- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Waspada Penyakit Blast, Petani Diharap Rutin Melakukan Pengamatan Tanaman Padi

Waspada Penyakit Blast, Petani Diharap Rutin Melakukan Pengamatan Tanaman Padi
Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Jamur P. grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen.
Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blast daun.
Salah satu cara penyebaran penyakit blast yaitu melalui perantara angin, maka petani diharap untuk rutin melakukan pengamatan, agar jika terjadi serangan dapat segera diatasi.
Seperti halnya yang terjadi pada tanaman padi milik Bapak Atmo yang merupakan anggota Kelompok Tani Makaryo Desa Seren Kecamatan Gebang.
Saat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan Desa Seren Desty Lina Erfawati, SP bersama Petugas Pengamat Organisme (POPT) Kecamatan Gebang Sutoniyanto melakukan kunjungan di lokasi pada Hari Rabu tanggal 8 Januari 2020, Bapak Atmo menceritakan bahwa awal pertumbuhan awal tanaman cukup baik. Pemupukan dengan unsur Nitrogen (N) Urea sudah dilakukan dua kali, namun tanaman tidak bertambah subur tapi justru sebagian daun mengering.
Tanaman padi varietas IR 64 saat ini berumur 36 hst, tampak tidak rata pertumbuhannya. Sebagian tanaman tumbuh normal, namun lebih banyak tanaman tampak lebih rendah karena daun mengering/mati. Sutoniyanto, sebagai petugas POPT menyarakankan untuk segera dilakukan pengendalian dengan menggunakan fungisida. Fungisida yang bisa diaplikasi diantaranya Nordoc, Topsin, Benlox, Delsene atau Fujiwan.
Untuk memacu pertumbuhan tanaman, disarankan untuk diberi pupuk susulan yg mengandung unsur Phospat (P) dan Kalium (K). Untuk pupuk dengan unsur Nitrogen (N) tidak disarankan lagi karena pupuk nitrogen berkorelasi positif dengan keparahan penyakit blast.
Artinya pertanaman yang dipupuk nitrogen dengan dosis tinggi menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan dan keparahan penyakit lebih tinggi.






