- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
- KWT Margo Dadi Prapaglor Belajar Buat PSB
- Seleksi Tahap Kedua Tuntas, DKPP Pastikan 55 Domba Hibah Siap Disalurkan kepada Kelompok
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Gelar Monev Alsintan di Pituruh
- PERINGATI HKG PKK KE-54, RATUSAN KADER PKK PURWOREJO ANTUSIAS SERBU GERAKAN PANGAN MURAH DI PENDOPO PURWOREJO
- Tingkatkan Angka Kebuntingan Sapi Peternak, Program Subali Sapira Beraksi Lagi di Kedungpomahan Kulon
- RAKOR PEMANTAUAN STOK DAN HARGA DI TINGKAT PRODUSEN DAN KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2026
Waspada Penyakit Blast, Petani Diharap Rutin Melakukan Pengamatan Tanaman Padi

Waspada Penyakit Blast, Petani Diharap Rutin Melakukan Pengamatan Tanaman Padi
Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Jamur P. grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen.
Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blast daun.
Salah satu cara penyebaran penyakit blast yaitu melalui perantara angin, maka petani diharap untuk rutin melakukan pengamatan, agar jika terjadi serangan dapat segera diatasi.
Seperti halnya yang terjadi pada tanaman padi milik Bapak Atmo yang merupakan anggota Kelompok Tani Makaryo Desa Seren Kecamatan Gebang.
Saat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan Desa Seren Desty Lina Erfawati, SP bersama Petugas Pengamat Organisme (POPT) Kecamatan Gebang Sutoniyanto melakukan kunjungan di lokasi pada Hari Rabu tanggal 8 Januari 2020, Bapak Atmo menceritakan bahwa awal pertumbuhan awal tanaman cukup baik. Pemupukan dengan unsur Nitrogen (N) Urea sudah dilakukan dua kali, namun tanaman tidak bertambah subur tapi justru sebagian daun mengering.
Tanaman padi varietas IR 64 saat ini berumur 36 hst, tampak tidak rata pertumbuhannya. Sebagian tanaman tumbuh normal, namun lebih banyak tanaman tampak lebih rendah karena daun mengering/mati. Sutoniyanto, sebagai petugas POPT menyarakankan untuk segera dilakukan pengendalian dengan menggunakan fungisida. Fungisida yang bisa diaplikasi diantaranya Nordoc, Topsin, Benlox, Delsene atau Fujiwan.
Untuk memacu pertumbuhan tanaman, disarankan untuk diberi pupuk susulan yg mengandung unsur Phospat (P) dan Kalium (K). Untuk pupuk dengan unsur Nitrogen (N) tidak disarankan lagi karena pupuk nitrogen berkorelasi positif dengan keparahan penyakit blast.
Artinya pertanaman yang dipupuk nitrogen dengan dosis tinggi menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan dan keparahan penyakit lebih tinggi.






