Amankan Produksi Padi, BPP Purworejo Dampingi Petani Sindurjan Kendalikan Hama Wereng

By DINPPKP 09 Jul 2025, 15:37:56 WIB Penyuluhan
Amankan Produksi Padi, BPP Purworejo Dampingi Petani Sindurjan  Kendalikan Hama Wereng

Amankan Produksi Padi, BPP Purworejo Dampingi Petani Sindurjan

Kendalikan Hama Wereng

Wereng (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama pada tanaman padi khususnya di Indonesia. Seekor wereng betina mampu bertelur antara 100 sampai 500, dan akan menetas pada hari ke 7 sampai ke 10.  Terdapat 3 stadia perkembangan wereng yaitu telur, nimfa dan imago (dewasa). Hama ini sangat berbahaya jika menyerang tanaman padi, karena wereng mampu menyebabkan kerusakan minimal 20% dan mampu merusak seluruh hamparan (100%) jika populasi sangat tinggi. Tak jarang banyak terjadi gagal panen karena serangan hama ini yang mulai menyerang sejak fase vegetatif hingga generatif. Terdapat beberapa jenis wereng yang bisa menjadi ancaman serius bagi petani, yaitu : wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng hijau dan wereng loreng.

Beberapa waktu yang lalu, dari Kelompok Tani Maju Jaya Kelurahan Sindurjan Achmat Solichin menyampaikan bahwasanya di areal sawah Sindurjan ditemukan serangan hama wereng. “Petani ketika mengamati lahan sawahnya melihat ada populasi wereng di sawah Pak Arlik, sehingga kami berinisiatif untuk melaporkan ke petugas penyuluh pertanian”, ujarnya. Menanggapi laporan tersebut, PPL bersama POPT melakukan pengamatan langsung ke sawah dan ditemukan populasi hama wereng 5 ekor/rumpun. Ngadiyanto selaku POPT menyatakan perlu dilakukan gerakan pengendalian secara massal untuk mengendalikan hama wereng agar tidak meluas populasinya. “Wereng dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan hingga gagal panen karena menghisap cairan tanaman, merusak jaringan tanaman, dan menjadi vektor penyakit seperti kerdil rumput dan kerdil hampa, sehingga perlu dikendalikan secara massal”, tandasnya.

 Berdasarkan latar belakang tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Purworejo mendampingi Kelompok Tani Maju Jaya, Kelurahan Sindurjan, dalam upaya pengendalian hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka. Kegiatan ini berfokus pada aplikasi insektisida Starfidor untuk menekan populasi hama wereng yang meresahkan petani. Pendampingan ini merupakan bagian dari gerakan pengendalian hama terpadu yang digalakkan oleh pemerintah daerah. Acara penyemprotan insektisida ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga produktivitas pertanian di Purworejo. Tampak hadir Febtory Setyo Harsanti dan Siti Kurniataun dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, yang memberikan dukungan dan arahan teknis.

Dari pihak BPP, turut serta Bakti Woro Haryanti selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purworejo, yang secara langsung memberikan bimbingan kepada petani. Tentang pengendalian hama wereng. “Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain : menggunakan varietas padi tahan wereng, melakukan pengamatan rutin, penerapan teknik tanam jajar legowo, serta penggunaan perangkap cahaya dan insektisida yang tepat”,tambahnya. Kehadiran Ngadiyanto selaku Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Purworejo juga sangat penting untuk memastikan penanganan hama dilakukan secara efektif dan sesuai prosedur. “Untuk pengendalian hama wereng dengan prinsip 6 tepat, POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) perlu memperhatikan hal-hal berikut: tepat jenis pestisida, tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran, tepat cara aplikasi, dan tepat mutu/kualitas pestisida”, jelasnya.

Tak ketinggalan, Babinsa Kelurahan Sindurjan turut hadir, menunjukkan sinergi antara pemerintah, petani, dan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan pangan. Pengurus dan anggota Kelompok Tani Maju Jaya pun antusias mengikuti kegiatan ini, aktif bertanya dan mempraktikkan langsung teknik penyemprotan yang diajarkan.

Dengan penggunaan insektisida Starfidor yang tepat dan pendampingan intensif dari BPP Purworejo serta pihak terkait lainnya, diharapkan populasi hama wereng dapat terkendali, sehingga tanaman padi Kelompok Tani Maju Jaya dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sejalan dengan yang disampaikan Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan menyatakan pandangannya bahwa gerakan pengendalian akan efektif jika semua pihak terkait saling bersinergi dengan tujuan yang sama yaitu menurunkan tingkat serangan dan mencapai target produksi pangan. “Kita itu lebih kuat jika kita bekerja sama. Kegiatan pengendalian hama di lapangan pun tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kaitannya dengan pengamanan pertanaman, semua upaya ini tidak efektif jika hanya pemerintah pusat yang turun. Pemerintah daerah pun harus turut aktif merangkul dan membersamai petani di setiap langkahnya dalam mengamankan pertanaman," jelas Yudi.

“Hal ini tentunya sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk peka terhadap kondisi petani. Pemerintah siap membantu petani mengamankan pertanamannya melalui kegiatan seperti gerakan pengendalian, penyediaan sarana atau bahan pengendali, serta bimbingan teknis petani. Harapannya petani kita semakin semangat dan termotivasi untuk menjaga produksi,” sambung Yudi.

Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Purworejo)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung