- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Wingkosanggrahan Ngombol Gandeng POPT dan PPL Adakan Gerdal Hama Tikus Metode Fumigasi

Gerakan Pengendalian Tikus dengan Metode Fumigasi/Emposan Belerang
Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol
Pada hari Kamis, 4 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, dilaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus di areal persawahan Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Petugas (OPT) wilayah Kecamatan Ngombol.
Pengendalian dilakukan dengan metode fumigasi atau pengemposan belerang, yang dinilai efektif untuk menekan populasi tikus pada awal musim tanam. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menyusul ditemukannya liang aktif tikus di beberapa pematang sawah serta adanya gejala gangguan benih dan tanaman muda oleh hama tikus.
Saat kegiatan berlangsung, tanaman di wilayah tersebut telah memasuki Musim Tanam 1 (MT I) dengan umur 7 Hari Setelah Tanam (HST). Kondisi ini merupakan fase kritis karena tikus sering menyerang area persemaian dan tanaman muda, sehingga tindakan dini sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan berkelanjutan.
Total luas hamparan yang menjadi sasaran kegiatan mencapai 145 hektare, meliputi sebagian besar area sawah desa Wingkosanggrahan. Petani secara gotong royong membuka liang aktif dan memasukkan asap belerang untuk mengusir serta memutus aktivitas tikus. Penyuluh pertanian bersama petugas OPT memberikan pendampingan teknis, mengarahkan titik fokus fumigasi, serta melakukan monitoring lapangan.
Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari petani. Diharapkan dengan adanya upaya pengendalian secara terpadu dan tepat waktu, serangan hama tikus pada fase awal pertumbuhan padi dapat dicegah sehingga produksi padi MT I tetap optimal.






