- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Vaksinasi Pencegahan PMK

Sampai saat ini vaksinasi masih dianggap sebagai salah satu cara mengendalikan serangan penyakit pada ternak sapi, terutama penyakit yang mudah menular. Bahkan, pemerintah sudah mengatur terkait vaksinasi ternak. Oleh karena itu, pembibit sapi potong harus melakukan vaksinasi dan mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksinasi ternak.
Vaksinasi adalah memberikan antigen untuk merangsang sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi khusus terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, protozoa, dan bakteri. Vaksinasi ternak dianggap sebagai cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit yang tidak ampuh dikendalikan oleh obat.
Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh tanpa dipengaruhi penyakit. Hal tersebut bisa dicapai dengan menginaktivasi mikroba dengan menumbuhkannya di laboratorium dalam media biakan (atenuasi). Mikroba yang dimasukkan ke tubuh hewan ternak dapat merangsang respons sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.
Kegiatan vaksinasi tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh ternak, tetapi juga berperan penting mendukung sektor ekonomi. Pasalnya, serangan penyakit sering kali menimbulkan kerugian akibat kehilangan dan biaya produksi yang meningkat akibat pengobatan.
Vaksinasi ternak memiliki peranan penting dalam mengendalikan epidemi penyakit. Beberapa jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan vaksin adalah bovine viral diarrhea dan infectious bovine rhinotracheitis. Penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin adalah Salmonellosis, penyakit parasit, penyakit jamur, pneumonia, RSV, Para Influenza-3 (PI-3), serta infectious bovine rhinotracheitis dan PMK.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini sedang menjadi trend wabah penyakit ternak berkuku dua di wilayah Indonesia. Penularan PMK terhadap hewan ternak lainnya sangat cepat. Selain vaksin, peternak juga diarahkan untuk selalu menjaga kebersihan kandang, jika perlu di semprot disinvektan. Kemudian jika ada salah satu ternak yang mengalami ciri-ciri terserang PMK segera lakukan tindakan karantina, jangan sampai ternak sakit tersebut masih dalam satu kandang dengan ternak lainnya.
Proses vaksinasi hewan ternak memang memiliki kemungkinan tidak mampu menghasilkan respons kekebalan tubuh yang cukup karena berbagai hal seperti stres, sedang mengidap penyakit tertentu, atau nutrisi pakan yang didapatkan jelek. Oleh karena itu, sebelum divaksin, hewan ternak harus dipastikan dalam keadaan sehat, dan mendapatkan asupan pakan bergizi seimbang.
Kecamatan Kemiri merupakan salah satu Kecamatan sasaran vaksinasi, pada kegiatan vaksinasi ini diikuti oleh 3 Desa yaitu Desa Kemiri Kidul, Kemiri lor, dan Kalimeneng. Vaksinasi dilakukan oleh drh. Zulfiah Deva beserta tim kesehatan hewan lainnya, dengan di dampingi oleh Penyuluh Pertanian Wilayah masing-masing, yaitu Ibu Afni Rositawati, S.Pt, Ibu Kasmirah, dan Ibu Enggar Fiati. Pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar terdapat kurang lebih ada 39 ekor sapi yang divaksin.






