- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
UBINAN PADI DI POKTAN MUJI LESTARI III DESA SRUWOHREJO KECAMATAN BUTUH

UBINAN PADI DI POKTAN MUJI
LESTARI III DESA SRUWOHREJO KECAMATAN BUTUH
Desa Sruwohrejo Kecamatan Butuh memiliki
luas baku lahan sawah irigasi seluas 119 Ha. Walaupun secara teknis sawah Desa
Sruwohrejo terdapat saluran irigasi, namun air tidak sampai ke areal sawah Desa
Sruwohrejo atau yang biasa disebut irigasi petit. Desa ini merupakan salah satu
Desa yang mendapatkan bantuan pompa air 4 inch dari Kementan RI untuk
meningkatkan indeks pertanaman dan pengairan sawah. Salah satu kelompok
tani yang mendapatkan manfaat dari bantuan pompa ini adalah Kelompok tani Muji
Lestari III yang memiliki luas baku lahan sawah 40 Ha.
Pada hari Rabu, 14 Agustus 2024 telah
dilaksanakan kegiatan ubinan di Kelompok tani Muji Lestari III Desa Sruwohrejo
yang dilaksanakan oleh PPL Kecamatan Butuh bersama anggota Kelompok tani,
Babinsa, beserta tim satgas darurat pangan Kabupaten Purworejo dari PPVTPP
Kementan RI. Ubinan padi sawah adalah kegiatan untuk memperkirakan hasil
panen padi dengan cara mengambil titik sampel dari suatu area
pertanaman. Area yang dipilih untuk ubinan biasanya berbentuk bujur
sangkar atau empat persegi panjang, dan ukurannya cukup besar untuk mewakili
seluruh hamparan.
Tahap pertama yang harus dilakukan
adalah menentukan hari yang tepat untuk pengambilan ubinan dan sampel ubinan
yang sudah siap panen (fisiologis dan umurnya sudah tepat). Hal-hal yang harus
dipersiapkan secara sederhana seperti : alat ubin, tongkat, timbangan gantung,
wadah sampel dan alat pemotong. Secara garis besar berikut langkah-langkah
dalam pengambilan ubinan yaitu : Menentukan petak sawah/ lahan yang akan
dilakukan kegiatan ubinan. Kegiatan ini dengan ubinan (petakan) berukuran 2,5 X
2,5 m per hektar sawah/padi.Kemudian di hitung hasil gabahnya. Hasil dari ukuran
tersebut dikalikan 16, sehingga akan diperoleh perkiraan hasil panen tanaman
padi tersebut. Dari kegiatan ubinan di lahan Kelompok Tani Muji Lestari III
Desa Sruwohrejo diperoleh hasil :
1. Titik petakan pertama 6,205 kg
2. Titik petakan kedua 5,195 kg
3. Titik petakan ketiga 6,015 kg
Maka
untuk menghitungnya adalah :
Jumlahkan
dahulu hasil timbangan ketiga titik kemudian di bagi 3 (dirata-ratakan):
( 6,205 + 5,195 + 6,015 )kg : 3 = 5,805 kg
Hasil
ubinan: 5,805 x 16 = 92,88 Kw/ Ha atau sama dengan 13,27 Kw/100 ubin
Berdasarkan
hasil ubinan, panen padi varietas Inpari 32 dan Mekongga tersebut mendapatkan
hasil yang cukup baik. Diperoleh rata-rata dari 92, 88 Kw/Ha GKP.






