- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
- KWT Margo Dadi Prapaglor Belajar Buat PSB
- Seleksi Tahap Kedua Tuntas, DKPP Pastikan 55 Domba Hibah Siap Disalurkan kepada Kelompok
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Gelar Monev Alsintan di Pituruh
- PERINGATI HKG PKK KE-54, RATUSAN KADER PKK PURWOREJO ANTUSIAS SERBU GERAKAN PANGAN MURAH DI PENDOPO PURWOREJO
- Tingkatkan Angka Kebuntingan Sapi Peternak, Program Subali Sapira Beraksi Lagi di Kedungpomahan Kulon
- RAKOR PEMANTAUAN STOK DAN HARGA DI TINGKAT PRODUSEN DAN KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2026
Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh

Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh
Balai Veteriner Boyolali Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengan bersama Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melaksanakan kegiatan pengambilan sampel Bahan Pangan Asal Hewan (BPAH) dan olahannya pada Hari Selasa (12/05) di pasar wilayah Kabupaten purworejo yaitu Pasar Pituruh. Sampel yang diambil untuk diuji laboratorium berupa daging ayam, daging sapi, jeroan dan Kikil. Sampel yang didapat kemudian diuji laboratorium di Balai Veteriner Laboratorium Kemavet Distanak Provinsi Jawa Tengah. Pengujian yang dilakukan pada BPAH yaitu Uji Total Plate Count, Coliform, Salmonella Sp.,E-Colli dan pengujian kandungan bahan pengawet pada prosuk olahan. Sebanyak 22 pedagang daging ayam, daging sapi dan kikil yang menyebar di Pasar Pituruh antusias terhadap pengambilan sampel untuk uji laboratorium tersebut.
Kegiatan pengambilan sampel BPAH dan Olahannya serta dilakukan pengujiannya, dimaksudkan untuk mengetahui kualitas prosuk BPAH, mengetahui cemaran mikroba yang terdapat pada produk asal hewan yang dapat menyebabkan penyakit zoonosis yaitu salmonellosis. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat agar mendapat bahan makanan yang bergizi dan tidak berbahaya bagi Kesehatan, dan dapat memenuhi tuntutan masyarakat terhadap jaminan keamanan pangan yang sesuai kaidah BPAH harus memenuhi aspek Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)






