ak Ada Rotan, Akar pun Jadi: Pertemuan KTNA Kec. Bruno Tetap Hangat Meski Tanpa Aula

By DINPPKP 30 Mei 2025, 09:50:41 WIB Penyuluhan
ak Ada Rotan, Akar pun Jadi: Pertemuan KTNA Kec. Bruno Tetap Hangat Meski Tanpa Aula

*Tak Ada Rotan, Akar pun Jadi: Pertemuan KTNA Kec. Bruno Tetap Hangat Meski Tanpa Aula*

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi, Praktisi dan Pemerhati Pertanian Ramah Lingkungan

# _CybersquadX_ BPP Bruno

# Bruno _Come Back on Fire_

______________

 *Buno, 28 Mei 2025* – Pepatah lama “tak ada rotan, akar pun jadi” seolah menemukan makna yang tepat dalam kegiatan Pertemuan Rutin Selapanan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bruno yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bruno, Selasa (28/05/2025).


Berbeda dengan BPP lain di Kabupaten Purworejo yang telah memiliki aula representatif, BPP Bruno masih belum dilengkapi fasilitas tersebut. Namun, keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi semangat kebersamaan dan komunikasi antarpetani. 


Dalam suasana lesehan yang berlangsung di ruangan kantor, para peserta duduk berdesakan namun tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Justru, suasana sederhana ini menciptakan nuansa akrab dan kekeluargaan. Tanpa sekat formalitas, para anggota KTNA bebas berdiskusi, bertukar ide, serta menyampaikan aspirasi langsung kepada penyuluh maupun narasumber yang hadir. Gelak tawa dan candaan ringan mewarnai pertemuan, menambah kesan hangat dan guyub di antara para peserta.

 

Duwi Hartoto, S.ST, (Koordinator BPP Bruno) dalam sambutannya mengatakan bahwa “Tema besar pertemuan hari ini adalah membangun sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan”. Sebagai bagian dari upaya ini, diperkenalkan teknik sederhana memperbanyak _Trichoderma_ oleh Sugiyo, selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Demonstrasi ini menarik perhatian karena alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana dan mudah diduplikasi oleh petani ditingkat rumah tangga.


 _Trichoderma_ menurut Sugiyo "adalah sejenis jamur antagonis yang secara alami mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen seperti _Fusarium, Rhizoctonia_ , dan _Pythium_ . Selain sebagai agen hayati pengendali penyakit, _Trichoderma_ juga berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman karena dapat memproduksi zat pemacu tumbuh dan melarutkan unsur hara.”

 

Diskusi yang semula fokus pada _Trichoderma_ , kemudian berkembang membahas topik penting lainnya, yakni pupuk kascing (kompos bekas cacing). Salah satu peserta KTNA,  Sugito dari Desa Karanggedang, menjadi pelopor produksi pupuk kascing di wilayahnya. Beliau bahkan menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pada pertemuan KTNA bulan depan agar para peserta bisa belajar langsung di lokasi produksi miliknya. Usulan ini pun disambut antusias dan disepakati bersama.


Pertemuan rutin selapanan ini memang menjadi wadah strategis untuk berbagi informasi seputar pertanian, perikanan, dan peternakan. Didalamnya juga dibahas berbagai permasalahan di lapangan serta rencana kerja ke depan. Meski dalam kesederhanaan, substansi tetap menjadi fokus utama.


Penyuluh pertanian dari BPP Bruno turut memberikan pendampingan aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka menyampaikan materi terkait teknologi pertanian terbaru, penguatan kelembagaan petani, hingga strategi menghadapi musim tanam.


Dengan semangat gotong royong dan solidaritas tinggi, KTNA Kecamatan Bruno membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk tidak berkegiatan. Pertemuan lesehan yang sederhana ini justru menjadi simbol kekuatan komunitas tani yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

______________





Berita Purworejo

Counter Pengunjung