Wereng batang coklat (WBC), Musuh Utama Petani Padi

By DINPPKP 22 Des 2022, 09:05:44 WIB Penyuluhan
Wereng batang coklat (WBC), Musuh Utama Petani Padi

Wereng batang coklat (WBC)  merupakan hama utama yang menyerang padi sangat membahayakan dan sulit dikendalikan karena :

- Hama perusak tanaman padi karena mengisap cairan padi secara langsung

- Merupakan Vektor penular penyakit kerdil rumput atau kerdil hampa

- Hama yang mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan sehingga sifat ini menimbulkan ledakan populasi yang sangat dahsyat dan mengakibatkan menurunnya produksi secara drastis.

- Wereng batang coklat (WBC) berkembang biak sangat cepat.

- Serangga dewasa mampu menghasilkan sampai 600 butir telor. Siklus hidup sekitar 28 hari, stadium telur sekitar 8 hari, nimfa 18 hari, dewasa sekitar 10 hari. Laju perkembang biakan pada varietas rentan pada lingkungan yang optimum dalam satu musim tanam dapat mencapai 500 kali dari populasi generasi awal.  Nimfa  mengalami lima kali pergantian kulit (instar), dan dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa yaitu bentuk bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brahiptera). Munculnya  makroptera umumnya terjadi pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan yaitu pada kepadatan populasi yang tinggi dengan makanan yang kurang mencukupi. Adanya wereng bentuk makroptera merupakan penyesuaian untuk migrasi karena kepadatan populasi yang tinggi dan kurangnya makanan. Wereng batang coklat menyerang tanaman pada bagian batang atau pelepah daun padi pada semua fase pertumbuhan tanaman.

 

PENYEBAB TIMBULNYA SERANGAN WERENG BATANG COKLAT

Pada kondisi lingkungan yang cocok (varietas padi rentan dan iklim yang mendukung), WBC berkembang biak sangat cepat dan sangat tinggi

Penanaman varietas yang rentan dan pola tanam yang tidak teratur (tanam tidak serempak), sangat memicu perkembangan dan penyebaran WBC

Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, tidak memenuhi enam tepat (T) (tepat jenis, konsentrasi, dosis, volume semprot, cara, waktu dan sasaran), menyebabkan wereng menjadi kebal dan terbunuhnya musuh alami sehingga  wereng cepat berkembang

Tidak dilakukannya monitoring atau pemantauan populasi secara rutin sehingga tindakan pengendalian terlambat dilakukan

 

GEJALA SERANGAN WERENG BATANG COKLAT

Akibat serangan WBC, daun dan batang tanaman menjadi berwarna kuning, kemudian berwarna coklat, dan akhirnya seluruh tanaman mengering seperti disiram air panas (hopperburn)

WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput

Tanaman yang terkena virus kerdil hampa menjadi kerdil, bagian daun seperti terpuntir, pendek, kaku dan berlekuk-lekuk, anakan bercabang dan malai hampa.

Tanaman yang terkena virus kerdil rumput menjadi kerdil, beranakan banyak, daun menjadi pendek dan tidak keluar malai

 

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT

Pra tanam dan Pesemaian, Persiapan benih bermutu, bersertifikat, varietas tahan WBC setempat. Eradikasi/sanitasi  lingkungan dari sisasia tanaman dan singgang terserang WBC, kerdil hampa, dan kerdil rumput

Tebar benih/pesemaian setelah keadaan lingkungan bersih dari sumber penularan WBC, kerdil hampa dan kerdil rumput

Amati adanya wereng imigran dengan lampu perangkap, bila ada populsi imigran, buat pesemaian 15 hari setelah terjadinya puncak imigran pertama atau 15 hari setelah puncak imigran yang ke dua

Lakukan secara serempak

Pengamatan populasi WBC sejak awal di pesemaian

Aplikasi insektisida dengan bijaksana berdasarkan hasil monitoring

Manfaatkan pestisida nabati/musuh alami/agens hayati dari awal

Fase Tanaman Muda sampai tanaman menjelang panen

Tanam secara serempak varietas tahan WBC setempat dengan system legowo dan hindari menanam varietas rentan

Amankan tanaman muda yang ada (gerakan pengendalian secara serempak/berjamaah)

Pengamatan intensive terutama thd pop wc pada tanaman muda

Kendalikan pada saat ada imigran wereng makroptera yang pertama (generasi nol =G0), dan saat generasi ke satu (G1) yaitu nimfa-nimfa  keturunan wereng imigran (G0)

Aplikasi insektisida dengan bijaksana berdasarkan hasil monitoring

Manfaatkan pestisida nabati/musuh alami/agens hayati dari awal

Semprot dengan insektisida fipronil, theametoxam, buprofein pada tanaman muda secara bijaksana (memenuhi syarat 6 T ), pada saat populasi lebih dari 3 ekor per rumpun pada tanaman berumur kurang dari 40 HST,  atau pada saat populasi lebih dari 5 ekor per rumpun pada saat tanaman berumur lebih dari 40 HST.

Seringkali aplikasi insektisida tidak efektif dan tidak efiseien disebabkan aplikasi insektisida sudah terlambat yaitu dilakukan pada saat populasi sudah terlampau tinggi, kesalahan memilih insektisida dan teknik aplikasi (tidak memenuhi syarat 6 T)

Sanitasi selektif /eradikasi tanaman yang terserang WBC berat dan tanaman bergejala penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa

 

Pelestarian Musuh Alami  WBC

 

Jangan menyemprot insektisida jika tidak perlu, apabila terpaksa harus menyemprot dengan insektisida, lakukan dengan cara yang bijaksana yaitu penuhi syarat-syarat 6 T, karena penyemprotan insektisida yang tidak perlu dan tidak bijaksana akan menyebabkan terbunuhnya musuh alami.

Banyak musuh alami WBC yang cukup efektif menekan perkembangan populasi WBC antara lain jenis laba-laba, kumbang Coccinelid, Ophionea, dan Paederus, kepik Cyrtorhinus, predator yang hidup di air, parasite telur seperti Anagrus, Oligosita, dan Gonatocerus, parasite nimfa dan dewasa antara lain Elenchus, dan Pseudogonatopus, dan jamur pathogen serangga seperti Beauveria dan Metharhizium. 

Ruth Naftali. POPT DKPP





Berita Purworejo

Counter Pengunjung