- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Sekolah Lapang Kelapa, Dorong Petani Girigondo Untuk Budidaya Tanaman Kelapa sesuai GAP

Sekolah Lapang Kelapa, Dorong Petani Girigondo Untuk Budidaya Tanaman Kelapa sesuai GAP
Girigondo, 22 April 2026 – Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo melaksanakan pertemuan kedua Sekolah Lapang (SL) Kelapa yang diikuti 25 peserta. Kegiatan ini fokus pada peningkatan keterampilan budidaya kelapa dari pemilihan bibit sampai penanganan pasca panen. Acara dibuka dengan sambutan Kabid Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ery Puspandono, SP, MM. Beliau menyampaikan bahwa tujuan SL Kelapa adalah meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya kelapa secara utuh. Petani diharapkan tidak hanya fokus pada buah, tetapi juga mampu mengembangkan potensi limbah seperti sabut kelapa agar memiliki nilai ekonomi.
Arahan selanjutnya disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, H. Shohibul Untung, S.Sos. Ia menekankan besarnya potensi kelapa, mulai dari buah hingga sabut, di pasar ekspor. Menurutnya, DPRD siap menampung aspirasi kelompok tani untuk mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan komoditas kelapa di Purworejo.
Materi inti dipandu Koordinator BPP Pituruh Tri Surahmi, SP. Peserta melakukan pengamatan agroekosistem dengan dibagi menjadi 5 kelompok. Aspek yang diamati meliputi: jenis kelapa, umur tanaman, jarak tanam, tinggi tanaman, jenis hama dan gulma yang ada, tanaman lain yang tumbuh di kebun kelapa, serta jumlah tandan dan jumlah buah per tandan. Setelah pengamatan lapangan, peserta kembali ke kelas untuk memaparkan hasil pengamatan masing-masing kelompok. Sesi dilanjutkan dengan materi GAP (Good Agricultural Practices) Tanaman Kelapa oleh PPL Wibi Desa GIrigondo Aditya Suwandi. Ia menjelaskan cara budidaya kelapa yang baik dan benar, mulai dari pemilihan bibit unggul, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga panen yang tepat.
Kegiatan ditutup dengan diskusi. Peserta aktif bertanya seputar teknik budidaya, penanganan hama, hingga peluang pemasaran sabut kelapa. Melalui SL ini, Kelompok Tani Berkah Tani Milenial diharapkan mampu menjadi pionir pengembangan kelapa terpadu di Desa Girigondo.






