Pertemuan Penangkaran Benih Tembakau

By DINPPKP 23 Apr 2026, 09:31:15 WIB Penyuluhan
Pertemuan Penangkaran Benih Tembakau

Pertemuan Penangkaran Benih Tembakau 


Kelompok Tani Budi Santoso I Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, hari Rabu 22 April 2026 kegiatan pertemuan penangkaran benih tembakau yang berlangsung dengan tertib, interaktif, dan sarat materi edukatif. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas petani dalam menghasilkan benih tembakau unggul dan bersertifikat. Kegiatan ini merupakan pertemuan pembinaan dan sosialisasi penangkaran benih tembakau yang mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik produksi benih, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga tata cara sertifikasi benih.

Acara dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, perwakilan BPSB Jawa Tengah yaitu ibu Tika Rahmadani, A.Md. Koordinator Lapangan Kecamatan Purworejo Ibu Woro Hapsari H., S.P., serta para ketua kelompok tani dan anggota Kelompok Tani Budi Santoso I. Dilaksanakan pada hari yang telah dijadwalkan, dimulai sejak pagi hingga kegiatan selesai.

Bertempat di Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menghasilkan benih tembakau yang bermutu tinggi, menjaga kemurnian varietas, serta mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas tembakau di tingkat lokal maupun regional.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengenai kegiatan penangkaran benih tembakau. Dalam sesi ini disampaikan secara rinci tahapan penangkaran, mulai dari pemilihan lokasi yang sesuai, persiapan lahan, pemilihan benih induk unggul, teknik persemaian, penanaman, hingga proses pemeliharaan tanaman. Materi juga mencakup teknik seleksi tanaman induk yang baik, seperti pemilihan tanaman sehat, seragam, dan bebas dari serangan hama penyakit, serta pentingnya menjaga isolasi tanaman untuk mempertahankan kemurnian genetik benih. Selain itu, disampaikan pula tata cara panen benih yang tepat, proses pengeringan, penyimpanan benih, hingga pengemasan agar kualitas benih tetap terjaga.

Pada sesi kedua, materi mengenai hama dan penyakit tanaman tembakau disampaikan oleh POPT Kabupaten Purworejo, Bapak Setyo Widodo, SP., MP. Dalam paparannya dijelaskan berbagai jenis hama utama seperti ulat daun, kutu daun, dan trips, serta penyakit penting seperti layu bakteri dan penyakit daun. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida yang bijak, serta pentingnya monitoring rutin di lapangan untuk deteksi dini serangan.

Selanjutnya, materi ketiga mengenai sertifikasi benih tembakau disampaikan oleh perwakilan BPSB Jawa Tengah, Tika Rahmadani, A.Md. Dalam sesi ini dijelaskan secara detail persyaratan sertifikasi benih, prosedur pengajuan sertifikasi, tahapan pemeriksaan lapangan, hingga standar mutu benih yang harus dipenuhi. Disampaikan pula pentingnya label sertifikasi sebagai jaminan kualitas benih yang dihasilkan serta nilai tambah bagi petani penangkar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta  mengajukan pertanyaan terkait kendala di lapangan, seperti serangan hama yang sulit dikendalikan dan teknik menjaga kualitas benih. Narasumber memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh petani. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para petani mampu mengimplementasikan teknik penangkaran benih tembakau secara tepat dan berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan benih yang unggul, berkualitas, dan bersertifikat demi mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Purworejo.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung