- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Wingkosanggrahan Ngombol Gandeng POPT dan PPL Adakan Gerdal Hama Tikus Metode Fumigasi

Gerakan Pengendalian Tikus dengan Metode Fumigasi/Emposan Belerang
Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol
Pada hari Kamis, 4 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, dilaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus di areal persawahan Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Petugas (OPT) wilayah Kecamatan Ngombol.
Pengendalian dilakukan dengan metode fumigasi atau pengemposan belerang, yang dinilai efektif untuk menekan populasi tikus pada awal musim tanam. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menyusul ditemukannya liang aktif tikus di beberapa pematang sawah serta adanya gejala gangguan benih dan tanaman muda oleh hama tikus.
Saat kegiatan berlangsung, tanaman di wilayah tersebut telah memasuki Musim Tanam 1 (MT I) dengan umur 7 Hari Setelah Tanam (HST). Kondisi ini merupakan fase kritis karena tikus sering menyerang area persemaian dan tanaman muda, sehingga tindakan dini sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan berkelanjutan.
Total luas hamparan yang menjadi sasaran kegiatan mencapai 145 hektare, meliputi sebagian besar area sawah desa Wingkosanggrahan. Petani secara gotong royong membuka liang aktif dan memasukkan asap belerang untuk mengusir serta memutus aktivitas tikus. Penyuluh pertanian bersama petugas OPT memberikan pendampingan teknis, mengarahkan titik fokus fumigasi, serta melakukan monitoring lapangan.
Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari petani. Diharapkan dengan adanya upaya pengendalian secara terpadu dan tepat waktu, serangan hama tikus pada fase awal pertumbuhan padi dapat dicegah sehingga produksi padi MT I tetap optimal.






