- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Wingkosanggrahan Ngombol Gandeng POPT dan PPL Adakan Gerdal Hama Tikus Metode Fumigasi

Gerakan Pengendalian Tikus dengan Metode Fumigasi/Emposan Belerang
Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol
Pada hari Kamis, 4 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, dilaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus di areal persawahan Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Petugas (OPT) wilayah Kecamatan Ngombol.
Pengendalian dilakukan dengan metode fumigasi atau pengemposan belerang, yang dinilai efektif untuk menekan populasi tikus pada awal musim tanam. Pelaksanaan kegiatan dilakukan menyusul ditemukannya liang aktif tikus di beberapa pematang sawah serta adanya gejala gangguan benih dan tanaman muda oleh hama tikus.
Saat kegiatan berlangsung, tanaman di wilayah tersebut telah memasuki Musim Tanam 1 (MT I) dengan umur 7 Hari Setelah Tanam (HST). Kondisi ini merupakan fase kritis karena tikus sering menyerang area persemaian dan tanaman muda, sehingga tindakan dini sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan berkelanjutan.
Total luas hamparan yang menjadi sasaran kegiatan mencapai 145 hektare, meliputi sebagian besar area sawah desa Wingkosanggrahan. Petani secara gotong royong membuka liang aktif dan memasukkan asap belerang untuk mengusir serta memutus aktivitas tikus. Penyuluh pertanian bersama petugas OPT memberikan pendampingan teknis, mengarahkan titik fokus fumigasi, serta melakukan monitoring lapangan.
Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari petani. Diharapkan dengan adanya upaya pengendalian secara terpadu dan tepat waktu, serangan hama tikus pada fase awal pertumbuhan padi dapat dicegah sehingga produksi padi MT I tetap optimal.






