Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026

By DINPPKP 10 Apr 2026, 09:25:25 WIB Penyuluhan
Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026

Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026


Pada hari ini, Rabu tanggal Delapan bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam (08-04-2026), bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, telah diselenggarakan agenda strategis berupa Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Provinsi Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh jajaran dinas terkait, praktisi pertanian, serta tamu undangan guna memperkuat sinergi sektor hortikultura di wilayah Kabupaten Purworejo.

Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan Basmalah bersama sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar kegiatan berjalan lancar serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat tani. Sambutan Pertama: Disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Maria Dini Handajani, S.T., M.A.P. Beliau menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung program nasional demi kedaulatan pangan lokal.

Sambutan Kedua: Disampaikan oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Shafiq Afrianto, SP., dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH). Beliau memaparkan urgensi koordinasi lintas sektoral untuk memastikan keberhasilan pengembangan kawasan cabai di tingkat provinsi.

Sesi inti diisi dengan pemaparan komprehensif dari dua pakar di bidangnya:

Materi I: Strategi Pengembangan, Pola Produksi, dan Analisis Ketersediaan Surplus/Minus Komoditas Cabai. Disampaikan oleh Ibu Wagiyanti, SP., M.Sc., yang mengupas tuntas data teknis dan proyeksi produksi untuk menjaga stabilitas pasar.

Materi II: Champion Cabai Jawa Tengah: Petarung Sejati Mendukung Pengembangan Kawasan Cabai dalam Rangka Stabilisasi Pasokan. Disampaikan oleh Bapak Saronto (Petani Cabai Champion), yang memberikan motivasi serta berbagi pengalaman praktis mengenai tata kelola tani yang tangguh dan adaptif.

Adanya Champion Cabe ditujukan untuk mencegah adanya inflasi yang diperkirakan di bulan Oktober, November dan Desember sehingga untuk menanam dijadwlakan bulan Juni, Juli atau Agustus diharapkan masa panen di bulan saat adanya inflasi. Berdasarkan hasil pertemuan, disepakati langkah taktis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok, khususnya dalam menghadapi potensi inflasi akhir tahun: Pengendalian Inflasi (Oktober – Desember): Disepakati perlunya intervensi khusus untuk mencegah lonjakan harga cabai pada triwulan keempat.Pengaturan Jadwal Tanam: Sebagai langkah konkret, para petani diarahkan untuk melakukan penanaman secara serentak atau berjenjang pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.Target Panen: Pengaturan jadwal tanam tersebut bertujuan agar masa panen raya jatuh pada bulan Oktober, November, dan Desember, sehingga pasokan pasar tetap melimpah saat permintaan tinggi.

Rangkaian acara diakhiri dengan kesimpulan bersama terkait langkah taktis pengembangan kawasan cabai tahun 2026 dan ditutup dengan doa bersama.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung