- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Ubinan Tanaman Padi di KT Rahayu Desa Jatikontal Kecamatan Purwodadi

Ubinan Tanaman
Padi di KT Rahayu Desa Jatikontal
Kecamatan Purwodadi
Ubinan adalah
salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah
hasil yang akan didapat pada saat panen. Ubinan dapat diterapkan pada budidaya
tanaman padi dengan cara sederhana, cukup mengukur beberapa meter untuk
dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang
ingin kita ketahui hasilnya.
Pada hari
Selasa tanggal 2 Juli 2024 telah dilaksanakan ubinan tanaman padi di KT Rahayu Desa
Jatikontal Kecamatan Purwodadi. Kegiatan ubinan ini dihadiri oleh perwakilan
pihak desa, babinsa, PPL dan kelompok tani Rahayu. Ubinan dilaksanakan di sawah
milik bapak Tusiman. Ada dua varietas tanaman padi yaitu varietas M70 dan
varietas IF16.
Pola tanam di
kelompok tani Rahayu yang biasa di laksanakan adalah
padi-padi-palawija/hortikultura. Musim tanam kedua ini sebagian besar petani
menanam dengan keterbatasan air irigasi di mana lahan di wilayah kelompok tani
rahayu merupakan lahan tadah hujan. Petani dalam mengairi lahannya menggunakan
pompanisasi dengan sumur air tanah dangkal ATD. Keterbatasan air irigasi tidak
mematahkan semangat petani untuk budidaya padi.
Sinergitas
antara penyuluh pertanian, pengamat hama, perangkat desa dan kios pupuk lengkap
dalam penyediaan saprodi membuat produktifitas tanaman padi setiap musim di
wilayah kelompok tani Rahayu selalu produktifitasnya tinggi. Peran pupuk dan
teknis pemupukan mempunyai peranan penting dalam mendapatkan produktifitas
tinggi di lahan tadah hujan. Dengan memperhatikan factor-faktor penentu dalam
budidaya padi lahan tadah hujan kelompok tani Rahayu memiliki kalender musim
yang sudah berjalan setiap tahunnya sehingga tidak berpengaruh atau
ketergantungan dengan air irigasi.
Kegiatan
ubinan merupakan salah satu puncak kegiatan kelompok tani Rahayu untuk
mengetahui produktifitas lahan dalam satuan luas di Desa Jatikontal Kecamatan
Purwodadi. Dengan pengukuran ubinan ini akan diketahui produksi padi setiap
musimnya apakah produksinya menurun atau meningkat, sehingga petani akan
memperoleh pengetahuan dan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk menjadi
acuan musim tanam berikutnya dan juga untuk bahan evaluasi untuk semua pihak .
Karena itu,
evaluasi melalui pertemuan kelompok tani untuk bersama sama lebih intensif
melakukan penjadwalan dan koordinasi serta kerjasama yang lebih baik terutama
pada areal persawahan yang ada baik secara areal terpisah atau areal hamparan.
Hal ini dapat dilakukan pada saat memasuki musim tanam selanjutnya untuk dapat
memperoleh hasil produktivitas yang lebih optimal.
Ubinan
dilaksanakan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m pada varietas M70 didapatkan hasil
timbangan 5,445 kg. Setelah dikonversi didapatkan hasil produktivitas padi M70
adalah 8,71 Ton/Ha. Sedangan pada varietas IF16 didapatkan hasil timbangan
5,890 Kg. Sehingga setelah dikonversi didapatkan hasil produktivitas padi IF16
adalah 9,42 Ton/Ha.
Dengan hasil
yang sangat tinggi dari ubinan kedua varietas tersebut menjadi catatan bagi
kelompok tani Rahayu bahwa varietas M70 juga menunjukkan produktifitas yang
baik sehingga bisa menjadi rekomendasi petani terhadap varietas tersebut untuk
dikembangkan di wilayah kelompok tani Rahayu khususnya dan di hamparan lahan
Desa Jatikontal pada umumnya. Juga terhadap varietas kedua yang dilakukan
ubinanpun juga produktifitasnya cukup tinggi juga bisa menjadi catatan untuk
pengembangan nantinya di musim tanam yang akan datang. Dengan produktifitas
yang tinggi otomatis pendapatan ekonomi petani meningkat dan secara tidak
langsung mendukung ketahanan pangan nasional.***






