Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati

By DINPPKP 13 Mei 2026, 14:55:06 WIB Kegiatan POPT
Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati

Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati

GRABAG – Dalam upaya mewujudkan pertanian yang lebih tangguh dan ramah lingkungan, Kelompok Tani (Poktan) Sri Kumpul II, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Grabag menggelar kegiatan Sekolah Lapang Agensia Hayati. Kegiatan edukatif ini sukses dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Sekretariat Poktan Sri Kumpul II.

Acara ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri langsung oleh para petani yang merupakan anggota aktif Poktan Sri Kumpul II. Turut hadir untuk mendampingi dan memberikan dukungan penuh adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kumpulrejo serta Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Grabag.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi penyegaran, di mana para peserta diajak untuk mengingat dan mengulang kembali materi-materi dasar yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pemahaman petani semakin matang sebelum melangkah ke tahap pengaplikasian.

Memasuki agenda utama, suasana menjadi semakin interaktif ketika Sugiyo, selaku Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang bertindak sebagai narasumber, mulai menyampaikan materi praktikum. Pada kesempatan kali ini, Sugiyo berfokus pada teknik dan tata cara perbanyakan agensia hayati Beauveria bassiana, sebuah jamur entomopatogen yang sangat efektif untuk mengendalikan hama serangga secara alami tanpa merusak ekosistem.

Tidak hanya sekadar menyimak teori, para petani diajak untuk langsung "turun tangan". Dengan antusiasme tinggi, para peserta mempraktikkan sendiri tahapan-tahapan perbanyakan Beauveria bassiana di bawah bimbingan langsung dari narasumber. Pengalaman praktik ini dirancang agar petani memiliki keterampilan mandiri yang bisa langsung diterapkan di lahan masing-masing.

Untuk menyempurnakan pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani secara aktif mengemukakan berbagai pertanyaan maupun kendala hama yang sering mereka hadapi di lapangan, yang kemudian diurai dan dicarikan solusinya bersama-sama.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta sepakat merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Pembuatan RTL ini menjadi komitmen bersama sebagai langkah konkret penerapan ilmu yang telah didapat pada sekolah lapang hari ini. Kegiatan yang penuh manfaat ini kemudian ditutup dengan harapan besar agar hasil panen di Desa Kumpulrejo ke depannya semakin melimpah dan berkualitas melalui penerapan agensia hayati.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung