- Puskeswan Terus Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Hewan di Kabupaten Purworejo
- Petani Pekacangan Belajar Perbanyak Beuveria Bassiana di Hari Kedua SL Agens Hayati
- Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh
- Sinergi Tingkatkan Produktivitas Petani, Poktan Cahyo Purwo Mudho Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani, Poktan Sri Kumpul II Gelar Sekolah Lapang Agensia Hayati
- Tingkatkan Kemandirian Petani Tangani OPT, SL Agensia Hayati Digelar di Desa Kumpulrejo
- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh

Menjaga BPAH Agar Tetap ASUH, Balai Veteriner Distanak Provinsi lakukan Pengambilan Sampel di Pasar Pituruh
Balai Veteriner Boyolali Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengan bersama Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melaksanakan kegiatan pengambilan sampel Bahan Pangan Asal Hewan (BPAH) dan olahannya pada Hari Selasa (12/05) di pasar wilayah Kabupaten purworejo yaitu Pasar Pituruh. Sampel yang diambil untuk diuji laboratorium berupa daging ayam, daging sapi, jeroan dan Kikil. Sampel yang didapat kemudian diuji laboratorium di Balai Veteriner Laboratorium Kemavet Distanak Provinsi Jawa Tengah. Pengujian yang dilakukan pada BPAH yaitu Uji Total Plate Count, Coliform, Salmonella Sp.,E-Colli dan pengujian kandungan bahan pengawet pada prosuk olahan. Sebanyak 22 pedagang daging ayam, daging sapi dan kikil yang menyebar di Pasar Pituruh antusias terhadap pengambilan sampel untuk uji laboratorium tersebut.
Kegiatan pengambilan sampel BPAH dan Olahannya serta dilakukan pengujiannya, dimaksudkan untuk mengetahui kualitas prosuk BPAH, mengetahui cemaran mikroba yang terdapat pada produk asal hewan yang dapat menyebabkan penyakit zoonosis yaitu salmonellosis. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat agar mendapat bahan makanan yang bergizi dan tidak berbahaya bagi Kesehatan, dan dapat memenuhi tuntutan masyarakat terhadap jaminan keamanan pangan yang sesuai kaidah BPAH harus memenuhi aspek Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)





