UBINAN DEMPLOT PADI SAPROTAN UTAMA DI KT GUYUB RUKUN DESA KEMBANGKUNING KEC NGOMBOL

By DINPPKP 15 Feb 2021, 20:01:53 WIB Penyuluhan
UBINAN DEMPLOT PADI SAPROTAN UTAMA DI KT GUYUB RUKUN DESA KEMBANGKUNING KEC NGOMBOL

UBINAN DEMPLOT PADI SAPROTAN UTAMA DI KT GUYUB RUKUN DESA KEMBANGKUNING KEC NGOMBOL

Dinas Pertanian Pangan dan Kelautan Kabupaten Purworejo melalui BPP Kecamatan Ngombol bekerjasama dengan Saprotan Utama melakukan kegiatan percontohan melalui demplot pupuk padi yang dilaksanakan di Lahan sawah milik Bpk Ranu Senjoyo pada musim tanam I tahun 2021. Kegiatan ini demplot diawali dari pengolahan lahan sawah, penanaman, pemupukan, penyiangan, pengendalian OPT dan panen. Varietas padi yang ditanam yaitu Sintanur dengan jadwal tanam yaitu pada tanggal 14 November 2020. 
Aplikasi yang digunakan pada lahan demplot yaitu : 
1.    Urecote : dosis 75 kg/ha pada umur 10-15 HST
2.    Fertiphos : dosis 125 kg/ha pada umur 10-15 HST
3.    Saprodap : dosis 125 kg/ha pada umur 10-15 HST
4.    CPN : dosis 20 kg/ha pada umur 10-15 HST
5.    ZA : dosis 125 kg/ha pada umur 30-35 HST
6.    PN : dosis 20 kg/ha pada umur 30-35 HST
7.    MKP : dosis 2,5 ka/ha pada umur 45 dan 60 HST
Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi atau palawija melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Hasil inilah dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 Ha. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha.
            Hari ini (15/02/2021) Kepala Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura beserta staf, Penyuluh Pertanian Kec Ngombol, Perwakilan dari Saprotan Utama, dan Pengurus beserta anggota Kelompok Tani melakukan kegiatan ubinan di Desa Kembangkuning yaitu di lahan sawah Bapak Ranu Senjoyo. Ada 2 titik yang digunakan sebagai sampel ubinan.
           Dari hasil ubinan didapatkan hasil 5,2 dan 5,1 kg, jika dikonversikan dalam 1 Ha dikalikan 1600 didapatkan hasil 8,240 ton/Ha produksinya. Hasil yang cukup memuaskan dimana sebagian besar tanaman padi ada beberapa terdapat serangan hawar daun bakteri. Berdasarkan hasil perbandingan, apabila menggunakan aplikasi pupuk milik petani pada umunya menghabiskan biayanya Rp 2.000.000,- per hektar dengan provitas 7,1 ton/ha. Akan tetapi dengan menggunakan aplikasi pupuk padi dari saprotan utama, total biaya pemupukan yang dikeluarkan yaitu Rp 3.000.000,- dengan provitas 8,240 ton/ha. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh hasil yang signifikan antara perlakukan petani dengan aplikasi pupuk dari Saprotan Utama. Diharapkan dengan adanya demplot tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan petani, utamanya terkait adanya keterbatasan jumlah pupuk bersubsidi yang beredar di masyarakat, bahwasanya untuk mengantisipasi hal tersebut dapat menggunakan pupuk non subsidi yang dapat diperoleh di kios pertanian terdekat dengan domisili. Semoga produktivitas padi tetap tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung