- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026

Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
Pada hari ini, Rabu tanggal Delapan bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam (08-04-2026), bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, telah diselenggarakan agenda strategis berupa Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Provinsi Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh jajaran dinas terkait, praktisi pertanian, serta tamu undangan guna memperkuat sinergi sektor hortikultura di wilayah Kabupaten Purworejo.
Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan Basmalah bersama sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat tani. Sambutan Pertama: Disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Maria Dini Handajani, S.T., M.A.P. Beliau menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung program nasional demi kedaulatan pangan lokal.
Sambutan Kedua: Disampaikan oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Shafiq Afrianto, SP., dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH). Beliau memaparkan urgensi koordinasi lintas sektoral untuk memastikan keberhasilan pengembangan kawasan cabai di tingkat provinsi.
Sesi inti diisi dengan pemaparan komprehensif dari dua pakar di bidangnya:
Materi I: Strategi Pengembangan, Pola Produksi, dan Analisis Ketersediaan Surplus/Minus Komoditas Cabai. Disampaikan oleh Ibu Wagiyanti, SP., M.Sc., yang mengupas tuntas data teknis dan proyeksi produksi untuk menjaga stabilitas pasar.
Materi II: Champion Cabai Jawa Tengah: Petarung Sejati Mendukung Pengembangan Kawasan Cabai dalam Rangka Stabilisasi Pasokan. Disampaikan oleh Bapak Saronto (Petani Cabai Champion), yang memberikan motivasi serta berbagi pengalaman praktis mengenai tata kelola tani yang tangguh dan adaptif.
Adanya Champion Cabe ditujukan untuk mencegah adanya inflasi yang diperkirakan di bulan Oktober, November dan Desember sehingga untuk menanam dijadwlakan bulan Juni, Juli atau Agustus diharapkan masa panen di bulan saat adanya inflasi. Berdasarkan hasil pertemuan, disepakati langkah taktis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok, khususnya dalam menghadapi potensi inflasi akhir tahun: Pengendalian Inflasi (Oktober – Desember): Disepakati perlunya intervensi khusus untuk mencegah lonjakan harga cabai pada triwulan keempat.Pengaturan Jadwal Tanam: Sebagai langkah konkret, para petani diarahkan untuk melakukan penanaman secara serentak atau berjenjang pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.Target Panen: Pengaturan jadwal tanam tersebut bertujuan agar masa panen raya jatuh pada bulan Oktober, November, dan Desember, sehingga pasokan pasar tetap melimpah saat permintaan tinggi.
Rangkaian acara diakhiri dengan kesimpulan bersama terkait langkah taktis pengembangan kawasan cabai tahun 2026 dan ditutup dengan doa bersama.






