SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR

By DINPPKP 06 Agu 2026, 09:35:54 WIB Pangan
SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR

SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR 

Dalam rangka menyusun rencana pelaksanaan kegiatan penanganan kerawanan pangan tahun 2027, Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melaksanakan survey ke peternakan ayam petelur. Survey dilaksanakan di dua tempat yaitu  di Desa Pucangagung Kecamatan Bayan dan Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang. Survey ini bertujuan untuk menentukan jenis ayam petelur yang cocok untuk dibudidayakan di desa rentan rawan pangan agar mampu untuk memenuhi kebutuhan protein harian keluarga.

Survey di Desa Pucangagung Kecamatan Bayan dilaksanakan di rumah Bapak Untung Widodo yang memelihara ayam petelur skala rumah tangga jenis ayam elba. Ayam elba merupakan ayam petelur unggul karena memiliki produktivitas telur tinggi dengan konsumsi pakan yang relatif efisien. Satu ekor ayam mampu bertelur sebanyak 300 butir dengan kebutuhan pakan per hari 70 gram. Ayam mempunyai ciri fisik seperti ayam kampung tetapi mempunyai postur yang lebih kecil sehingga harga afkirnya rendah.

Survey di Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang dilaksanakan di peternakan ayam milik Bapak Nur Eko Widi dengan populasi ayam sebanyak 2.500 ekor . Ayam ini dipelihara dalam kandang batre, per kandang diisi 2 ekor ayam. Jenis ayam petelur yang diternakkan yaitu isa brown, lohman dan hyline. Kebutuhan pakan per hari ketiga jenis ayam tersebut sebanyak 120 gram per ekor. 

Secara fisik, ayam petelur Isa Brown berukuran sedang dan memiliki bulu berwarna coklat seperti warna kerabang telur yang dihasilkan. Ayam petelur Isa Brown mampu memproduksi telur sejak usia 18 minggu dan dapat menghasilkan telur sekitar 300-320 butir per ekor. Telur ayam petelur Isa Brown memiliki cangkang yang lebih keras dan tebal. Telur ini juga memiliki warna kuning kecokelatan yang khas dan kuning telur yang lebih cerah.

Sementara itu, ayam petelur Lohman juga memiliki kemampuan bertelur yang sangat baik. Mereka mampu menghasilkan telur dengan jumlah yang hampir sama, yaitu sekitar 280-300 butir telur per tahun. Meskipun sedikit lebih rendah dari Isa Brown, jumlah ini masih tergolong sangat produktif. telur ayam petelur Lohman memiliki cangkang yang sedikit lebih tipis. Warna kuning telur pada telur Lohman cenderung lebih pucat. Meskipun begitu, kualitas dan rasa telur dari kedua jenis ayam petelur ini tetap sangat baik dan layak dikonsumsi. Kelemahan ayam Lohman ayam ini bersifat kanibal sehingga disaat pasokan pakan terhambat ayam akan saling patuk akibat stress.

Jenis ayam Hyline mempunyai daya tahan tubuhnya yang kuat dan tingkat kehidupannya yang tinggi sejak masa anak ayam hingga masa tua atau afkir. Karakteristik utama dari ayam Hyline adalah telur yang dihasilkannya memiliki cangkang yang sangat tebal, padat, dan kuat dengan produksi per ekor mencapai 400an butir per ekor. Keunggulan cangkang yang kokoh ini sangat dicari oleh peternak maupun pedagang telur karena telur tersebut tidak akan mudah retak atau pecah saat melalui proses pengemasan dan pengiriman jarak jauh ke luar kota. Postur tubuh ayam Hyline juga tergolong ramping sehingga ayam ini sangat hemat tempat ketika dimasukkan ke dalam kandang baterai. Ayam jenis ini juga lebih hemat pakan dibanding jenis Isa Brown dan Lohman.

Berdasarkan keterangan dari Bapak Nur Eko Widi pilihan jenis ayam petelur yang paling cocok untuk dibudidayakan ayam Hyline karena memiliki produktivitas telur yang tinggi, lebih irit pakan dan lebih mudah beradaptasi.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung