- TINGKATKAN KAPASITAS PETANI, GAPOKTAN MADU MAKMUR GELAR PERTEMUAN PENERAPAN TABELA METODE PM-AAS
- GERAKAN PENGENDALIAN OPT TIKUS DI DESA CEPEDAK, UPAYA LINDUNGI TANAMAN PADI DARI ANCAMAN GAGAL PANEN
- Sinergi Nyata Pertanian Purworejo: BPP Dampingi Gapoktan Agro Mulyo Cangkrepkidul Maksimalkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak LTT Padi
- Selapanan Desa di Desa Guyangan, Kecamatan Purwodadi
- Menggali Potensi Ubi Jalar Ungu di Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo
- Lahan Sawah Bero Tetap Produktif, Petani Plandi Buktikan Jagung Bisa Jadi Peluang di Musim Kemarau
- Pengendalian Tikus Sebelum Tanam, Petani Pundensari Kombinasikan Racun Umpan dan Emposan
- RAPAT KOORDINASI RENCANA TANAM DAN PENGATURAN AIR MT I DAERAH IRIGASI KEDUNGGUPIT KULON
- Pemantauan OPT Padi Kawal Demplot PM-AAS di Desa Keponggok, Purwodadi
- Gapoktan Maju Makmur Kedungpucang Matangkan Persiapan Budidaya Padi Metode PM-AAS
Sinergi Nyata Pertanian Purworejo: BPP Dampingi Gapoktan Agro Mulyo Cangkrepkidul Maksimalkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak LTT Padi

Sinergi Nyata Pertanian Purworejo: BPP Dampingi Gapoktan Agro Mulyo Cangkrepkidul Maksimalkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak LTT Padi

Air merupakan
faktor penting dalam budi daya pertanian, tanpa adanya ketersediaan air yang
cukup, maka tanaman yang dibudidayakan tidak akan tumbuh dan berproduksi secara
optimal. Secara alami kebutuhan air untuk tanaman dapat dipenuhi dari air hujan
dan sistem irigasi. Namun, kenyataannya ketersediaan air tidak merata sepanjang
waktu dan setiap tempat. Salah satu upaya yang dilakukan mendukung penyediaan
air untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, khususnya pada area di luar sistem
irigasi teknis adalah dengan pompanisasi. Untuk itu Direktorat Irigasi
Pertanian melaksanakan Pengembangan Sumber Air melalui kegiatan Irigasi
Perpompaan. Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, danau, dan sumber
air lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan masing-masing
daerah.
Senin, 2 November
2026, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo terus memperkuat
komitmennya dalam mengawal program strategis nasional sektor pertanian. Kali
ini, BPP Purworejo mendampingi jalannya rapat koordinasi bersama Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Mulyo di Kelurahan Cangkrepkidul, Kecamatan
Purworejo, Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan
pelaksanaan dan pengelolaan bantuan kegiatan Irigasi Perpompaan (Irpom) APBN
Tahun Anggaran 2026 yang diterima Kelurahan Cangkrepkidul.
BPP Kecamatan Purworejo bersama Lurah
Cangkrepkidul, Gapoktan Agro Mulyo, Kelompok Tani (KT) Tani Mulyo, dan KT
Karang Rejo di Kelurahan Cangkrepkidul, Tim UPKK dan pihak perencana kegiatan
geolistrik mengadakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Irpom yang
bertempat di basecamp kelompok tani. Kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti
arahan strategis Presiden RI dan Menteri Pertanian terkait pencapaian
swasembada pangan nasional melalui optimalisasi infrastruktur air di tingkat
petani dengan alokasi anggaran Kelompok Tani Tani Mulyo sebanyak 3 paket
kegiatan dan Kelompok Tani karangrejo sebanyak 1 paket. Kegaiatn Irpom
dilaksanakan melalui swakelola oleh kelompok tani dengan melengkapi
administrasi, pembentukan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK),
pencairan dana bertahap, serta pembangunan fisik berpedoman pada rancang bangun
dan dokumentasi geotagging.
