TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI, KELOMPOK TANI WINGKOSANGGRAHAN APLIKASIKAN BOOSTER DAN PESTISIDA NABATI

By DINPPKP 22 Des 2022, 08:34:45 WIB Penyuluhan
TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI, KELOMPOK TANI WINGKOSANGGRAHAN APLIKASIKAN BOOSTER DAN PESTISIDA NABATI

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI, KELOMPOK TANI WINGKOSANGGRAHAN APLIKASIKAN BOOSTER DAN PESTISIDA NABATI

 

Pelaksanaan Climate Smart Agriculture (CSA) terdapat tiga hal utama yang menjadi sasaran pencapaian, yakni; (i) Peningkatan Intensitas Pertanaman (IP), produktivitas dan pendapatan sektor pertanian, (ii) Penguatan adaptasi dan ketangguhan petani terhadap Dampak Perubahan Iklim (DPI), serta (iii) Penurunan dan atau menghilangkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Pada dasarnya CSA merupakan pendekatan pada pengembangan strategi pertanian untuk mengamankan ketahanan pangan berkelanjutan dalam menghadapi kondisi DPI.

Salah satu paket teknologi penerapan CSA SIMURP yaitu aplikasi booster dan pestisida nabati. Kelompok Tani Maju Mapan, Desa Wingkosanggrahan merupakan salah satu kelompok tani penerima kegiatan Demplot Teknologi CSA SIMURP tahun 2022. Demplot ini dilaksanakan pada musim tanam I tahun 2022/2023, dengan varietas Ciherang. Dengan menggunakan bahan-bahan dari rimpang seperti bengle, jahe merah, kunyit, lengkuas, temu

Ireng, Bapak Kartiko mengolahnya menjadi pestisida nabati yang diaplikasikan pada lahan demplot. Untuk pembuatan booster padi menggunakan bahan telur, madu, susu, nanas, air kelapa dan air leri.

Pada hari Kamis, 22 Desember 2022 dilakukan aplikasi penyemprotan booster dan pestisida nabati yang ke 5 di lahan demplot CSA SIMURP dengan umur tanaman 35 hari. Bakti Woro Haryanti selaku PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa  pestisida nabati  tidak beracun pada makhluk hidup non target sehingga aman untuk lingkungan.
"Dengan pestisida nabati, pencemaran akibat pestisida sintetis dapat dihindari sehingga produk yang dihasilkan lebih sehat dan aman bagi kesehatan," katanya.
Penggunaan pestisida nabati mempunyai keuntungan dan manfaat berupa menjaga daya tahan tanaman, aman bagi musuh alami dan organisme non target, murah dan mudah didapat.
Selain itu juga tidak menimbulkan residu pada tanaman, produk pertanian yang dihasilkan lebih sehat, tidak mudah menyebabkan resistensi hama, dan kesehatan tanah lebih terjaga bahkan dapat meningkatkan bahan organik tanah.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan kalau pertanian cerdas iklim atau CSA proyek SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani. "SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman. SIMURP juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” paparnya.

Sementara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL mengatakan dengan hadirnya Program SIMURP diharapkan petani penerima manfaat SIMURP dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien serta tanpa bergantung pada kondisi iklim yang berubah.

Pengirim :

BAKTI WORO HARYANTI, SP

BPP KECAMATAN NGOMBOL

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung