYEK TAHUN 2025 & KENDURI AGUNG HARI JADI PURWOREJO KE-195
- Kelompok Tani Arso Basuki Sepakati MT II Serentak, Bahas Antisipasi Hama dan Penyakit Padi
- BPP Bruno dan POPT melakukan Monitoring Pertanaman Padi Gogo di KT Buwana Jaya Kambangan Bruno
Ancaman Rabies Nyata, Tim Keswan DKPP Laksankan Vaksinasi Rabies untuk Anabul

Ancaman Rabies Nyata, Tim Keswan DKPP Laksankan Vaksinasi Rabies untuk Anabul
Purworejo, 26 September 2026. Bersama dengan peringatan World Rabies Day yang diperingati setiap tanggal 28 September Tim Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP melaksanakan Vaksinasi Rabies Gratis Sebanyak 150 Dosis. Acara Berlangsung dalam satu rangkaian dengan Agro Fest yang diadakan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Penerima Vaksinasi Rabies yaitu Anak Bulu (anabul) yang didominasi Kucing dan Anjing. Dalam kegiatan ini Tim Keswan DKPP berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jateng III Wilayah Purworejo.
Tema global yang diusung untuk Hari Rabies Sedunia 2025 adalah “Act Now: You, Me, Community” (Bertindak Sekarang: Kamu, Aku, Komunitas). Tema ini menggaris bawahi bahwa tanggung jawab pemberantasan rabies berada dipundak setiap individu dan komunitas secara kolektif. Mengenali gejala rabies pada hewan, terutama anjing, sangatlah penting. Hewan yang terinfeksi dapat menunjukkan perubahan perilaku drastis, seperti menjadi lebih agresif (ganas) atau justru menyendiri dan tampak lesu (tenang). Gejala lain yang khas adalah takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia), dan air liur berlebih.
Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menghindari dampak fatal dari rabies. Berikut adalah langkah-langkah krusial yang dapat dilakukan:
1. Vaksinasi Hewan Peliharaan: Vaksinasi anjing dan kucing peliharaan secara rutin adalah garda terdepan dalam memutus mata rantai penularan rabies.
1. Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama anak-anak, tentang cara berinteraksi yang aman dengan hewan dan bahaya rabies.
2. Tata Laksana Gigitan (TAGIT): Jika terjadi gigitan oleh hewan yang berpotensi menularkan rabies, segera cuci luka dengan sabun di bawah air mengalir selama 10-15 menit. Ini adalah pertolongan pertama yang sangat vital untuk membunuh virus.






