- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
WORLD RABIES DAY 2023

WORLD RABIES DAY 2023
Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang di peringati setiap tanggal 28 September, pada tanggal 07 Oktober 2023 kemarin, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia dengan serempak mengadakan vaksinasi terhadap hewan pembawa rabies.
Di Kabupaten Purworejo sendiri, Hari Rabies Sedunia ini juga di peringati dengan mengadakan vaksinasi terhadap hewan pembawa rabies. Acara ini bekerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dengan Organisasi Dokter Hewan yaitu Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Purworejo. Acara vaksinasi rabies kali ini dibagi dalam beberapa titik, yaitu UPT Puskeswan Purworejo yang menjadi pusat acara dan di beberapa tempat praktik dokter hewan seperti Satwa Corner, Carol Pet Vet, Fauna Petshop and Care dan Praktek drh. Prita.
Acara ini diikuti sekitar 120 ekor hewan pembawa rabies. Dengan diadakannya vaksinasi rabies ini diharapkan angka kematian manusia akibat gigitan hewan pembawa rabies dapat berkurang. Meskipun saat ini Kabupaten Purworejo merupakan Kabupaten dengan status bebas rabies, namun Kabupaten Purworejo merupakan Kabupaten yang dilewati dalam perdagangan hewan pembawa rabies (anjing) dari Jawa Barat yang mana Jawa Barat masih berstatus belum bebas rabies.
Rabies merupakan penyakit hewan menular strategis yang sangat ditakuti nomor 1 di dunia. Penyakit ini merupakan penyakit penting di Indonesia karena bersifat fatal dan menimbulkan kematian bagi manusia yang terpapar. Rabies dapat terjadi pada semua hewan berdarah panas (anjing, kucing, kera, kuda, kerbau, sapi, domba, kambing, dll) termasuk juga dapat menular ke manusia. Namun demikian dari data yang ada penyebar rabies yang utama adalah anjing (92 %), Kucing (6 %) dan kera (3 %).
Pada hewan penderita rabies, virus dapat ditemukan pada air liurnya. Oleh sebab itu penularan penyakit pada hewan maupun manusia pada umumnya melalui gigitan atau luka terbuka yang terkena air liur hewan/manusia penderita rabies. Masa inkubasi virus ini rata-rata sekitar 2 minggu, bergantung pada jumlah virus yang masuk melalui luka, dalam atau tidaknya luka, luka tunggal atau banyak, dekat atau tidaknya luka dengan susunan syaraf pusat, dan perlakuan luka setelah gigitan.
Penyakit rabies ini menyerang syaraf pusat (otak) secara akut baik pada manusia maupun pada hewan. Gejala yang sering muncul antara lain: hewan sering mencari tempat yang dingin dan menyendiri, ekor terdapat diantara dua kaki, menyerang apa saja yang ada di depannya, memakan benda asing yang ada di depannya, mata kering terbuka dan kotor, air liur berlebihan, kejang-kejang dan akhirnya mati.
Apabila terjadi kasus gigitan oleh anjing, kucing atau kera, Tindakan yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:
1. Tindakan pada manusia
- Basuh luka gigitan dengan air sabun dan cuci pada air mengalir, serta diberi yodium tincture (pertolongan pertama);
- Dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut;
- Lapor pada Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan setempat.
2. Tindakan pada hewan penggigit
- Hewan penggigit dibawa ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan observasi selama 2 minggu;
- Bila hewan tersebut mati, maka diambil otaknya untuk dilakukan pemeriksaan pada laboratorium Kesehatan hewan sebagai peneguhan diagnose;
- Bila hasil laboratorium menunjukkan hasil positif rabies, korban gigitan harus melaporkan Kembali ke Rumah Sakit/Dinas Kesehatan untuk Tindakan anti rabies;
- Bila seseorang sudah menunjukkan gejala klinis rabies, maka tidak ada lagi obat yang efektif untuk mengatasi dan selalu diakhiri dengan kematian.






