- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Ubinan kegiatan dem area Budidaya Tanaman Sehat.

Ubinan adalah salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Tanaman padi yang akan dilakukan kegiatan ubinan adalah padi yang siap dipanen.
Pada hari rabu, 2 Maret 2022 telah dilakukan kegiatan ubinan oleh petani yang tergabung dalam gapoktan margo mulyo desa Purwosari bersama dengan PPL kecamatan Kutoarjo pada lahan sawah yang mendapat kegiatan dem area Budidaya Tanaman Sehat. Kegiatan ubinan diawali dengan menentukan petak sawah/ lahan yang akan dilakukan ubinan. Penentuan titik sampel ubinan bisa dilakukan dengan cara manual ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi yang tersedia. Jika menggunakan aplikasi ubinan, kita diharuskan memasukkan panjang sisi petak (langkah biasa) Barat-Timur dan Utara-Selatan. Minimal 2 titik sampel. Setelah menentukan titiknya kemudian kita mengukur petakan seluas 2,5 m x 2,5 m. Padi yang ada dalam petakan dipotong lalu dipisahkan bulir padi dari batangnya, bulir padi tersebut kemudian dimasukkan kedalam kantong dan ditimbang hasilnya. Dari kegiatan tersebut didapatkan hasil sebagai berikut :
Titik 1 :
4,84 kg x 16 = 77,44 kw/ ha
Titik 2 :
5,48 kg x 16 = 87,68 kw/ ha
Titik 3 :
6,14 kg x 16 = 98,24 kw/ha
Dari ketiga titik sampel tersebut kemudian didapatkan rata-rata 87,78 kw/ha
Hasil tersebut tergolong baik dan mengalami peningkatan dibandingkan musim tanam sebelumnya. Dengan adanya kegiatan budidaya tanaman sehat, populasi hama lebih sedikit karena petani menerapkan pengendalian hama secara terpadu yang ramah lingkungan sejak dari awal pembibitan sampai menjelang panen.






