UBINAN PADI DENGAN PEMUPUKAN BERIMBANG

By DINPPKP 14 Mar 2022, 08:59:18 WIB Penyuluhan
UBINAN PADI DENGAN PEMUPUKAN BERIMBANG

UBINAN PADI KEGIATAN BUDIDAYA PADI DENGAN PEMUPUKAN BERIMBANG

PT PETROKIMIA GRESIK DI KELOMPOK TANI TANI MAKMUR

DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWODADI MUSIM TANAM I TAHUN 2022

 

 

Pada Hari Jum’at, tanggal 11 Maret 2022 bertempat di lahan sawah Kelompok Tani Tani Makmur Desa Sumberrejo Kecamatan Purwodadi dilaksanakan ubinan padi Kegiatan Budidaya Padi dengan Pemupukan Berimbang dari PT Petrokimia Gresik Musim Tanam I Tahun 2022. Ubinan adalah metode untuk memperoleh informasi mengenai estimasi atau perkiraan produktivitas (hasil per hektar) komoditas tanaman pangan  (padi dan palawija).  Ubinan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan penyuluh pertanian bersama petani untuk mengetahui produksi komoditas pertanian baik padi maupun palawija, sebagai salah satu indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan dalam upaya meningkatkan kemampuan petani dalam penerapan budidaya sesuai anjuran.

Sebelum pelaksanaan ubinan hal yang perlu diperhatikan adalah cuaca dan waktu pelaksanaan. Ubinan dilaksanakan saat cerah/tidak hujan, dan waktu yang tepat adalah antara jam 9 sampai 10 pagi, dimana embun telah menguap.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan ubinan di Kelompok Tani tani Makmur Desa Sumberrejo Kecamatan Purwodadi yaitu :

  1. Menentukan petak sawah/lahan yang akan dilakukan ubinan. Dalam hal ini adalah lahan sawah demplot PT Petrokimia Gresik.
  2. Mengambil 2 titik sampel ubinan berukuran 2,5 x 2,5 m
  3. Memberi tanda hasil pengukuran dari kedua lokasi tersebut.
  4. Memotong padi hasil ubinan dalam petakan yang telah diukur.
  5. Merontok  padi hasil ubinan menggunakan trhreser, bersihkan.
  6. Menimbang padi hasil ubinan 2 titik sampel.
  7. Menjumlahkan hasil ubinan dan membagi 2 lalu dikalikan 16.

Penghitungan hasil ubinan Demplot PT Petrokimia Gresik :

  1. Varietas Sintanur

Sampel 1 : hasil timbangan 6,9 kg

Sampel 2 : hasil timbangan 7,9 kg

Rata-rata timbangan = 6,9 + 7,9 = 14,8 / 2 = 7,4 kg

Rata-rata produktivitas = 7,4 x 16 = 118,4 kw/ha = 11,8 ton/ha GKP

Konversi galengan sebesar 5 %  = 5 % x 11,8 = 0,59

Rata-rata produktivitas setelah dikonversi = 11,8 – 0,59 = 11,2 ton/ha GKP

 

  1. Varietas Ciherang

Sampel 1 :  hasil timbangan 6,5 kg

Sampel 2 : hasil timbangan 6,3 kg

Rata-rata timbangan = 6,5 + 6,3 = 12,8 / 2 = 6,4 kg

Rata-rata produktivitas = 6,4  x 16 = 10,04 ton/ha GKP

Konversi galengan sebesar 5 % = 5 % x 10,04 = 0,502

Rata-rata produktivitas setelah dikonversi = 10,04 – 0,502= 9,5 ton/ha GKP.

 

Budidaya padi dengan menerapkan pemupukan berimbang akan memberi hasil yang optimal.  Hal ini senada dengan pengakuan Bapak Mulyo Diharjo yang merupakan salah satu petani pelaksana kegiatan, yang disampaikan saat ubinan. Setelah menerapkan pupuk berimbang di lahan sawah yang digarap, tekstur tanahnya menjadi lebih gembur, dan produksi padi meningkat. Peningkatannya kurang lebih 200 kg gabah kering panen (GKP) per 100 ubin atau 1,4 ton gabah kering panen (GKP) per hektar atau 233 kg gabah kering panen (GKP) per iring.  Peningkatan hasil karena menerapkan pemupukan berimbang,  juga ditunjukkan di lahan garapan Bapak Mulyo Diharjo yang lain.

Pada kesempatan yang sama,  Kepala Desa Sumberrejo, Erwan Yoga Sena mengucapkan terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik atas kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumberrejo,  yang sudah mengedukasi masyarakat tani Desa Sumberrejo untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk.  Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Purwodadi Suyudiyono, S.ST menambahkan agar petani memanfaatkan alat mesin pertanian modern, yang telah dibantu pemerintah guna mendukung peningkatan produksi padi. Selain itu, hadir bersama Abdilillah selaku perwakilan PT Petrokimia Gresik, yang mengingatkan petani untuk memanfaatkan pupuk bersubsidi dengan baik dan menerapkan pemupukan berimbang tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara aplikasi, agar produksi padi optimal. Penggunaan pupuk organik baik petroganik dari PT Petrokimia Gresik ataupun pupuk organik hasil fermentasi petani sangat disarankan untuk selalu digunakan tiap musim.

Ada beberapa keuntungan budidaya padi dengan menggunakan pupuk organik serta menerapkan pemupukan kimia berimbang, diantaranya memperbaiki tekstur dan struktur tanah, mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, meninimalkan serangan hama dan penyakit serta meningkatkan produksi, yang pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan petani. Hal ini seperti yang disampaikan Penyuluh Wilayah Binaan Desa Sumberrejo, Desty Lina Erfawati, SP kepada anggota yang hadir dan berharap informasi ini juga tersampaikan kepada petani yang lain.

(Desty Lina Erfawati, SP-Penyuluh BPP Purwodadi).

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung