- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Ubinan Poktan Prasojo Semawung hasil kerjasama dengan Petrokimia

Pada hari Selasa, 21 Maret 2023 di blok sawah Kembaran desa Semawung dilaksanakan ubinan untuk memperkirakan provitas padi musim tanam satu tahun 2022/2023. Kegiatan di laksanakan oleh PPL dari BPP Kecamatan Purworejo dan petani pelaksana KT. Prasojo Desa Semawung. Untuk pertanaman yang diubin merupakan Demplot Percontohan kerjasama antara KT. Prasojo dan Petrokimia. Proses ubinan merupakan salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Padi yang akan dilakukan kegiatan ubinan adalah padi yang sudah siap dipanen.
Untuk kegiatan kali ini diambil 3 sampel titik dari 3 petak sawah milik pak Saparjan, Pak Paino dan Pak Wiyoto. 2 sampel merupakan hasil dari demplot percontohan dengan pupuk dari Petrokimia dan satu titik merupakan kontrol atau perlakuan kebiasaan petani. Untuk sampel I diperoleh hasil 6,29 kg atau setara provitas 10,06 ton/ha GKP dan sampel II diperoleh hasil 6,18 kg atau setara dengan 9,89 ton/ha GKP. Sedangkan untuk sampel kontrol diperoleh hasil 6,07 kg atau setara 9,71 ton/Ha GKP. Dari hasil diatas dapat diperoleh hasil peningkatan produksi padi 0,16 ton/ha.
Faktor yang menentukan produksi padi antara lain varietas yang ditanam, perlakuan tanaman dan pemupukan. Untuk varietas yang ditanam adalah Sertani dan varietas Ciherang. Secara genetik Sertani memiliki anakan yang lebih sedikit dari Ciherang, namun mempunyai malai yang lebih panjang. Dengan aplikasi bahan organik yang mencukupi maka kebutuhan hara tanaman bisa dipenuhi, sehingga hasil gabah yang diperoleh juga lebih bernas apabila dibandingkan dengan yang hanya diberi aplikasi pupuk kimia.






