- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Vaksin PMK solusi pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Bruno

Vaksin PMK solusi pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Bruno
Pencegahan terhadap penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak masih sering dlakukan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo menyiapkan tim yang disebar ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo. Tim tersebut terdiri dari Medik Veteriner, Paramedik Veteriner dan perwakilan dari Penyuluh Pertanian masing-masing Kecamatan.
Di Kecamatan Bruno, Selasa (23/2/2023), Vaksinasi dilakukan di desa Karanggedang. Bersama Koordinator PPL Kec. Bruno, Nurman Saifudin, S.Pt, Medik Veteriner, drh. Zain Amri dan Penyuluh Pertanian Kec. Bruno, Aswin Barinto, S.P, dengan target terdapat 34 sapi yang akan divaksin. Namun di lapangan hanya ada 22 sapi yang di vaksin dikarenakan ada yang bunting, masih anakan atau sedang di suntik kawin. Sapi yang divaksin di desa Karanggedang, terdiri dari jenis Sapi Simental(SPSI), Sapi Limousin(SPLI), dan Sapi Peranakan Ongol(SPPO).
Pada pemberian vaksin PMK dosis pertama, umumnya tidak ada efek dan gejala serius yang dialami hewan ternak. Efek pada umumnya demam, tapi sampai saat ini setelah dosis pertama tidak ada laporan dampak yang serius.
Untuk masyarakat yang hewannya belum mendapatkan jatah vaksin, drh. Zain Amri menghimbau memberikan jamu-jamuan dari empon2an ke sapi yang belum tervaksin. Di desa masih banyak terdapat tanaman obat-obat an seperti kunyit, temu dan jahe. Sehingga bisa diberikan sebagai jamu ke hewan ternak yang dimiliki oleh masyarakat.
Pengirim : Aswin Barinto, SP






