WIWITAN DAN UBINAN PADI DI KELOMPOK TANI SIDO WARAS DESA KARANGGEDANG

By DINPPKP 19 Nov 2025, 08:49:58 WIB Penyuluhan
WIWITAN DAN UBINAN PADI DI KELOMPOK TANI SIDO WARAS DESA KARANGGEDANG

WIWITAN DAN UBINAN PADI DI KELOMPOK TANI SIDO WARAS DESA KARANGGEDANG 

Kranggedang, 18 November 2025

Wiwitan padi adalah tradisi yang masih dijaga kelestariannya oleh petani di Desa Karanggedang hingga saat ini. Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur petani kepada Allah bahwa sebentar lagi akan panen padi. Tradisi wiwitan yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sido Waras Desa Karanggedang selalu dilakukan sebagai wujud rasa syukur petani karena hasil panennya ditahun ini.

Selasa, 18 November 2025 dilaksanakan kegiatan panen padi oleh kelompok tani Sido Waras Desa Karanggedang bersama PPL serta POPT BPP Kecamatan Bruno. Sebelum dilakukan kegiatan panen, Penyuluh Pertanian dan Petugas statistik tanaman pangan serta kelompok tani melaksanakan kegiatan ubinan. Pengambilan sampel ubinan merupakan salah satu cara untuk memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Kegiatan ubinan melalui titik sampel dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² kemudian hasil panennya dihitung dan dikonversikan menjadi hasil per hektar. Hasil ubinan ini dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 Ha.  Hasil ubinan yang dilakukan dengan metode yang benar akan menghasilkan angka yang tidak jauh beda dengan hasil riel yang diperoleh petani. Varietas padi yang jadikan sampel ubinan kali ini adalah padi AGT 303. Dari ubinan yang dilakukan dengan 2 titik sampel diperoleh hasil 6,077 dan 6,147 Kg. Setelah dikonversi dengan rumus yang ada diperoleh hasil 8,834 ton/ha. Hasil ini melebihi ekspektasi dari petani. Hasil ini juga lebih tinggi dari provitas di kecamatan Bruno saat ini yang berada di angka 5,2 ton/ha. 

"Hari ini kita menjadi saksi bahwa perlakuan budidaya yang baik, penggunaan benih bersertifikat, penggunaan pupuk kandang yang telah diolah dengan benar serta pemeliharaan tanaman yang baik, kita bisa panen 8 ton lebih dimana hasil ini lebih tinggi dari rata-ratanya kecamatan yang berada di angka 5,2 ton/ha. Di sini bisa hampir 9 ton," ujar Hari Prabowo, PPL wibi setempat.  

"Capaian ini bisa terealisasi karena adanya kerjasama yang baik antara dinas pertanian dan Kelompok tani. PPL sebagai ujung tombak dinas terus aktif untuk berinovasi bersama dengan kelompok tani guna peningkatan inovasi budidaya padi sehingga produksi padi bisa meningkat," ujarnya.

Duwi Hartoto, selaku Koordinator BPP Kecamatan Bruno mengapresiasi hasil kerja kelompok tani beserta anggotanya “Pencapaian ini menegaskan, bahwa produktivitas padi Kelompok Tani Sido Waras berada di level yang sangat tinggi. Bahkan, melampaui rata-rata produktivitas padi di Kecamatan Bruno,” 

Lanjutnya menambahkan, bahwa dalam panen kali ini pihaknya juga memberikan arahan kepada para petani. Arahan tersebut terkait menjaga keberlanjutan dan kestabilan produktivitas. Kelompok tani harus terus menerapkan pergiliran varietas sesuai dengan kondisi lingkungan dan iklim, penggunaan pupuk  organik dan tentunya budidaya tanaman sehat.

Menurutnya, langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan hasil panen yang optimal. “Tetapi juga untuk meminimalisasi risiko serangan hama dan penyakit, serta dampak negatif dari perubahan cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung