- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Ubinan padi varietas Inpari 32 di Butuh

Kegiatan Kamis, 10 Maret 2022.
Ubinan padi varietas Inpari 32 dengan menerapkan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) di kelompok tani Makarti 2 Desa Langenrejo. Budidaya Tanaman Sehat (BTS) merupakan metode budidaya yang diadopsi dari salah satu prinsip Pengendalian Hama Terpadu, dimana dalam membudidayakan tanamannya memadukan semua teknologi budidaya berbasis ramah lingkungan sehingga dihasilkan tanaman yang sehat, lingkungan yang lestari dan produk yang aman konsumsi. Budidaya Tanaman Sehat dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen agroekosistem seperti musuh alami dan mikroorganisme menguntungkan yang berasosiasi dengan tanaman sehingga kesehatan tanaman, tanah, dan lingkungan akan semakin meningkat.
Hal tersebut diharapkan secara signikan akan semakin mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang dapat mencemari lingkungan dan meninggalkan residu pada produk hasil pertanian. Ubinan dihadiri oleh ketua, pengurus, perangkat desa, POPT, dan PPL Kecamatan Butuh. Ubinan dilakukan saat tanaman padi masuk waktu panen, karena pemanenan padi harus dilakukan pada umur yang tepat, menggunakan alat mesin panen yang memenuhi persayaratan teknis, ekonomi, agronomis serta menerapkan sistem panen yang tepat. Ketidaktepatan dalam pemanenan padi dapat mengakibatkan kehilangan hasil serta mutu hasil rendah.
Panen yang tepat waktu dapat dilakukan dengan:
a) apabila umur tanaman padi 90 sampai 95 HST
b) 90% - 95% gabah dari malai tampak kuning
c) malai berumur 30 -35 hari setelah berbunga merata
Ubinan yang dilakukan dengan mengambil sampel ukuran 2,5 meter X 2,5 meter. Proses pemanenan yang dilakukan dengan menggunakan alat perontok threser.
Hasil ubinan padi milik Bapak Ngadino dengan hasil :
Jumlah rumpun 9 x 8
Jumlah anakan 20-23
Hasil ubinan : 5,7 kg
Jadi dikonversi produktivitas padi di Kelompok Tani Makarti 2 Desa Langenrejo adalah 9,4 ton/ha
(Satiti Haning Pangestu, PPL Butuh)






