- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
ADAKAN WORKSHOP, PSEKP KEMENTAN EVALUASI EFEKTIVITAS PERAN BPP DALAM PERCEPATAN DISEMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN

ADAKAN WORKSHOP, PSEKP KEMENTAN EVALUASI EFEKTIVITAS PERAN BPP DALAM PERCEPATAN DISEMINASI TEKNOLOGI PERTANIAN
Bertempat di Hotel Aston Imperium Purwokerto, pada akhir September 2023 diadakan kegiatan Workshop berjudul Efektivitas Peran BPP dalam Percepatan Diseminasi Teknologi Pertanian Mendukung Kegiatan Utama Kementerian Pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Pusat Sosial Ekonomi Pertanian Sekjen Kementan beserta tim pendamping kegiatan, Kepala Dinas Pertanian serta perwakilan PPL penerima kegiatan tahun 2020-2023 meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Purworejo, di 4 Kabupaten.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Sudi Mardianto menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi teknologi pertanian bertujuan meningkatkan adopsi dan inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian melalui berbagai kegiatan komunikasi, promosi dan komersialisasi serta penyebaran paket teknologi unggul yang dibutuhkan dan menghasilkan nilai tambah bagi berbagai khalayak pengguna dan menyelenggarakan kegiatan penyebarluasan materi penyuluhan baik secara tercetak maupun media elektronik. Kegiatan diseminasi BPP merupakan penguatan konstratani yang ada di setiap kecamatan meliputi aktivitas, pelaporan, transfer informasi, fasilitas benih, pupuk dan alsintan yang memadai. “BPP sebagai center of inovasi seperti percontohan sumur bor, display varietas, inovasi poster”, tambahnya.
Sekjen Kementan Kasdi Subagyono yang menyampaikan arahannya melalui vidcon bahwa konstratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Tugas BPP dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dapat dilakukan antara lain dengan inovasi teknologi, sarana prasarana pertanian, peraturan perundang-undangan terkait pertanian, dan sumber daya manusia pertanian. Dalam perkembangannya proses diseminasi teknologi pertanian harus dapat bersinergi dengan potensi dan pola kebiasaan pelaku usahatani dalam melakukan kegiatannya, sehingga proses penyerapan informasi dan nilai kegunaannya dapat dioptimalkan sesuai dengan tujuan yaitu meningkatkan hasil produksi dan mensejahterakan petani.
Kegiatan workshop diisi dengan monitoring perkembangan pelaksanaan kegiatan diseminasi tahun 2023,evaluasi kegiatan diseminasi tahun 2020-2023, diskusi dan tindak lanjut kegiatan diseminasi. Acara selanjutnya paparan dari 4 BPP penerima kegiatan diseminasi tahun 2023, yaitu :
- BPP Sumbang menyampaikan demplot budidaya bawang merah dan cabai merah keriting
- BPP Padamara menyampaikan budidaya labu madu dengan teknologi monanta
- BPP Sigaluh yang menyampaikan teknologi top working durian
- BPP Ngombol menyampaikan demplot kacang hijau untuk mengatasi lahan bero
Adopsi inovasi memerlukan proses komunikasi yang terus menerus dari penyuluh kepada adopternya, untuk manganalisis, menjelaskan, mendidik dan membantu masyarakat /petani agar tahu, mau dan mampu menerapkan teknologi terpilih. Adopsi inovasi merupakan proses pengambilan keputusan bagi adopter (petani) yang berkelanjutan dan tidak kenal berhenti untuk menerima, memahami, menghayati dan menerapkan, serta siap untuk melakukan perubahan – perubahan dalam praktek berusahatani dengan memanfaatkan teknologi terpilih yang disuluhkan.
Acara dilanjutkan diskusi dan tanya jawab serta rencana tindak lanjut kegiatan diseminasi yaitu perlu dilakukan kajian evaluasi dampak diseminasi untuk mengetahui sejauh mana penilaian kegiatan melalui pengumpulan data, analisis informasi data, pengumpulan fakta sehingga dapat digunakan untuk menilai efektivitas pencapaian kegiatan diseminasi.






