- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
TRANSFORMASI AGRIBISNIS PETANI MILENIAL MENJADI PRIORITAS PROGRAMA PENYULUHAN KECAMATAN KEMIRI

TRANSFORMASI
AGRIBISNIS PETANI MILENIAL
MENJADI
PRIORITAS PROGRAMA PENYULUHAN KECAMATAN KEMIRI
KEMIRI KEREN NEWS –– Balai Penyuluhan
Pertanian (BPP) Kecamatan Kemiri gelar rapat penyusunan Programa Penyuluhan
Pertanian Tahun 2025 pada Kamis 5 Desember 2024 (5/12/2024) yang dihadiri oleh
Koordinator KJF Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo,
Koordintaor BPP Kecamatan Kemiri, Penyuluh Pertanian, POPT Kecamatan Kemiri dan
perwakilan kelompok tani se Kecamatan Kemiri. Acara yang berlangsung di Aula BPP
Kecamatan Kemiri ini bertujuan menyusun program kerja yang berbasis pada kebutuhan
petani.
Dalam sambutannya,
Koordinator KJF Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu
Sri Suharweni, S.PKP, menekankan pentingnya penyusunan programa berbasis
kebutuhan lokal.
“Programa ini
harus menjadi acuan yang solutif, fokus pada inovasi, dan menjawab tantangan
yang dihadapi petani Kecamatan Kemiri, khususnya terkait diversifikasi tanaman
dan penguatan agribisnis,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau
juga menambahkan, Tahun 2025 akan menjadi tahun yang penuh dengan peluang,
namun juga tantangan. Oleh karena itu, kita perlu menyusun programa yang tidak
hanya fokus pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan
sumber daya alam, pengelolaan risiko perubahan iklim, dan pengembangan
agribisnis yang dapat meningkatkan daya saing produk pertanian kita.
“Dalam Rapat
Evaluasi Penyuluhan di Semarang, disampaikan bahwa Presiden Indonesia, Prabowo
Subianto, mengumumkan bahwa target swasembada pangan yang awalnya ditetapkan
pada tahun 2028, akan dipercepat menjadi 2027,” paparnya lagi.
Kemudian kata Ibu
Sri Suharweni, swasembada pangan tersebut merupakan bagian dari upaya
pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan dalam negeri dan mengurangi
ketergantungan pada impor. Pemerintah kini bekerja keras untuk mencapai target
ini dalam waktu empat tahun ke depan, dengan mengimplementasikan kebijakan yang
melibatkan kementerian terkait, termasuk distribusi pupuk.
Rapat diawali dengan
evaluasi Programa Penyuluhan Tahun 2024 yang dipaparkan oleh Koordinator BPP
Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP. Ia menjelaskan beberapa keberhasilan
dan tidak sedikit juga tantangan yang dihadapi.
“Tahun 2024,
kita telah melaksanakan berbagai program penyuluhan dengan fokus pada
peningkatan pengetahuan petani tentang teknologi pertanian yang lebih ramah
lingkungan dan efisien. Beberapa pencapaian yang perlu kita catat diantaranya, pelatihan
pembuatan pupuk organik yang meningkatkan produktivitas padi dan adopsi
teknologi irigasi efisien di lahan kering”
Lebih lanjut, beliau
menyampaikan beberapa kendala seperti rendahnya partisipasi kelompok tani dan
keterbatasan akses teknologi modern masih menjadi tantangan utama. Ada beberapa
kegiatan tidak berjalan optimal karena keterbatasan anggaran. Beberapa program
masih memerlukan penguatan pada aspek pendampingan, khususnya setelah
pelatihan, agar petani mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten.
Acara dilanjutkan
dengan diskusi teknis yang dipandu oleh Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan
Kemiri, Whisnu Agung Suryanugraha, SP. Para peserta rapat memberikan masukan
yang konstruktif. Salah satu perwakilan kelompok tani, Pak Suripto, mengusulkan
adanya penambahan penyuluhan agar lebih banyak petani yang dapat terlibat
aktif.
“Saya berharap
penyuluhan tidak hanya mengajarkan teknik bertani, tetapi juga tentang cara
memasarkan hasil pertanian dengan harga yang menguntungkan. Penting juga ada
pelatihan tentang pengemasan, strategi pemasaran, serta mencari saluran pasar
yang lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Bu
Rini, perwakilan petani perempuan, menekankan pentingnya pelatihan khusus untuk
meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengelolaan hasil pertanian.
“Untuk
meningkatkan kemandirian petani perempuan, saya mengusulkan agar penyuluhan
tidak hanya berbicara tentang aspek pertanian, tetapi juga kewirausahaan.
Program pelatihan ini bisa mencakup cara mengolah produk pertanian menjadi
barang jadi atau olahan yang memiliki nilai tambah, serta strategi pemasaran
yang lebih efektif,” usulnya.
Ketua KTNA Kecamatan
Kemiri, Fajar Alwani juga mengusulkan pentingnya pelatihan khusus untuk petani
milenial dalam pengelolaan hasil panen dan agribisnis.
“Pelatihan agribisnis
bagi petani milenial akan membantu petani memahami aspek penting dalam
agribisnis, seperti perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, analisis pasar,
serta pengelolaan risiko usaha, tuturnya.
Sementara itu,
dikatakan Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP, Rencana
Programa Tahun 2025 untuk mendukung petani Kecamatan Kemiri menjadi supaya
lebih mandiri, inovatif, dan produktif melalui penyuluhan berbasis kebutuhan
lokal, maka diperlukan rencana prioritas utama diantaranya; pengembangan
agribisnis petani milenial, mendorong budidaya tanaman hortikultura dan
palawija di lahan kering sebagai alternatif tanaman utama dan penguatan
kapasitas pasca panen melalaui pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk
meningkatkan nilai tambah produk.
“Strategi pelaksanaan
rencana prioritas tersebut dengan mengoptimalkan peran penyuluh sebagai
fasilitator yang aktif mendampingi petani. Menyediakan materi penyuluhan yang
relevan dengan kondisi dan kebutuhan lokal,” tegasnya lagi.
Diungkapkannya lagi,
bahwa indikator keberhasilan dari pelaksanaan rencana prioritas tersebut
nantinya dapat dilihat dengan adanya peningkatan rata-rata produksi hasil
pertanian sebesar 2-5%, penambahan jumlah petani muda yang terjun dalam
kegiatan agribisnis sebanyak 10% dan minimal 70% kelompok tani terlibat aktif
dalam pelaksanaan program.
“Sebagai tindak
lanjut dari rapat ini maka tim penyusun akan mengadakan rapat lanjutan untuk
finalisasi dokumen programa. Penyuluh akan melakukan koordinasi dengan
pemerintah desa untuk mendukung program yang direncanakan,” pungkasnya.
Rapat yang
berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan kesepakatan bahwa dokumen
final programa akan dirumuskan pada 20 Desember 2024. Semua pihak optimis bahwa
Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kemiri Tahun 2025 dapat memberikan
dampak positif yang signifikan bagi pertanian Kecamatan Kemiri.






