- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Tim Keswan Laksanakan Surveilans PHMS

Tim
Keswan Laksanakan Surveilans PHMS
Pelaksanaan
surveilans Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dilaksanakan 2 tahap, pada tahap I dilaksanakan pada tanggal
15-18 Juli 2024 dengan mencakup 16 Desa dari 7 Kecamatan di Kabupaten
Purworejo. Untuk tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 6-9 Agustus 2024
mencakup 9 kecamatan. Secara umum, surveilans bertujuan menunjukkan keadaan
bebas penyakit atau infeksi; penentuan tingkat kejadian suatu penyakit dan
penyebarannya; deteksi dini penyakit yang baru muncul atau muncul kembali,
penyakit eksotis; serta penemuan kasus. Surveilans PHMS dilaksanakan untuk
mengantisipasi, mencegah dan memitigasi resiko secara dini serta meminimalkan
kerugian ekonomi peternak dan ancaman resiko zoonosis bagi kesehatan masyarakat
terhadap penyebaran penyakit brucellosis, parasit darah dan
cacingan.
Pada
kegiatan surveilans PHMS ini, tim Keswan dibagi menjadi 4 Tim untuk mencakup 16
desa sebagai sampel penyebaran PHMS. Adapun sampel yang diambil adalah darah,
serum dan feses dari ternak diwilayah tersebut, baik sapi, domba maupun
kambing. Sampel darah digunakan untuk menguji parasit darah dengan metode ulas
darah, sampel serum digunakan untuk pengujian brucellosis dengan metode
Rose Bengal Test (RBT) dan sampel feses digunakan untuk pengujian cacing.
Sampel tersebut dikirim untuk di uji secara laboratorium di Balai Besar
Veteriner Wates, DIY.






