TINGKATKAN PERTANAMAN PADI LAHAN TADAH HUJAN, KELOMPOK TANI BENER TERIMA POMPA AIR

By DINPPKP 27 Mei 2024, 07:48:13 WIB Penyuluhan

TINGKATKAN PERTANAMAN PADI LAHAN TADAH HUJAN,

KELOMPOK TANI BENER TERIMA POMPA AIR

 

  

 

Saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia membentuk Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan karena dikawatirkan El Nino akan terjadi lagi secara global, sehingga harus ada tanggung jawab bersama secara kolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) menjadi penanggung jawab 5 kabupaten, salah satunya Purworejo.

 

Dalam rangka akselerasi program PAT (Pertambahan Areal Tanam) pada lahan tadah hujan, Kabupaten Purworejo menerima 47 unit pompa air dengan penerima manfaat sejumlah 47 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan, salah satunya Kecamatan Bener.

 

Kecamatan Bener memperoleh 2 unit pompa air dengan kapasitas 3 inchi. Kelompok tani yang menerima pompa air adalah Sido Dadi Desa Kalijambe dan Suko Makaryo Desa Sukowuwuh. Kedua kelompok tani tersebut menerima pompa air karena memiliki lahan tadah hujan yang mana selama ini hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun. Dengan adanya pompa air, diharapkan dapat menambah areal tanam di lahan tadah hujan tersebut menjadi dua kali dalam setahun.

 

Kedua kelompok tersebut menerima pompa air pada acara Simbolis Penyerahan Bantuan Alsintan berupa Pompa Air Program Pertambahan Areal Tanam, hari Kamis tanggal 16 Mei 2024 di Aula B/C Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Acara tersebut dihadiri Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Dandim 0708 Kabupaten Purworejo, Koordinator Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan, dan Kelompok Tani penerima pompa air.

 

Setelah menerima pompa air, kelompok tani Sido Dadi Desa Kalijambe dan Suko Makaryo Desa Sukowuwuh mencoba pompa tersebut apakah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hasilnya, kedua pompa air tersebut dapat berfungsi dengan baik. Kelompok Tani akan segera memanfaatkannya sebagai penyedot air untuk pengolahan tanah dan perawatan tanaman di musim kemarau. Saat ini lahan masih ada pertanaman sekitar umur 70 – 95 hari setelah tanam, sebagian tanaman sudah mulai dipanen.

 

Luas lahan sawah tadah hujan yang ditargetkan dapat ditanami padi di kelompok tani Sido Dadi Desa Kalijambe adalah 6 hektar, dan kelompok tani Suko Makaryo Desa Sukowuwuh seluas 5 ha. Petani yang tergabung dalam kelompok tani tersebut menyambut pompa air ini dengan bahagia karena lahan tadah hujan dapat kembali ditanami dengan air yang tersedia dari sungai pada musim tanam II ini.

 

Pemerintah berharap adanya pompanisasi, maka dapat meningkatkan produksi padi, sehingga ketahanan pangan di Indonesia tetap terjaga melalui ketersediaan padi yang terpenuhi pada masing-masing daerah.

 

Agar usaha ini berhasil, perlu adanya kerja sama antar semua pihak terkait mulai dari kesadaran petani, keaktifan kelompok tani, motivasi dan dukungan Pemerintah Desa, peran serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo melalui penyuluh pertanian, partisipasi babinsa, PVTPP Kementerian Pertanian RI selaku penanggung jawab program yang kesemua stakeholder tersebut menyatu dan memahami tujuan program pompanisasi untuk mendukung Pertambahan Areal Tanam (PAT) ini.

 

 

 

 

Penyusun :

Febtory Setyo Harsanti, S.P., M.M.A

BPP Bener





Berita Purworejo

Counter Pengunjung