Usaha peternakan berhasil ketika ada kepedulian peternak dan layanan prima dari petugas kesehatan hewan

By DINPPKP 27 Mar 2025, 10:00:40 WIB Peternakan dan Keswan

Usaha peternakan berhasil ketika ada kepedulian peternak dan layanan prima dari petugas  kesehatan hewan

 

Beternak sapi merupakan usaha yang menopang kehidupan dan bertujuan meningkatkan taraf  ekonomi keluarga di pedesaan. Peternakan dan pertanian merupakan usaha yang saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan. Zaman dahulu sebelum adanya pupuk kimia,petani dalam menngolah lahan dan memupuk tanamanya menggunakan pupuk organik salah satunya dari kotoran hewan. Nilai kemanfaatan beternak sapi salah satunya adalah mendukung pertanian organic,namun dalam proses beternak seringkali muncul gangguan yang menyebabkan kerugian hingga kematian.

Seperti halnya yang dialami oleh bapak Kusnadi seorang peternak sapi dari Desa Sambeng Kecamatan Pituruh pada tanggal 26 Maret 2025 ternak sapinya 1 dari 3 ekor yang dipelihara mengalami masalah kesehatan hewan. Beliau menghubungi petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yaitu drh. Zain Amri utuk melakukan pemeriksaan ternaknya yang bermasalah. Hasil anamnesa atau wawancara dengan pemilik, beliau menceritakan bahwa sapinya yang bunting sekitar 7 bulan pada tanggal 25 Maret 2025 mengalami keguguran atau secara medis disebut abortus tanpa menunjukan gejala sakit dan nafsu makan tetap baik.  Namun yang jadi masalah selanjutnya satu hari setelah melahirkan plasentanya tidak keluar. Normalnya plasenta sapi akan keluar 1 sampai 5 jam setelah pedet dilahirkan.

Ketika sudah lebih dari 8 jam kemungkinan keluar normal akan kecil dan berpontesi menginfeksi kandungan/uterus sapi dan sangat berbahaya. Infeksi rahim secara medis disebut sebagai endometritis akan menyebabkan gangguan reproduksi pada ternak sapi, sehingga akan sulit untuk bunting kembali.Hal ini tentunya akan merugikan peternak pada akhirnya dan harapan untuk menambahkan sumber pendapat keluarga tidak tercapai. drh. Zain Amri kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan setelah mendapatkan penjelasan yang rinci dari pemilik sapi yaitu bapak Kusnadi.Pemeriksaan dan tindakan dengan mengambil plasenta yang masih menggantung segera dilakukan.

 Selain itu pemberian obat injeksi dan antibiotic lewat uterus untuk menecegah infeksi sistemik dan harapanya sapi tidak mengalami gangguan reproduksi dan tidak butuh waktu lama untuk birahi,dikawinkan dan bunting kembali. Kepedulian dan kecermatan peternak atas hewan peliharaanya ketika bermasalah dan segera ditangani oleh petugas yang kompeten dengan layanan prima sehingga masalah dapat tertangani dengan baik. Tujuan dari usaha peternakan dimasa mendatang sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga akan segera terwujud.

 




 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung