- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR

PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Dalam upaya mengoptimalkan fungsi infrastruktur, pengairan dan mendukung ketahanan pangan nasional, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Wadaslintang Timur pada hari Selasa, Tanggal 7 April 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di kantor perwakilan Kebumen ini menjadi wadah sinkronisasi antara penyedia infrastruktur, pemangku kebijakan daerah, dan penyandang dana internasional.
Agenda utama rapat ini adalah peninjauan progres serta koordinasi teknis terkait proyek rehabilitasi yang sedang berjalan. Kehadiran Tim dari Bank Dunia (World Bank) menunjukkan urgensi proyek ini dalam skala internasional, khususnya terkait efisiensi penggunaan air dan dampak sosial-ekonomi bagi petani di wilayah Purworejo, Kebumen dan sekitarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut:
1. Tim Teknis BBWS Serayu Opak (Yogyakarta): Selaku pelaksana otoritas pusat yang mengawal standarisasi konstruksi.
2. Perwakilan DPUPR Kabupaten Purworejo Bidang SDA: Memberikan masukan terkait integrasi jaringan irigasi sekunder dan tersier.
3. Perwakilan DKPP Kabupaten Purworejo Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian : Memberikan perspektif mengenai kebutuhan air pada masa tanam dan pemetaan wilayah terdampak rehabilitasi.
Keterangan gambar : Rakor rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Wadaslintang Timur
Dalam rakor tersebut, beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
1. Sinkronisasi Jadwal Konstruksi : Memastikan pekerjaan fisik rehabilitasi tidak mengganggu siklus tanam petani secara signifikan.
2. Standarisasi Mutu : Tim Bank Dunia menekankan pada kualitas material dan keberlanjutan (sustainability) bangunan irigasi agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
3. Manajemen Distribusi Air : Pembahasan mengenai pengaturan pintu air dan pembagian debit selama masa perbaikan agar wilayah hilir tetap mendapatkan suplai air yang adil.
Rehabilitasi D.I. Wadaslintang Timur diharapkan mampu menekan angka kehilangan air (water losses) dan menjamin ketersediaan air hingga ke ujung saluran (tail-end).
"Koordinasi lintas sektor ini sangat penting agar aspek teknis di lapangan sejalan dengan kebutuhan nyata para petani di Kabupaten Purworejo. Dukungan dari Bank Dunia memberikan peluang bagi kita untuk menerapkan teknologi irigasi yang lebih modern," ujar salah satu perwakilan tim teknis di sela-sela rapat.
Setelah selesai rapat koordinasi di kantor perwakilan Kebumen, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa Lokasi D.I di wilayah Kabupaten Purworeko. Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak memiliki kesepahaman yang sama (common ground) dalam menyelesaikan tantangan di lapangan demi suksesnya proyek strategis nasional ini.
Keterangan Gambar : Kunjungan Lokasi Daerah Irigasi (DI) Sudagaran Kecil






