- Kelompok Tani Rukun Tani dan Sumber Harapan, Panen Varietas Unggulan dengan Tantangan Cuaca dan Harga
- SELEKSI TENAGA FASILITATOR LAPANGAN KEGIATAN RJIT 2026
- Pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau di Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren
- DKPP PURWOREJO SALURKAN BANTUAN PANGAN CPPD KE SEJUMLAH BNBA TERDAMPAK PUSO DAN KEKERINGAN DI DESA/KELURAHAN KECAMATAN PURWOREJO
- Gerak cepat tim kolaborasi tangani aduan masyarakat terkait pelaku usaha peternakan burung puyuh
- Pemeriksaan Ketat Bahan Pangan Asal Hewan: Langkah Nyata Wujudkan Keamanan Konsumen
- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus

Ada yang unik di Puskeswan siang inii..
Selasa, 07 April 2026 kami mendapat pasien kambing 2 ekor. Yang membuat unik, kambing ini dibawa oleh pemilik yaitu Pak Haryanto dari Bayan menggunakan becak. Dua kambing ini merupakan induk dan anaknya yang sudah berumur 6 bulan.
Anak kambing ini datang dengan keluhan kurus, dan induknya terdapat luka berbelatung di ekor. Kondisi ini sering di sebut dengan miasis.
Miasis itu sendiri adalah kondisi infeksi yang disebabkan oleh larva lalat (belatung) yang berkembang di jaringan tubuh hewan. Penyakit ini umumnya terjadi ketika lalat meletakkan telur pada luka terbuka, kulit yang lembap, atau area tubuh yang kotor. Setelah menetas, larva akan memakan jaringan hidup maupun mati, sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius jika tidak segera ditangani.
Faktor utama yang memicu miasis pada kambing antara lain kebersihan kandang yang kurang terjaga, adanya luka yang tidak dirawat, serta kondisi lingkungan yang lembap dan hangat yang mendukung perkembangan lalat. Selain itu, kambing yang lemah atau sakit lebih rentan terkena miasis karena daya tahan tubuhnya menurun.
Gejala miasis dapat dikenali dari adanya luka yang membesar dan berbau busuk, keluarnya cairan, serta terlihatnya belatung di area tersebut. Kambing yang terinfeksi biasanya tampak gelisah, sering menggosokkan tubuhnya, nafsu makan menurun, dan mengalami penurunan berat badan.
Pencegahan miasis sangat penting dilakukan, antara lain dengan menjaga kebersihan kandang, rutin memeriksa kondisi tubuh kambing, segera mengobati luka, serta mengendalikan populasi lalat di lingkungan peternakan. Dengan perawatan yang baik, risiko terjadinya miasis pada kambing dapat diminimalkan.
Sebelum pulang, Pak Haryanto kami jelaskan bahwa untuk kambing dan ternak lainnya pengobatan bisa dilakukan di rumah dengan menghubungi kami di nomor HP yang kami berikan ke beliau.






