WASPADA SERANGAN WALANG SANGIT, KENDALIKAN DENGAN BIOPESTISIDA BEAUVERIA BASSIANA

By DINPPKP 19 Agu 2024, 11:21:25 WIB Penyuluhan
WASPADA SERANGAN WALANG SANGIT, KENDALIKAN DENGAN BIOPESTISIDA BEAUVERIA BASSIANA

WASPADA SERANGAN WALANG SANGIT, KENDALIKAN DENGAN BIOPESTISIDA BEAUVERIA BASSIANA

Walang sangit (Leptcorisa oratorius) adalah salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada tanaman padi. Ketika dalam keadaan terancam dari serangan predator sebagai mekanisme pertahanan serangga ini mengeluarkan bau sangit yang menyengat.  Walang sangit menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan tangkai bunga serta bulir padi pada fase pengisian bulir dan pemasakan bulir sehingga pengisian bulir padi tidak sempurna, bahkan seringkali menyebabkan bulir padi hampa. Hama walang sangit dianggap hama penting yang berbahaya karena dapat mengakibatkan menurunnya produksi padi sekaligus menurunkan kualitas gabah. Tanaman padi yang terserang hama ini akan menghasilkan beras yang berkualitas buruk, beras yang dihasilkan akan mengapur dan berubah warna. Serangan hama walang sangit dimulai ketika tanaman padi memasuki fase generatif (pembungaan) sampai fase matang susu. Pada serangan berat, walang sangit dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 50% hingga 80%. Ambang kendali walang sangit adalah ketika populasi per meter2 lebih daripada 10 ekor.

Pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2024 di Poktan  Tani Makmur Desa Sumberrejo Kecamatan Purwodadi melaksanakan pengendalian preemtif menggunakan agens pengendali hayati sejumlah 40 liter untuk luasan 10 Ha. Bahan pengendali ini merupakan bantuan dari Laboratorium Pengamat Hama dan Penyakit Wilayah Kedu. Hadir sejumlah 30 orang petani, Bapak Erwan Yoga Sena (Kepala Desa Sumberrejo), Miftahudin (Perwakilan LPHP Kedu), Wakhidatun Jamaliyah (Koordinator POPT Kabupaten Purworejo), Ruth Naftaly LS (POPT Wilayah Kerja Kecamatan Purwodadi), M. Rifki Pradana (POPT Wilayah Kerja Kecamatan Ngombol), Ngadiyanto (POPT Wilayah Kerja Kecamatan Bagelen), Nani Haryani S (Koordinator PPL Kecamatan Purwodadi) dan Sumarjono (PPL Wibi Desa Sumberrejo).

Pengendalian dengan menggunakan agens pengendali hayati merupakan pengendalian secara biologi dengan memanfaatkan parasitoid dan jamur. Agens hayati yang digunakan untuk menekan perkembangan walang sangit pada gerakan pengendalian di Poktan Tani Makmur adalah  jamur Beauviria bassiana. Jamur Beauviria bassiana ini menyerang walang sangit pada stadia nimpa dan dewasa. Jamur ini menyerang kulit serangga sehingga terinfeksi membentuk lapisan putih pada serangga hama dan mengakibatkan kematian. Selain Beauveria bassiana sejumlah 20 liter, Laboratorium Pengamat Hama dan Penyakit Wilayah Kedu juga memberi bantuan APH untuk mengendalikan serangan patogen yaitu Trichoderma sp.  sejumlah 10 liter serta APH untuk meningkatkan ketahanan tanaman yaitu PGPR sejumlah 10 liter. 

Harapannya dalam upaya pengelolaan OPT melalui gerakan pengendalian menggunakan APH Beauveria bassiana dapat menurunkan populasi walangsangit hingga dibawah ambang kendali dan semoga pengendalian menggunakan APH dapat memasyarakat dikalangan petani demi keberlangsungan pertanian yang ramah lingkungan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung