TRANSFORMASI AGRIBISNIS PETANI MILENIAL MENJADI PRIORITAS PROGRAMA PENYULUHAN KECAMATAN KEMIRI

By DINPPKP 10 Des 2024, 15:10:55 WIB Penyuluhan
TRANSFORMASI AGRIBISNIS PETANI MILENIAL  MENJADI PRIORITAS PROGRAMA PENYULUHAN KECAMATAN KEMIRI

TRANSFORMASI AGRIBISNIS PETANI MILENIAL

MENJADI PRIORITAS PROGRAMA PENYULUHAN KECAMATAN KEMIRI

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kemiri gelar rapat penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tahun 2025 pada Kamis 5 Desember 2024 (5/12/2024) yang dihadiri oleh Koordinator KJF Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Koordintaor BPP Kecamatan Kemiri, Penyuluh Pertanian, POPT Kecamatan Kemiri dan perwakilan kelompok tani se Kecamatan Kemiri. Acara yang berlangsung di Aula BPP Kecamatan Kemiri ini bertujuan menyusun program kerja yang berbasis pada kebutuhan petani.

Dalam sambutannya, Koordinator KJF Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Sri Suharweni, S.PKP, menekankan pentingnya penyusunan programa berbasis kebutuhan lokal.

“Programa ini harus menjadi acuan yang solutif, fokus pada inovasi, dan menjawab tantangan yang dihadapi petani Kecamatan Kemiri, khususnya terkait diversifikasi tanaman dan penguatan agribisnis,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menambahkan, Tahun 2025 akan menjadi tahun yang penuh dengan peluang, namun juga tantangan. Oleh karena itu, kita perlu menyusun programa yang tidak hanya fokus pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam, pengelolaan risiko perubahan iklim, dan pengembangan agribisnis yang dapat meningkatkan daya saing produk pertanian kita.

“Dalam Rapat Evaluasi Penyuluhan di Semarang, disampaikan bahwa Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan bahwa target swasembada pangan yang awalnya ditetapkan pada tahun 2028, akan dipercepat menjadi 2027,” paparnya lagi.

Kemudian kata Ibu Sri Suharweni, swasembada pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Pemerintah kini bekerja keras untuk mencapai target ini dalam waktu empat tahun ke depan, dengan mengimplementasikan kebijakan yang melibatkan kementerian terkait, termasuk distribusi pupuk.

Rapat diawali dengan evaluasi Programa Penyuluhan Tahun 2024 yang dipaparkan oleh Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP. Ia menjelaskan beberapa keberhasilan dan tidak sedikit juga tantangan yang dihadapi.

“Tahun 2024, kita telah melaksanakan berbagai program penyuluhan dengan fokus pada peningkatan pengetahuan petani tentang teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Beberapa pencapaian yang perlu kita catat diantaranya, pelatihan pembuatan pupuk organik yang meningkatkan produktivitas padi dan adopsi teknologi irigasi efisien di lahan kering”

Lebih lanjut, beliau menyampaikan beberapa kendala seperti rendahnya partisipasi kelompok tani dan keterbatasan akses teknologi modern masih menjadi tantangan utama. Ada beberapa kegiatan tidak berjalan optimal karena keterbatasan anggaran. Beberapa program masih memerlukan penguatan pada aspek pendampingan, khususnya setelah pelatihan, agar petani mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten.

Acara dilanjutkan dengan diskusi teknis yang dipandu oleh Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kemiri, Whisnu Agung Suryanugraha, SP. Para peserta rapat memberikan masukan yang konstruktif. Salah satu perwakilan kelompok tani, Pak Suripto, mengusulkan adanya penambahan penyuluhan agar lebih banyak petani yang dapat terlibat aktif.

“Saya berharap penyuluhan tidak hanya mengajarkan teknik bertani, tetapi juga tentang cara memasarkan hasil pertanian dengan harga yang menguntungkan. Penting juga ada pelatihan tentang pengemasan, strategi pemasaran, serta mencari saluran pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Bu Rini, perwakilan petani perempuan, menekankan pentingnya pelatihan khusus untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengelolaan hasil pertanian.

“Untuk meningkatkan kemandirian petani perempuan, saya mengusulkan agar penyuluhan tidak hanya berbicara tentang aspek pertanian, tetapi juga kewirausahaan. Program pelatihan ini bisa mencakup cara mengolah produk pertanian menjadi barang jadi atau olahan yang memiliki nilai tambah, serta strategi pemasaran yang lebih efektif,” usulnya.

Ketua KTNA Kecamatan Kemiri, Fajar Alwani juga mengusulkan pentingnya pelatihan khusus untuk petani milenial dalam pengelolaan hasil panen dan agribisnis.

“Pelatihan agribisnis bagi petani milenial akan membantu petani memahami aspek penting dalam agribisnis, seperti perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, analisis pasar, serta pengelolaan risiko usaha, tuturnya.

Sementara itu, dikatakan Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP, Rencana Programa Tahun 2025 untuk mendukung petani Kecamatan Kemiri menjadi supaya lebih mandiri, inovatif, dan produktif melalui penyuluhan berbasis kebutuhan lokal, maka diperlukan rencana prioritas utama diantaranya; pengembangan agribisnis petani milenial, mendorong budidaya tanaman hortikultura dan palawija di lahan kering sebagai alternatif tanaman utama dan penguatan kapasitas pasca panen melalaui pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk.

“Strategi pelaksanaan rencana prioritas tersebut dengan mengoptimalkan peran penyuluh sebagai fasilitator yang aktif mendampingi petani. Menyediakan materi penyuluhan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan lokal,” tegasnya lagi.

Diungkapkannya lagi, bahwa indikator keberhasilan dari pelaksanaan rencana prioritas tersebut nantinya dapat dilihat dengan adanya peningkatan rata-rata produksi hasil pertanian sebesar 2-5%, penambahan jumlah petani muda yang terjun dalam kegiatan agribisnis sebanyak 10% dan minimal 70% kelompok tani terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

“Sebagai tindak lanjut dari rapat ini maka tim penyusun akan mengadakan rapat lanjutan untuk finalisasi dokumen programa. Penyuluh akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk mendukung program yang direncanakan,” pungkasnya.

Rapat yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan kesepakatan bahwa dokumen final programa akan dirumuskan pada 20 Desember 2024. Semua pihak optimis bahwa Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kemiri Tahun 2025 dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertanian Kecamatan Kemiri.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung