- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Ubinan Jagung Kutoarjo

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi.
Jagung mengandung vitamin B1 (tiamin), vitamin B9 (asam folat), dan vitamin B12. Tiamin berfungsi membantu produksi energi (metabolisme energi), melawan depresi, menurunkan risiko gagal ginjal, membantu produksi insulin, dan memaksimalkan fungsi sistem saraf serta sistem kardiovaskular tubuh.
Jagung merupakan salah satu komoditas serealia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi khususnya di Kabupaten Purworejo. Produksi / hasil panen tanaman jagung petani dapat diketahui melalui kegiatan pendugaan hasil yang disebut ubinan. Ubinan adalah luasan yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas) yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya dengan cara menimbang hasil ubinan kemudian dikalikan dengan faktor pengali . Ukuran ubinan yang biasa digunakan BPS adalag 2,5 x 2,5 m2
Kegiatan ubinan jagung dilakukan pada senin, 18 April 2022 di desa Tunggorono kecamatan Kutoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petani bersama PPL dan mitra BPS. Adapun hasil dari ubinan jagung tersebut menunjukkan angka 9, 4 ton / hektar. Hasil tersebut masuk dalam kategori baik






