- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Yakinkan Petani, KT Tani Makmur Sumberrejo Laksanakan SL CSA SIMURP

Petani merupakan pelaku usaha sektor pertanian yang berada di garis terdepan. Sebagian besar petani kita berusia lanjut dan melakukan budidaya dengan teknologi konvensional atau sesuai kebiasaan petani terdahulu. Ada kebiasaan yang baik, namun ada kebiasaan yang kurang mendukung budidaya yang baik.
Kebiasaan petani di era ini yang kurang baik diantaranya, hanya menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak dan tidak berimbang. Selain itu perlakuan bibit yang menyebabkan bibit mengalami stres dan stagnasi yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman, yang dapat menurunkan produksi. Namun karena keterbatasan lahan, modal serta pengetahuan, petani masih menggunakan kebiasaan lama. Meski ada informasi teknologi baru, sebagian petani masih enggan menerapkan.
Hal ini disebabkan karena petani belum benar-benar memahami latar belakang, maksud dan tujuan sebuah teknologi, sehingga belum yakin dan belum mau mengubah kebiasaan karena takut gagal. Untuk itu dilakukan Sekolah Lapang (SL) sebagai sarana pembelajaran bersama dan transfer teknologi budidaya, yang dipandu oleh PPL seperti yang dilaksanakan di Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Sumberrejo Kecamatan Purwodadi selama tiga hari yaitu tanggal 13-15 Juli 2022. Teknologi budidaya tanaman padi selalu berkembang, seiring dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan tentang budidaya tanaman padi. Terlebih saat ini petani dihadapkan pada perubahan iklim yang sangat berdampak dalam usaha tani.
Climate Smart Agriculture (CSA) atau diartikan sebagai Pertanian Cerdas Iklim, merupakan suatu pendekatan yang mentransformasikan dan mengorientasi ulang sistem produksi pertanian dan rantai pangan sehingga keduanya mendukung pertanian berkelanjutan dan dapat menjaga ketahanan pangan dalam kondisi perubahan iklim. Sedangkan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. SIMURP merupakan proyek yang berbasis di daerah irigasi dan daerah rawa.
Ada tiga tujuan Proyek SIMURP yang dilaksanakan dengan teknologi CSA, yaitu :
- Peningkatan Intensitas Pertanaman (IP), Produktivitas dan pendapatan sektor pertanian
- Penguatan adaptasi dan Ketangguhan petani terhadap Dampak Perubahan Iklim (DPI)
- Penurunan dan atau menghilangkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sebagaimana diketahui, bahwa perubahan iklim disebabkan oleh banyak faktor yang merupakan aktifitas manus peningkatan emisi Gas Rumah Kaca
Adapun teknologi CSA yang dipelajari dan akan diterapkan diantaranya :
- Penggunaan bahan organik untuk membuat pupuk organik
- Penggunaan Varietas Unggul Produksi tinggi yang tahan terhadap cekaman dan rendah emisi.
- Sistem Budidaya padi Jajar Legowo dengan menggunakan bibit usia muda dan penggunaan benih 2-3 bibit bibit per lubang.
- Teknologi hemat air melalui sistem irigasi intermitten atau berselang atau Alternate Wet and Drying (AWD) atau macak-macak, atau Pengairan Basah Kering (PBK).
- Pemupukan Berimbang melalui penggunaan perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk menentukan dosis pupuk dasar Nitrogen, Phospat dan Kalium (NPK) atau menggunakan rekomendasi dari Balitbang Pertanian
- Penerapan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terpadu dengan mengutamakan penggunaan pestisida nabati dan Agensia Pengendali Hayati.
Sekolah Lapang CSA SIMURP di Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Sumberrejo pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2022 merupakan pertemuan kedua dengan materi pembelajaran Tanam Jajar Legowo, Teknologi Hemat Air dengan Pengairan Berselang (intermitten) dan Pengendalian OPT Ramah lingkungan.
Petani secara aktif diajak berdiskusi tentang manfaat tanam jajar legowo hingga memahami bahwa tujuan tanam jajar legowo adalah membuat semua rumpun tanaman mendapat efek pinggir. Semua rumpun tanaman padi dengan sistem jajar legowo semua subur karena mendapatkan radiasi matahari secara merata, penyerapan unsur hara lebih merata, mendapat air secara merata, sirkulasi udara lebih merata dan iklim mikro yang tidak disukai oleh OPT.
Untuk Teknologi Hemat Air, petani diberi pemahaman dengan berdiskusi membandingkan kesuburan tanaman yang digenang terus menerus dengan tanaman yang kadang diairi kadang dikeringkan. Selanjutnya petani peserta diajarkan membuat pralon AWD yang digunakan sebagai indikator ketinggian air di sawah.
Sebagai penutup kegiatan SL hari kedua, peserta belajar bersama mengembangkan Agensia Pengendali Hayati (APH) Jamur Beauveria Bassiana dengan alat fermentor dan media Ekstrak KentangGula (EKG), yang dapat digunakan sebagai pengendali hama walang sangit, ulat penggerek dan wereng batang coklat. Jamur Beauveria Bassiana merupakan salah satu APH yang sesuai dengan tujuan pengendalian OPT ramah lingkungan yaitu tidak mengandung racun dan tidak meninggalkan residu. Kegiatan SL akan dilanjutkan hari berikutnya dengan praktek membuat pestisida nabati sebagai pendukung penerapan teknologi pengendalian OPT Ramah Lingkungan.
(Desty Lina Erfawati, SP, Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi)






