- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
TINGKATKAN KEMITRAAN DENGAN SRG DAN PRODUSEN BENIH PADI, BPP NGOMBOL FASILITASI TEMU USAHA CSA SIMURP

TINGKATKAN KEMITRAAN DENGAN SRG DAN PRODUSEN BENIH PADI, BPP NGOMBOL FASILITASI TEMU USAHA CSA SIMURP
Dalam rangka untuk memperkuat BPP Konstratani sebagai pusat pembangunan pertanian di kecamatan, pada hari Kamis 29 September 2022 bertempat di aula BPP Kecamatan Ngombol dilakukan temu usaha kemitraan yang dihadiri oleh 30 orang perwakilan kelompok tani CSA SIMURP. Temu usaha pertanian merupakan pertemuan antara petani sebagai pelaku usaha agribisnis dengan pengusaha dan institusi terkait untuk meningkatkan kesempatan promosi/transaksi teknologi, produk pertanian, sarana produksi pertanian, maupun jasa yang dibutuhkan petani/pelaku agribisnis lainnya.
Hadir Wahyudi selaku dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang menyampaikan pesan kepada petani yang hadir untuk menerapkan pertanian cerdas iklim untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas tanaman padi. Hal ini selaras dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, Kementan akan mengembangkan pertanian dengan memaksimalkan BPP Kostratani sebagai acuan untuk menciptakan pertanian yang tangguh menghadapi krisis iklim.
"Kostratani merupakan penguatan peran dan fungsi BPP yang berbasis teknologi informasi serta mampu memberikan contoh dalam penerapan pertanian cerdas iklim (CSA) tentunya membutuhkan SDM yang berkualitas. Kostratani diharapkan dapat meningkatkan kualitas pangan dan membangun pertanian kita untuk masa mendatang," ujar Dedi.
Woro selaku koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan bahwa salah satu fungsi BPP Konstratani yaitu sebagai pusat jejaring kemitraan dimana secara potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia untuk pertanian padi di Kecamatan Ngombol sangat melimpah. Dengan luasan sawah 3.425 hektar dan produktivitas rata-rata 7 ton/hektar diperoleh produksi 23.975 ton/musim. Kendala yang dihadapi petani yaitu harga panen yang cenderung rendah ketika puncak panen raya dan mayoritas petani masih menggunakan sistem ijon agar cepat mendapatkan cuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk menyikapi hal tersebut, hadir narasumber dari PDAU Sistem Resi Gudang Kabupaten Purworejo Muhammad Chalwani yang menyampaikan program kemitraan Sistem Resi Gudang, pngeringan padi dan penggilingan padi. Dengan sistem yang baru ini, apabila musim panen telah tiba petani cukup mengontak pihak SRG kemudian pihak SRG akan turun langsung ke lokasi dan mengecek kadar air gabah milik petani. Apabila kadar air masih tinggi (di atas 14%) maka petani dapat menjemur kembali atau menggunakan jasa dryer milik SRG. Ketika kadar iar sudah memenuhi syarat, selanjutnya dilakukan uji mutu untuk menentukan kelas bagah milik petani apakah masuk kelas 1, 2 atau 3. Selanjutnya petani dapat menerima resi yang dapat digunakan sebagai agunan di Bank Jateng untuk modal usaha tani selanjutnya dengan nilai 70% dari gabah yang disimpan di gudang SRG.
Ketika harga gabah cenderung naik, petani dapat menjual gabah miliknya secara mandiri, difasilitasi oleh pihak SRG atau mengikuti lelang pasar komoditas gabah. Diharapkan dengan mengetahui puncak harga tertinggi tersebut, petani memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dibandingkan menjual gabha ketika puncak panen raya. Selain itu, pihak SRG juga memfasilitasi jasa pengangkutan dimana penggunaan truk dengan kapasitas 8-9 ton untuk area Purworejo tarifntya Rp 260.000,-. Fasilitas lain yang dimiliki SRG yaitu jasa pengeringan menggunakan mesim dryer dan penggilingan padi.
Narasumber yang kedua yaitu Priyoto dari Produsen Benih Sari Tani Unggul yang menyampaikan kemitraan lokasi perbenihan padi benih sumber, penyediaan varietas benih unggul padi dan jagung serta penyediaan pupuk non subsidi. Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan dan peningkatan ketahanan pangan, maka petani perlu difasilitasi untuk menciptakan suatu kondisi perbenihan yang dapat mendukung ketersediaan benih secara 6 (enam) tepat yaitu varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga.
Woro menambahkan diharapkan setelah mengikuti temu usaha ini, kelompok tani CSA SIMURP dapat bersinergi dengan pelaku usaha dari Sistem Resi Gudang dan produsen benih padi untuk menciptakan peluang usaha untuk meningkatkan usaha tani dengan pengawalan dan pendampingan dari PPL Kecamatan Ngombol.
Pengirim :
BAKTI WORO HARYANTI, SP
BPP KECAMATAN NGOMBOL






