VERIVIKASI POTENSI PANGAN LOKAL DESA KARANGGEDANG KECAMATAN BRUNO

By DINPPKP 07 Jan 2026, 14:51:27 WIB Pangan
VERIVIKASI POTENSI PANGAN LOKAL DESA KARANGGEDANG KECAMATAN BRUNO

VERIVIKASI POTENSI PANGAN LOKAL DESA KARANGGEDANG KECAMATAN BRUNO

 

Verifikasi potensi pangan lokal adalah penilaian komprehensif terhadap sumber daya pangan setempat (umbi-umbian, sagu, jagung, pisang, dll.) untuk mendorong diversifikasi pangan, mengurangi ketergantungan beras, meningkatkan ketahanan pangan daerah, dan memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan UMKM pengolahan, sosialisasi, edukasi, hingga industrialisasi, dengan tujuan menciptakan sistem pangan mandiri, berkelanjutan, dan berdaulat. 

 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui Ibu Tri Astuti Andayani, SP, MM selaku Kabid Pangan, melihat adanya potensi besar pada KWT. Dwi Manunggal yang berlokasi di Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno. Dimana KWT ini mengolah singkong menjadi tepung mocaf.

 

Potensi olahan mocaf (Modified Cassava Flour) sangat besar sebagai alternatif tepung terigu karena bebas gluten, tinggi serat, dan rendah kalori, membuka peluang di pasar domestik dan ekspor untuk aneka produk seperti roti, kue, biskuit, mie, bahkan makanan bayi, meningkatkan nilai tambah singkong lokal, ketahanan pangan, serta diminati konsumen yang sadar kesehatan dan diet khusus. 

 

Pada tanggal 7 Januari 2026 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengadakan evaluasi potensi pangan lokal di  KWT. Dwi Manunggal. Hasil evaluasi ternyata kelompok ini tidak hanya berhenti pada pengolahan tepung mocaf saja, tetapi mereka juga mengembangkan produk olahan turunan mocaf seperti es krim, brownis, cookies  dan lapis gulung. Dalam satu bulan KWT ini bisa mengolah sekitar180 kg tepung mocaf.

Kendala cuaca yang tidak menentu mempengaruhi produksi olahan mocaf ini, karena singkong yang akan dibuat tepung harus benar-benar kering dijemur langsung dibawah sinar matahari. Kelompok belum mempunyai oven pengering, harapan besar kelompok pemerintah Kabupaten Purworejo berkenan untuk membantu peralatan tersebut sehingga proses produksi tetap bisa berjalan walaupun cuaca hujan. Kendala lain yang dihadapi kelompok adalah dari standardisasi mutu, dan strategi pemasaran.

Inovasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas diversifikasi produk berbasis singkong sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

 

Redaksi : Bidang Pangan DKPP Purworejo





Berita Purworejo

Counter Pengunjung