Koordinator PPL Kecamatan Purworejo Bakti
Woro Haryanti dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan
arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian, yang menegaskan:
"Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus
segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak
boleh bergantung dari sumber makanan dari luar." Pernyataan
tersebut menjadi semangat utama agar program Irpom ini dapat dikerjakan secara
serius, tepat sasaran, dan memberikan dampak instan terhadap ketersediaan air
irigasi di tingkat usaha tani.
Woro menambahkan pelaksanaan
kegiatan Irpom TA 2026 ini memiliki target waktu yang ketat. Seluruh rangkaian
pekerjaan fisik konstruksi, penyerapan anggaran, hingga pelaporan harus tuntas dan mencapai target maksimal
pada tanggal 31 Desember 2026. Oleh karena itu, koordinasi awal yang
didampingi oleh PPL ini menjadi kunci agar tahapan administrasi dan teknis
tidak mengalami kendala di lapangan.
Selain itu juga disampaikan tugas dan tanggung jawab kelompok tani dan
UPKK
“Dalam pengelolaan bantuan pemerintah ini,
transparansi dan akuntabilitas memegang peranan vital. Kelompok Tani bersama Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK)
yang dibentuk memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, meliputi :
- Kelengkapan Administrasi & Finansial:
Menyiapkan proposal, NPWP Kelompok Tani, Surat Penunjukan UPKK, stempel
kelompok/UPKK, pembukaan buku rekening bank atas nama UPKK (dilengkapi KTP
ketua/bendahara dan surat keterangan aktif dari bank), serta RAB, RUKK,
dan Gambar Kerja hasil koordinasi dengan Konsultan Perencana.
- Pemberkasan dan Pencairan Dana:
Menyusun dokumen administrasi pencairan seperti Kontrak/SPK, permohonan
pembayaran, kuitansi, surat kesanggupan, SPTJM, surat keterangan hibah
lahan, serta surat rekomendasi dari DKPP Kabupaten Purworejo. Dana
disalurkan dalam 2 tahap:
- Tahap I (70%): Sebesar
Rp108.990.000,- untuk memulai pekerjaan.
- Tahap II (30%):
Sebesar Rp46.710.000,- yang dicairkan dengan syarat SPJ Tahap I beres dan
capaian fisik konstruksi minimal telah mencapai 50%.
- Pelaksanaan Fisik Swakelola:
Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani berpedoman pada
rancang bangun/gambar kerja yang ada.
- Dokumentasi & Pelaporan Ketat:
Kelompok wajib mendokumentasikan setiap proses menggunakan foto Geotagging (meliputi
pembelian material, unit pompa, hingga progres fisik 0%, 50%, dan 100%).
Setelah selesai, kelompok wajib menyusun SPJ maksimal 1 minggu setelah
pekerjaan rampung untuk diperiksa Dinas, serta memastikan pelaporan online
(BASTBANPEM) terlaksana dengan baik sebagai basis data audit BPK
atau Inspektorat Jenderal Kementan.
Melalui pendampingan intensif dari
BPP Kecamatan Purworejo dan kerja sama yang solid dari pengurus serta anggota
Gapoktan Agro Mulyo, KT Tani Mulyo, dan KT Karang Rejo, diharapkan seluruh
proses pembangunan Irigasi Perpompaan ini diberikan kelancaran dan kesuksesan
tanpa hambatan berarti. Dampak jangka panjang dari program ini diyakini mampu memperlancar sistem pengairan lahan pertanian
serta mendongkrak peningkatan Luas
Tambah Tanam (LTT) padi secara signifikan di wilayah Kelurahan
Cangkrepkidul, demi mendukung kedaulatan pangan nasional dari tingkat
kabupaten.
Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti,
SP (PPL Kecamatan Purworejo)





