- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Amankan Produksi, BPP Purworejo Dampingi Petani Kendalikan Penyakit Kresek di Pangenjurutengah

Amankan Produksi, BPP Purworejo Dampingi Petani Kendalikan Penyakit Kresek di Pangenjurutengah
Demi menjaga hasil panen tetap optimal, BPP Kecamatan Purworejo bergerak cepat dengan mendampingi Gerakan Pengendalian (Gerdal) penyakit Kresek pada lahan Kelompok Tani Pangen Makmur, Kelurahan Pangenjurutengah. Kegiatan ini dihadiri POPT, PPL Kecamatan Purworejo, pengurus dan anggota kelompok tani berjumlah 20 orang. Penyakit Kresek (Xanthomonas oryzae) berpotensi besar menurunkan produksi jika tidak ditangani serius. Oleh karena itu, pendampingan ini difokuskan pada langkah-langkah strategis untuk mengamankan dan memaksimalkan hasil.
Hawar Daun Bakteri dapat menurunkan hasil sampai 40% dan banyak terjadi pada musim hujan atau kemarau yang basah terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dengan pemberian pupuk N tinggi (≥ 250 kg Urea / ha). Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo menunjukkan komitmennya dalam menjaga produktivitas pangan dengan mendampingi secara langsung Gerakan Pengendalian (Gerdal) penyakit kresek (Hawar Daun Bakteri) pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Pangen Makmur yang berlokasi di Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo, pada Senin, 3 November 2025.
Latar belakang dilakukannya gerakan pengendalian penyakit kresek (hawar daun bakteri) berdasarkan laporan Ketua Kelompok Tani kepada PPL karena menemukan bercak keabu-abuan atau kekuningan di tepi daun, sehingga daun mengering dan menjadi rapuh. PPL menindaklanjuti dengan melakukan observasi langsung bersama POPT dan merencanakan gerakan pengendalian untuk mengurangi kerusakan parah pada tanaman padi dan dapat menurunkan hasil produksi secara drastis, bahkan hingga gagal panen (puso).
Pendampingan Gerdal ini merupakan respons cepat terhadap temuan adanya gejala serangan penyakit kresek yang berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak segera ditangani. Penyakit kresek, yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae, dikenal dapat menyebabkan daun padi mengering dan layu, terutama pada fase pertumbuhan vegetatif. "Kami berkomitmen penuh untuk menyelamatkan setiap bulir padi. Kehadiran BPP di lapangan adalah kunci untuk memastikan produksi pangan di Purworejo tetap aman dan stabil," ujar Woro perwakilan BPP Purworejo.
Koordinator BPP Kecamatan Purworejo, Bakti Woro Haryanti dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan petani melakukan tindakan pengendalian yang tepat dan efektif. "Kami hadir di sini untuk memberikan bimbingan teknis secara langsung, mulai dari identifikasi tingkat keparahan serangan hingga rekomendasi penggunaan agen pengendali hayati atau pestisida nabati, sesuai dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)," ujarnya.
Wagiyanti selaku POPT Kecamatan Purworejo menyampaikan langkah-langkah pengendalian penyakit kresek. “Dalam kesempatan ini, saya akan menyampaikan teknis pengendalian kresek, yaitu sanitasi dan pengaturan air, pemupukan berimbang, serta penggunaan varietas tahan yang memiliki ketahanan terhadap penyakit kresek pada musim tanam berikutnya”, ujarnya. Pada kesempatan kali ini, digunakan Nordox 56 WP yang merupakan fungisida sekaligus bakterisida kontak yang mengandung bahan aktif Tembaga Oksida (Copper Oxide) 56%. Wagiyanti menambahkan produk ini dikenal karena spektrum pengendaliannya yang luas dan cara kerjanya yang kontak multiaspek, efektif mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, termasuk Xanthomonas oryzae penyebab kresek.
Ketua Kelompok Tani Pangen Makmur, Bapak Jumadi menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari BPP Purworejo. "Pendampingan ini sangat membantu kami. Dengan adanya bimbingan langsung, kami jadi lebih yakin dalam mengambil langkah pengendalian, sehingga kerugian panen bisa diminimalisir," kata Jumadi.
Diharapkan, melalui sinergi antara BPP, penyuluh, dan kelompok tani, ancaman serangan penyakit kresek dapat diatasi sehingga target produksi padi di wilayah Kecamatan Purworejo dapat tercapai secara optimal.
Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (BPP Purworejo)






