UNSOED PURWOKERTO DAMPINGI KELOMPOK TANI WONOROTO GUNAKAN APLIKASI PASAR LELANG CABAI

By DINPPKP 09 Sep 2024, 11:45:58 WIB Penyuluhan
UNSOED PURWOKERTO DAMPINGI KELOMPOK TANI WONOROTO GUNAKAN APLIKASI PASAR LELANG CABAI

UNSOED PURWOKERTO DAMPINGI KELOMPOK TANI WONOROTO GUNAKAN APLIKASI PASAR LELANG CABAI

 

Pasar lelang cabai merupakan lembaga pemasaran yang difokuskan untuk petani cabai sebagai sarana bertemunya penjual dan pembeli secara langsung untuk melakukan transaksi jual beli. Harga terbentuk secara transparan tanpa adanya kolusi antara pelaku usaha. Selain itu, pasar lelang cabai dapat membantu petani mendapatkan harga terbaik dan dianggap sebagai cara yang efektif untuk menjual produk karena target penjualan harus dilaksanakan dalam waktu singkat.

Kelompok Tani Guyub Rukun Desa Wonoroto Kecamatan Ngombol merupakan salah satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan hibah bangunan bangsal lelang beserta sarana prasarana pada tahun 2017. Sejak saat itu petani sangat merasakan dampak yang sangat positif di mana harga yg diterima para petani menjadi jauh lebih layak dan sistem penentuan harga menjadi jauh lebih transparan karena para petani dapat mengetahui harga pasar yang terjadi sesungguhnya. “Bangsal lelang menjadikan petani cabai dapat langsung menjual hasil pertaniannya dan menghindari dari tengkulak, sehingga petani mendapatkan harga yang sesuai dan menghindari pluktuasi harga”, ujar Sujarno Ketua Kelompok Tani yang juga pengelola kegiatan lelang cabai.

Bertempat di Bangsal lelang cabai Kelompok Tani Guyub Rukun Desa Wonoroto pada akhir Agustus 2024 dilaksanakan sosialisasi dan praktek langsung penggunaan aplikasi Lelang Agro Bangsal Lelang Wonoroto. Kegiatan ini dihadiri Dosen beserta mahasiswa Unsoed, PPL Kecamatan Ngombol, Pengurus dan anggota Kelompok Tani, dan pembeli yang biasa mengikuti lelang cabai. Tujuan kegiatan ini adalah mempraktekkan langsung cara aplikasi lelang agro yang telah dikembangkan oleh Unsoed untuk mendukung lelang cabai yang rutin dilaksanakan setiap hari di Wonoroto ini.

Sujarno selaku Ketua Kelompok Tani menambahkan bahwa cabai yang disetor ke bangsal merupakan panen dari desa-desa yang ada di Kecamatan Ngombol “Kalau dari segi manfaat bangsal pascapanen ini, karena hasil petikan cabai berlimpah jadi bisa menampung semua cabai hasil panen”, tambah Sujarno.

Adapun cara penanganan cabai sesampai di bangsal pascapanen yakni begitu cabai datang langsung ditimbang dan dicatat. Setelah jumlah cabai yang akan dipasarkan atau akan dilelang sudah disepakati, selanjutnya jumlah ketersediaan tersebut diinfokan kepada para pedagang melalui pesan Whatsapp. (WA). Semua pedagang akan mengirimkan harga tawaran masing-masing melalui WA, lalu hasil WA akan dibuka secara bersama-sama, untuk selanjutnya pada jam 20.00 WIB tawaran harga tertinggi diumumkan sebagai pemenang.

Pada kesempatan kali ini dilakukan sosialisasi penggunaan aplikasi dengan nama “Lelang Agro Bangsal Lelang Wonoroto”. Aplikasi ini digunakan bagi petani dan calon pembeli yang biasa melakukan transaksi di pasar lelang untuk memantau pergerakan harga dan tonase cabai yang terkumpul. Aplikasi ini digunakan oleh pengelola bangsal lelang untuk memantau dan merekap transaksi penerimaan dan penjualan secara online tanpa harus melakukan rekap manual seperti biasanya.

Woro selaku PPL Ngombol menyampaikan ke depan aplikasi ini wajib digunakan untuk transaksi penjualan dan pembelian di pasar lelang agar meningkatkan kesejahteraan petani cabai di Wilayah Kecamatan Ngombol. “Keuntungan penggunaan aplikasi yaitu mudah digunakan oleh pengelola, pembeli, petani, tidak terikat ruang dan waktu, di mana saja dapat memantau baik proses lelang sampai penentuan pemenang serta perhitungan transaksi”, tambahnya.

DISUSUN OLEH : BAKTI WORO HARYANTI (PPL NGOMBOL)

 

 

 

 

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung