- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Tim Puskeswan Purworejo Berikan Pelayanan Kesehatan Hewan Kepada Masyarakat
Jumat,
7 februari 2025, tim
Puskeswan Purworejo melakukan kegiatan
pelayanan kesehatan hewan di Puskeswan Purworejo dengan jumlah pasien pada hari itu adalah 8
ekor kucing dengan kasus rata-rata skabies dan jamur. Penyakit skabies pada kucing disebabkan oleh tungau
Sarcoptes scabiei var. Canis. Tungau ini merupakan ektoparasit yang
bersarang di bulu kucing.
Penyakit skabies pada
kucing dapat ditularkan melalui kontak fisik dengan kucing lain yang
terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan
barang-barang yang terinfeksi tungau.
Gejala penyakit
skabies pada kucing di antaranya:
·
Kulit gatal
·
Kulit kemerahan dan
iritasi
·
Kulit berkerak
·
Rambut rontok
·
Luka atau koreng pada
kulit
·
Sering menggaruk,
menggigit, dan menjilat tubuh
Untuk mencegah
penyakit skabies pada kucing, Anda dapat:
·
Menghindari kontak
dengan kucing liar atau kucing yang terinfeksi
·
Mencuci dan
mendisinfeksi alat grooming yang digunakan pada kucing yang terinfeksi
·
Menghindari menitipkan
kucing di tempat penitipan hewan yang tidak menjaga kebersihannya
Beberapa
hari terakhir terjadi penurunan kunjungan klien di Puskeswan Purworejo semoga
dikarenakan hewan kesayangan sehat-sehat. Kasus virus yang menjangkit hewan
kesayangan 4bulan kebelakang sudah mulai menurun.
Dilanjutkan
dengan kunjungan ke Kelurahan Sucen, untuk menindaklanjuti laporan kematian
pada Enthog. Dimana ada sekitar 3 ekor Enthog jantan mengalami kematian
mendadak. Dilokasi, tim puskeswan melakukan peninjauan kandang menthog yang mati,
mengecek kesehatan menthog yang masih hidup serta melakukan KIE (Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi) terkait kemungkinan yang terjadi pada pada menthog yang
mati mendadak serta pemberian desinfektan untuk pembersihan kandang dan
lingkungan, juga membagikan mineral sebagai tambahan pakan untuk Enthog
yang masih hidup.






