- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Ubinan kegiatan dem area Budidaya Tanaman Sehat.

Ubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Tanaman padi yang akan dilakukan kegiatan ubinan adalah padi yang siap dipanen.
Pada hari rabu, 2 Maret 2022 telah dilakukan kegiatan ubinan oleh petani yang tergabung dalam gapoktan margo mulyo desa Purwosari bersama dengan PPL kecamatan Kutoarjo pada lahan sawah yang mendapat kegiatan dem area Budidaya Tanaman Sehat. Kegiatan ubinan diawali dengan menentukan petak sawah/ lahan yang akan dilakukan ubinan. Penentuan titik sampel ubinan bisa dilakukan dengan cara manual ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi yang tersedia. Jika menggunakan aplikasi ubinan, kita diharuskan memasukkan panjang sisi petak (langkah biasa) Barat-Timur dan Utara-Selatan. Minimal 2 titik sampel. Setelah menentukan titiknya kemudian kita mengukur petakan seluas 2,5 m x 2,5 m. Padi yang ada dalam petakan dipotong lalu dipisahkan bulir padi dari batangnya, bulir padi tersebut kemudian dimasukkan kedalam kantong dan ditimbang hasilnya. Dari kegiatan tersebut didapatkan hasil sebagai berikut :
Titik 1 :
4,84 kg x 16 = 77,44 kw/ ha
Titik 2 :
5,48 kg x 16 = 87,68 kw/ ha
Titik 3 :
6,14 kg x 16 = 98,24 kw/ha
Dari ketiga titik sampel tersebut kemudian didapatkan rata-rata 87,78 kw/ha
Hasil tersebut tergolong baik dan mengalami peningkatan dibandingkan musim tanam sebelumnya. Dengan adanya kegiatan budidaya tanaman sehat, populasi hama lebih sedikit karena petani menerapkan pengendalian hama secara terpadu yang ramah lingkungan sejak dari awal pembibitan sampai menjelang panen.






