- TINGKATKAN KAPASITAS PETANI, GAPOKTAN MADU MAKMUR GELAR PERTEMUAN PENERAPAN TABELA METODE PM-AAS
- GERAKAN PENGENDALIAN OPT TIKUS DI DESA CEPEDAK, UPAYA LINDUNGI TANAMAN PADI DARI ANCAMAN GAGAL PANEN
- Sinergi Nyata Pertanian Purworejo: BPP Dampingi Gapoktan Agro Mulyo Cangkrepkidul Maksimalkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak LTT Padi
- Selapanan Desa di Desa Guyangan, Kecamatan Purwodadi
- Menggali Potensi Ubi Jalar Ungu di Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo
- Lahan Sawah Bero Tetap Produktif, Petani Plandi Buktikan Jagung Bisa Jadi Peluang di Musim Kemarau
- Pengendalian Tikus Sebelum Tanam, Petani Pundensari Kombinasikan Racun Umpan dan Emposan
- RAPAT KOORDINASI RENCANA TANAM DAN PENGATURAN AIR MT I DAERAH IRIGASI KEDUNGGUPIT KULON
- Pemantauan OPT Padi Kawal Demplot PM-AAS di Desa Keponggok, Purwodadi
- Gapoktan Maju Makmur Kedungpucang Matangkan Persiapan Budidaya Padi Metode PM-AAS
TINGKATKAN KAPASITAS PETANI, GAPOKTAN MADU MAKMUR GELAR PERTEMUAN PENERAPAN TABELA METODE PM-AAS

TINGKATKAN KAPASITAS PETANI, GAPOKTAN MADU MAKMUR GELAR PERTEMUAN PENERAPAN TABELA METODE PM-AAS
KEMADULOR, KUTOARJO –
Upaya untuk mendongkrak produktivitas padi nasional terus digencarkan melalui penerapan teknologi modern. Penyuluh pertanian melaksanakan pendampingan tanam padi menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System).
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 3 November 2026, bertempat di Balai Desa Kemadulor, Kecamatan Kutoarjo. Acara ini dihadiri Pemerintah Desa Kemadulor, PPL Wilayah Binaan Desa Kemadulor, rekan PPL kecamatan Kutoarjo, petugas POPT kecamatan Kutoarjo, Ketua Gapoktan Madu Makmur, Pengurus kelompok tani, dan anggota kelompok tani sebanyak 43 orang.
Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sistem budidaya padi yang lebih efisien, hemat biaya, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Cindria Rinata selaku penyuluh pertanian wilayah Desa Kemadulor menyampaikan bahwa metode Tabela menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja tanam dan menekan biaya produksi yang selama ini menjadi keluhan petani.
"Dengan Tabela PM-AAS, kita tidak lagi bergantung pada sistem tapin yang membutuhkan banyak tenaga. Harapannya petani kita lebih mandiri, biaya lebih hemat, dan hasil tetap optimal," ujarnya.
PM-AAS merupakan sistem budidaya padi terintegrasi yang menggabungkan optimalisasi populasi tanaman (jarak tanam rapat), mekanisasi alsintan, serta pertanian presisi.
Dalam arahannya, penyuluh pertanian menjelaskan bahwa kunci sukses metode PM-AAS dimulai dari tahapan hulu hingga hilir:
1. Pengolahan Lahan & Perbaikan Infrastruktur: Pengembalian sisa jerami ke tanah, pengolahan tanah menggunakan traktor/rotari, serta perbaikan pematang, inlet, dan outlet air agar pupuk dan air tidak mudah hilang.
2. Penggunaan Benih Unggul: Menggunakan varietas unggul bermutu yang tahan rebah, berakar kuat, dan malai lebat. Penanaman dapat dilakukan secara Tabela (Tanam Benih Langsung) menggunakan drum seeder atau direct seeder dengan sistem legowo.
3. Pemupukan Terukur: Pemupukan disesuaikan dengan hasil analisis tanah (soil sensor atau rekomendasi spesifik lokasi) serta pemupukan organik rutin setiap musim tanam.
4. Pengendalian Air dan Panen Modern: Penerapan sistem irigasi berselang (Alternate Wetting and Drying / AWD) serta pemanenan menggunakan mesin combine harvester saat bulir menguning 85–90 persen.
Melalui penerapan seluruh tahapan ini secara disiplin, produktivitas padi yang sebelumnya berkisar 5 ton per hektare diproyeksikan mampu meningkat signifikan mendekati 10 hingga 12 ton per hektare, sehingga kesejahteraan petani dapat ikut terdongkrak
Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, terutama terkait teknik pengaturan kebutuhan benih, persiapan lahan ideal untuk tabela, dan strategi pemupukan awal.
Melalui pertemuan ini, Gapoktan Madu Makmur berharap seluruh anggota dapat segera menerapkan Tabela PM-AAS pada musim tanam mendatang sebagai langkah menuju pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Desa Kemadulor.
(Pengirim berita: Cindria Rinata, A.Md.P BPP Kutoarjo)





