- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Vaksin PMK solusi pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Bruno

Vaksin PMK solusi pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Kecamatan Bruno
Pencegahan terhadap penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak masih sering dlakukan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo menyiapkan tim yang disebar ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo. Tim tersebut terdiri dari Medik Veteriner, Paramedik Veteriner dan perwakilan dari Penyuluh Pertanian masing-masing Kecamatan.
Di Kecamatan Bruno, Selasa (23/2/2023), Vaksinasi dilakukan di desa Karanggedang. Bersama Koordinator PPL Kec. Bruno, Nurman Saifudin, S.Pt, Medik Veteriner, drh. Zain Amri dan Penyuluh Pertanian Kec. Bruno, Aswin Barinto, S.P, dengan target terdapat 34 sapi yang akan divaksin. Namun di lapangan hanya ada 22 sapi yang di vaksin dikarenakan ada yang bunting, masih anakan atau sedang di suntik kawin. Sapi yang divaksin di desa Karanggedang, terdiri dari jenis Sapi Simental(SPSI), Sapi Limousin(SPLI), dan Sapi Peranakan Ongol(SPPO).
Pada pemberian vaksin PMK dosis pertama, umumnya tidak ada efek dan gejala serius yang dialami hewan ternak. Efek pada umumnya demam, tapi sampai saat ini setelah dosis pertama tidak ada laporan dampak yang serius.
Untuk masyarakat yang hewannya belum mendapatkan jatah vaksin, drh. Zain Amri menghimbau memberikan jamu-jamuan dari empon2an ke sapi yang belum tervaksin. Di desa masih banyak terdapat tanaman obat-obat an seperti kunyit, temu dan jahe. Sehingga bisa diberikan sebagai jamu ke hewan ternak yang dimiliki oleh masyarakat.
Pengirim : Aswin Barinto, SP






