- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Ubinan Padi di Kelompok Tani Sido Maju Desa Krendetan

Pertanian di Indonesia merupakan pertanian yang menanam tanaman pangan, dimana padi merupakan tanaman pangan utama selain sagu, jagung dan umbi-umbian. Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan padi terus meningkat karena padi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, untuk menyeimbangkan kebutuhan pangan dengan jumlah produktivitas padi maka perlu memerhatikan dari cara penanaman, hama dan penyakit yang mengganggu, kondisi lahan dan sebagainya. Hal yang tidak kalah penting adalah penanganan panen.
Panen adalah memetik hasil tanaman padi disawah atau di ladang sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan. Tujuan pemanenan padi adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Cara panen yang tidak baik akan menurunkan kehilangan hasil secara kuantitatif. Sedangkan saat panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah dan beras. Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras.
Hari Rabu, tanggal 2 Maret 2022 tim BPP Kecamatan Bagelen melakukan ubinan padi di lahan sawah milik Pak Djumirin, Kelompok Tani Sido Maju Desa Krendetan Kecamatan Bagelen. Varietas padi yang dipanen yaitu Ciherang dengan umur tanaman 101 Hari Setelah Tanam (HST). Padi Ciherang merupakan varietas padi unggul turunan dari IR64. Selain memiliki potensi hasil yang tinggi, bentuk gabah padi Ciherang adalah ramping panjang berwarna kuning bersih serta tekstur nasi yang pulen. Hal inilah yang menjadikan varietas Ciherang masih diminati oleh petani dan konsumen. Panen padi dilakukan secara manual dengan sabit dan dirontokkan dengan cara manual, tanpa menggunakan mesin perontok padi.Hasil ubinan padi sebesar 6,290 kg dengan perkiraan produktivitas padi sebesar 10,064 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP). Hasil panen tersebut dikatakan baik karena lebih tinggi dibandingkan dengan MT 1 pada tahun sebelumnya.
Pengirim: Argista Oktania, PPL Kecamatan Bagelen.






