- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Tumbuh Bersama, Maju Bersama KEP Tunas Muda Siap Jadi Tunas Harapan Petani Turu
Tumbuh Bersama, Maju Bersama
KEP Tunas Muda Siap Jadi Tunas Harapan Petani Turus
KEMIRI KEREN NEWS –– Balai Dusun Karangturi, Turus tampak ramai sejak pagi, Kamis (16/10). Pemuda Desa Turus berkumpul dengan semangat tinggi mengikuti kegiatan pembentukan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebuah langkah penting untuk memperkuat kemandirian petani sekaligus mempererat solidaritas di tingkat desa.
Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan dinamika kelompok yang kreatif dan interaktif. Salah satunya adalah penggalian potensi dengan metode tulang ikan (fishbone analysis), di mana para peserta diajak menggali potensi dan permasalahan yang sering mereka hadapi, terutama pada tahap pembibitan tanaman. Setiap peserta menuliskan kendala yang dihadapi, seperti benih sulit tumbuh, serangan hama penyakit, hingga pemasaran, kemudian bersama-sama mencari akar masalah dan solusi.
“Dengan metode ini kami bisa saling terbuka, tidak ada yang merasa paling tahu. Semua diajak berpikir dan menyumbang ide,” ujar Aan, salah satu peserta yang mengaku senang karena suasananya tidak tegang seperti rapat formal biasanya.
Untuk mencairkan suasana, peserta juga diajak bermain ice breaking “menyobek kertas”. Walau sederhana, kegiatan ini sarat makna. Setiap peserta diberi selembar kertas dan diminta mengikuti instruksi. Hasilnya? bentuk sobekan semua berbeda. Dari situ muncul pesan berharga: meski setiap orang punya cara berbeda, tujuan akhirnya bisa sama bila ada komunikasi dan kebersamaan.
“Kadang dalam kelompok juga begitu. Kita punya cara dan pendapat sendiri, tapi kalau tujuannya sama, hasilnya tetap baik,” ujar Turut sambil tertawa melihat hasil sobekannya yang aneh bentuknya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Desa Turus, yang turut memberikan sambutan pembuka.
“Kami sangat mendukung pembentukan Kelembagaan Ekonomi Petani ini. Tunas Muda adalah kebanggaan Desa Turus karena semangatnya luar biasa. Harapan kami, dengan wadah ini petani muda bisa lebih maju dan bisa mandiri secara ekonomi,” kata Sekdes Turus dengan penuh semangat.
Hadir pula Sekretaris Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Dra. Dede Yeni Iswantini, MM dan Kabid Prasarana dan Penyuluhan, Arie Sulistyani, SP., MP., yang memberikan arahan dan motivasi kepada para petani muda.
“Petani itu bukan hanya pekerja di sawah, tapi juga pelaku ekonomi yang harus kuat dan cerdas. Kalau kelembagaannya solid, petani bisa menentukan arah usaha sendiri tanpa tergantung pihak luar,” ujar Ibu Yeni dalam sambutannya.
Ibu Ari juga menambahkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi kelompok tani agar kelembagaan ini tidak hanya terbentuk di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dan bermanfaat.
“Kuncinya adalah konsistensi dan komunikasi antaranggota. Kalau dua hal itu dijaga, kelompok akan tumbuh kuat,” ujarnya.
Sementara itu, materi utama tentang Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dibawakan oleh Penyuluh Pertanian senior, Febtory Harsanti, SP., MMA., dengan gaya penyampaian yang santai, penuh contoh nyata, dan mudah dicerna.
“KEP itu bukan sekadar organisasi formal. Ini wadah untuk belajar mengelola hasil, keuangan, dan peluang bersama. Jadi petani tidak jalan sendiri-sendiri, tapi tumbuh bareng,” jelasnya.
Ia juga mengajak peserta berpikir jangka panjang tentang bagaimana KEP bisa menjadi dasar untuk koperasi tani atau unit usaha bersama di masa depan.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Banyak yang aktif bertanya, berdiskusi, bahkan berbagi pengalaman. “Biasanya kami hanya dengar teori, tapi kali ini kami diajak mikir bareng. Rasanya jadi punya tanggung jawab dan rasa memiliki,” ungkap Mas Azis, salah satu anggota yang baru bergabung di KEP Tunas Muda Turus.
Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh anggota KEP Tunas Muda untuk membangun kelembagaan yang solid, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
“Kami ingin Tunas Muda benar-benar jadi tunas yang tumbuh kuat dan bisa jadi contoh bagi petani lain,” kata ketuanya dengan penuh semangat.
“Semoga KEP Tunas Muda ini bisa menjadi contoh bagi KEP lain di Kemiri,” tutur Ibu Yeni sebelum meninggalkan lokasi.
Dan seperti nama kelompoknya, “Tunas Muda” benar-benar menjadi simbol tumbuhnya semangat baru bagi petani muda Desa Turus, tunas-tunas harapan yang siap tumbuh menjadi pohon kokoh bagi pertanian yang mandiri dan berkelanjutan. Semoga.–






