- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Usaha peternakan berhasil ketika ada kepedulian peternak dan layanan prima dari petugas kesehatan hewan
Usaha peternakan
berhasil ketika ada kepedulian peternak dan layanan prima dari petugas kesehatan hewan
Beternak sapi merupakan usaha
yang menopang kehidupan dan bertujuan meningkatkan taraf ekonomi keluarga di pedesaan. Peternakan dan
pertanian merupakan usaha yang saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan.
Zaman dahulu sebelum adanya pupuk kimia,petani dalam menngolah lahan dan
memupuk tanamanya menggunakan pupuk organik salah satunya dari kotoran hewan. Nilai kemanfaatan beternak sapi
salah satunya adalah mendukung pertanian organic,namun dalam proses beternak
seringkali muncul gangguan yang menyebabkan kerugian hingga kematian.
Seperti halnya yang dialami oleh
bapak Kusnadi seorang peternak sapi dari Desa Sambeng Kecamatan
Pituruh pada tanggal 26 Maret 2025 ternak sapinya 1 dari 3 ekor yang dipelihara
mengalami masalah kesehatan hewan. Beliau menghubungi petugas Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian yaitu drh. Zain Amri utuk melakukan pemeriksaan ternaknya
yang bermasalah. Hasil anamnesa atau wawancara dengan pemilik, beliau menceritakan bahwa sapinya yang
bunting sekitar 7 bulan pada tanggal 25 Maret 2025 mengalami keguguran atau
secara medis disebut abortus tanpa menunjukan gejala sakit dan nafsu makan
tetap baik. Namun yang jadi masalah
selanjutnya satu hari setelah melahirkan plasentanya tidak keluar. Normalnya plasenta sapi akan keluar 1
sampai 5 jam setelah pedet dilahirkan.
Ketika sudah lebih dari 8 jam
kemungkinan keluar normal akan kecil dan berpontesi menginfeksi
kandungan/uterus sapi dan sangat berbahaya. Infeksi rahim secara medis disebut
sebagai endometritis akan menyebabkan gangguan reproduksi pada ternak sapi,
sehingga akan sulit untuk bunting kembali.Hal ini tentunya akan merugikan
peternak pada akhirnya dan harapan untuk menambahkan sumber pendapat keluarga tidak tercapai. drh. Zain
Amri kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan setelah mendapatkan penjelasan
yang rinci dari pemilik sapi yaitu bapak Kusnadi.Pemeriksaan dan tindakan
dengan mengambil plasenta yang masih menggantung segera dilakukan.
Selain itu pemberian obat injeksi dan
antibiotic lewat uterus untuk menecegah infeksi sistemik dan harapanya sapi
tidak mengalami gangguan reproduksi dan tidak butuh waktu lama untuk
birahi,dikawinkan dan bunting kembali. Kepedulian dan kecermatan peternak atas
hewan peliharaanya ketika bermasalah dan segera ditangani oleh petugas yang
kompeten dengan layanan prima sehingga masalah dapat tertangani dengan baik.
Tujuan dari usaha peternakan dimasa mendatang sebagai salah satu sumber
pendapatan keluarga akan segera terwujud.







